ANDA
INGIN MEMASARKAN BUKU?BONGKAR
RAHASIANYA bersama
DIRECTOR
OF MARKETING ANDI PUBLISHE
Oleh
Eni Indarwati
Profil
Agus Subardana, S.E.,M.M lahir di Yogyakarta, 11 September
1973. Saat ini beliau menjabat sebagai Director of Marketing Andi Publisher. Status,
sudah menikah dengan pujaan hatinya Retno Th. Buah perkawinannya dikaruniai
duan orang putra yaitu Herjuna S. dan P. Tanusaputra. Agus Subardana memiliki hobby membaca dan marketing. Hp / w.a: 08112936680
Pendidikan
- S1
Management, Universitas Mercu Buana
Yogyakarta 1998
- S2
Magister Management Merketing , Fak . Ekonomi Universitas Satya Negara Jakarta 2012
Riwayat
Pekerjaan
- Sekretaris
Umum Pusat Pelayanan Usaha Kecil dan Menengah (PPUKM) se-DIY 1997 -1999
- Supervisor
Madical Representative PT. Metiska Farma Jakarta 1999 -2003
- Area
Manager Marketing PT. Dobeli Jakarta 2003 -2005
- Manager
Marketing Penerbit ANDI OFFSET Yogyakarta 2005 – 2012
- Direktur
Marketing Penerbit ANDI OFFSET Yogyakarta 2013 – sekarang
- Dosen
kelas Malam (18.00 s.d 22.00 wib) STIE Wiyata Mandala 2014 – 2018
- Understanding
Business
- Brand
Management
- Integrated
Communication Marketing (IMC)
Kuliah online malam ini
merupakan pertemuan ke 17. Omjay memandu jalannya acara. Setelah mengucapkan
salam dan menyapa peserta, mempersilakan narasumber untuk menyampaikan materi
tambahan tentang Teknik Memasarkan Buku. Materi ini sangat penting dikuasai oleh
anda yang akan menjadi penulis buku agar bukunya laku.
Sebelum menyampaikan materi
Bapak Agus Subardana, mengucapkan salam dan menyapa peserta. Peserta
dipersilakan membaca terlebih dahulu ringkasan singkat mengenai Strategi
pemasaran buku. Selanjutnya narasumber mengajak peserta untuk bisa berdiskusi
dan bertanya jawab.
Ringkasan singkatnya sebagi berikut:
Strategi Pemasaran Buku
Buku merupakan salah
satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta
sarana penyampaian informasi. Sejak usia
dini, anak-anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca
beraneka ragam terbitan buku.
Dalam rangka
mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya
anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan
tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah
terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap
buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang
penerbitan buku.
Perkembangan industri
penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya
khususnya barang konsumsi. Saat ini terdapat 1 328 penerbit yang
terdaftar sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan jumlah
penerbit aktif sebanyak 711 penerbit, dan sisanya sudah tidak aktive lagi.
Dalam rangka untuk
mempertahankan Industri Penerbitan Buku , supaya tetap terus hidup dan dapat
mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka kita perlu strategi pemasaran. Srategi Pemasaran
biasanya hampir dipakai oleh semua wirausaha, intreprenur yang menjalankan
bisnis.
Strategi pemasaran
penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian?
Hal ini dapat dilihat dari jenis-jenis buku yang diterbitkan. Jenis-jenis buku
yang diterbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh
Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32
katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku
Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).
Dari jenis – jenis
katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan
segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan
pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis . Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di
pengaruhi oleh faktor yang meliputi :
- Faktor Mikro , yaitu
perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
- Faktor Makro yaitu
demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.
Saat ini kami dalam
menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang kami terus jalankan masuk dalam
faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI
Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai
40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di
kelompokkan menjadi 32 katagori.
Strategi Pemasaran buku
yang telah kami petakan menjadi dua
strategi pemasaran yaitu Strategi
Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat,
dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. Dua
strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut
A. Strategi Pemasaran Buku
Serangan Udara.
a.
Pemasaran
buku lewat Online
Saat ini yang sedang ngetren dan
gencar di dunia maya yaitu Strategi Pemasaran yang banyak di pakai oleh setiap
orang yang sudah mengerti teknologi internet yaitu berpromosi lewat Online
melalui website dan media sosial lainya. Kalau kita sudah mempunyai produk buku
yang jenis katagorinya banyak maka langkah
awal kita harus buat website.
Katakanlah website merupakan markas besar untuk sebuah bisnis penjualan
buku. Dengan mempunyai website ini kita dapat merencanakan promosi dalam
melancarkan penjualan buku. Dan website tersebut akan banyak kita isi produk,
harga, promosi, layanan, alamat, testimoni, dan lain sebagainya.
Untuk penjualan buku lewat Online ini
kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :
-
Menyebarkan informasi produk
secara masif kepada target pasar potensial
-
Mendapatkan konsumen baru dan
mempertahankan konsumen yang sudah sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
-
Menjaga kesetabilan penjualan
saat kondisi pasar lagi lesu
-
Menaikan penjualan dan profit
-
Membandingkan dan keunggulan
produk dibandingkan dengan pesaing
-
Membentuk citra produk dibenak
mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
-
Mengubah tingkah laku ,
persepsi dan pendapat konsumen
Media Online yang dapat kita lakukan
untuk promosi dan penjualan buku yaitu sudah tidak asing lagi dibenak anda
sekalian yaitu lewat telepon, w.a, sms, email, dll.
b.
Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing –
masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka
gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan
lewat komunitas akan lebih efektive dan
efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita
tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan
komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.
B. Strategi pemasaran buku
serangan Darat
Untuk
menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus
melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi
pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunya 43 cabang di kota dari
Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang
tersebut.
Strategi
pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar
yang kita tuju , antara lain :
1. Toko
Buku
Penerbit
Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri ,
sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan
sebagai pemasok rutin di toko buku maka
kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi
tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku
Tradisional.
Kenapa
kita perlu petakan jenis toko buku tersebut , hal ini dikarenakan tiap jenis
toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda.
Contoh
toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan
TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti
perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan
sebagainya.
Adapun
toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem
administasi penjualan per toko . Sedangakan Toko Tradisional biasanya sistem
transaksinya masih manual .
Untuk
itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh
para Penerbit buku dengan sistem titip
jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual
putus.
Strategi
Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan ,
antara lain :
-
Menguasai display buku , supaya tampilan
buku dapat terlihat dan menonjol .
- Mengadakan promosi di internal toko
dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
- Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan
potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
- Mengadakan event tematik sesuai moment
bulan berjalan (program Ramadhan,
Program TAB, Program TAM , dll )
-
Dan masih banyak lagi program promosi
di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive
komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.
2.
Directselling
Pemasaran
Buku melalui Direkselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang
kita terbitkan. Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi
menjadi beberapa target pasar yaitu :
- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran
Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua
mata kualiah
- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD,
SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan
pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan
buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .
Tugas
Tenaga Penjual / sales tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping
areanya masing – masing yang bertugas :
-
Kunjungan langsung ke tiap sekolah
-
Kunjungan langsung ke setiap kampus
- Kunjungan langsung ke setiap
Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.
- Dengan kunjungan langsung tersebut
diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak
Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan
buku dapat meningkat.
3.
Melakukan Event – Event
Aktive
dalam melakukan event – event seperti
event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.
Terimakasih.
Agust. Subardana
NARASUMBER MENJAWAB
Dalam sesi tanya jawab, pertanyaan dari peserta dijawab
satu-persatu.
Narasumber menjawab pertanyaan pertama dari Saraswati, tentang
apakah Penerbit Andi punya toko online dan bekerjasama dengan tokopedia?
Dijelaskan dengan gamblang bahwa penerbit Andi mempunyai website www.andipublisher.com dan
anda dapat langsung bertransaksi lewat website tersebut. Penerbit Andi juga
bekerjasama dengan semua marketplace
termasuk tokopedia.
Ditanya mengenai apa yang paling sulit Strategi Pemasaran
Buku serangan udara atau strategi pemasaran buku serangan darat oleh Albert
Kupang, Pak Agus menjawab bahwa dari kedua strategi tersebut paling sulit adalah
strategi pemasaran serangan darat dikarenakan membutuhkan waktu tenaga dan
tentunya adanya follow up yang terus menerus, sehingga keberhasilan ditentukan
oleh tenaga penjual yang kita percayakan.
Selanjutnya Ismunatun, Sukaharjo menanyakan, bagi penulis buku pemula pemasaran yang paling
efektif yang mana? Apakah serangan udara, directselling, ataukah event. Ataukah
perlu ketiganya jalan bersama? Bagi penulis pemula, kalau naskahnya dinyatakan diterima
dan diterbitkan oleh penerbit skala nasional seperti Penerbit Andi, tentunya
kami akan lakukan langsung memakai dua strategi pemasaran tersebut.Tapi bila penulis
tersebut menerbitkan sendiri tidak
melalui Penerbit... Maka dapat melakukan strategi pemasaran buku serangan Udara
di point 2 (komunitas dan gunakan media sosial secara mandiri)
Pak Mukminin dari Lamongan menanyakan untuk penulis yang
bukunya diterbitkan penerbit mayor seperti Penerbit Andi berapa royaltinya dan
apakah penulis juga punya tugas dan tanggungjawab memadatkan bukunya. Narasumber
memberikan jawaban bahwa penulis mendapatkan hak Royalti 10% dari total nilai
transaksi terjual. Kalau di penerbit Andi rata-rata diberikan Royati per 6
bulan/ semester terhitung sejak buku telah terdistribusi dan ditandatangani
perjanjian kedua pihak (antara penulis - penerbit). Penulis mendapatkan bukunya
sebanyak 3 exs. Dan penulis di perbolehkan mempromosikan bukunya dan kalau
penulisnya beli bukunya biasanya mendapatkan potongan 30%.
Menjawab pertanyaan berikutnya dari Pak Etik Nurinto, Kabupaten
Pemalang, agar buku yang kita tulis laku dijual, apalagi disaat pandemi covid-19
sekarang ini disarankan untuk menulis bidang yang kita kuasai. Kedua, kita bisa
melihat di google trend produk buku apa yang laku. Di situ akan ditunjukkan tren produk buku apa
yg laku di jual saat ini. Memang buku yang laku saat ini, masih buku untuk anak-anak
dan novel untuk remaja.
Pertanyaan 6 dari Yulius, adakah kemungkinan menjalin
kolaborasi dengan pesaing dalam penjualan buku dan bagaimana penerapannya. Pak
Agus menyampaikan bahwa kemungkinan menjalin kolaborasi dgn pesaing tentunya
ada. Contohnya kami kolaborasi dengan Penerbit BPFE UGM. Adapun syarat dan
ketentuan kita harus ada titik temu dari kedua belah pihak. Dalam penerapannya
kita akan lihat dan nilai dari aspek
produknya, potensi pasar , daya serap
produk .
Rifatun Salatiga, mengajukan 3 pertanyaan. 1) Mengapa
harga 1 buku antara toko yang satu
dengan toko yang lain terkadang tidak
sama walaupun sampul, judul dan isi sama? 2) Apa yang membedakan harga buku antara satu
dengan yg lain berbeda walaupun halaman, kwalitas kertas buku dan penerbit sama, tapi isi dan pengarang berbeda? 3) Mana yang
lebih banyak diminati antara belanja
buku dengan serangan udara dengan serangan darat? Adakah keuntungan dan kelemahan masing?
Tiga buah pertanyaan dari Rifatun dijawab dengan rinci
oleh narasumber. 1) Buku yang kami terbitkan sudah ada standar harganya, di barcode back Viber buku sudah ada harga yg
tercantum sehingga harga tidak bisa di rubah. Kecuali ada moment promosi di
toko tersebut biasanya ada mendapatkan discount tetapi harga aslinya tetap
ditampilkan. Adapun kalau Toko tersebut di luar Pulau Jawa maka ada harga
zona, sehingga harga Jawa dengan harga
di luar pulau bisa berbeda (contoh harga
Jawa dan harga di Sumatra ada perbedaan).
2) Yang membedakan
harga adalah setiap penerbit mempunyai hak untuk menentukan harga buku
produksi. Yang di hitung dari oplah cetaknya.
Semakin cetak oplahnya banyak semakin murah. Klo oplah cetak nya sedikit semakin mahal
harga buku tersebut. Sehingga ini yg menjadi perbedaan harga dari penerbit satu
dgn lainnya.
3) Serangan Darat lebih banyak menghasilkan karena
langsung ketemu dgn konsumen apalagi pasar buku teks utama yg kita pasarkan.
Konsumen biasanya lebih senang tatap muka langsung dan dapat melihat sampel
produknya.Kekurangan serangan darat,
dibutuhkan tenaga penjual tentunya ada biaya operasional dan butuh waktu
dalam follow up. Adapun serangan udara,
kelebihannya bisa menekan biaya operasional, informasi produk cepat sampai ke konsumen dan
promosi bisa tersebar secara masif lewat online ini. Kekurangannya konsumen di
Indonesia belum terlalu percaya atas informasi produk yg diterima, ada rasa takut barangnya tidak sesuai dgn
peranannya , konsumen masih dikenai
ongkir.
Andy Muhtadi, Babel menanyakan 1) mengubah tingkah laku,
persepsi dan pendapt konsumen, maksudnya seperti apa? 2) Strategi apa yg dapat
di lakukan bersama antara penerbit dan penulis ?
Pertanyaan point 1 : Maksudnya kalau kita proaktive
promosi produk lewat online maka dapat mengubah tingkah laku, persepsi dan pendapat konsumen. Dalam arti dengan
kita terus promosi maka konsumen tersebut yg tadi nya tidak respon terhadap
produk tersebut dapat mengubah perilaku, persepsi (pola pikir) untuk tertarik membeli produk yg kita tawarkan
/promosikan sehingga mengubah pendapatnya untuk mengambil keputusan untuk
membeli produk tersebut.
Pertanyaan 2. Strategi yg dapat di lakukan antara penulis
dan penerbit yaitu
- Melakukan Takshow Bedah Buku
secara periodik.
- Sama-sama mempromosikan
bukunya
- Penulis dapat membantu
menjualkan bukunya dan pihak Penerbit akan memberikan Rabat buat penulis.
Anwar Syafei menanyakan tentang pengalaman pemateri yang
paling efektif pemasaran melalui sosial media atau media cetak atau door to
door. Dijawab bahwa jawaban pertanyaan ada di dalam materi singkat.Namun untuk
saat ini pengalaman yg paling efektif yaitu melalui media sosial /online.
Ditanya (Liez Lumajang) mengenai pengalamannya, mana
diantara sekian strategi yg lebih baik, butuh berapa lama waktu yang dipakai untuk
sampai bisa jadi buku best seller. Pak Pak Agus pun menjawab dengan jelas,
bahwa pengalamannya dengan sumber daya yang memadai maka semua strategi dipakai
sesuai dengan paparan materi yang disampaiakan. Diakui beliau karena kami
sebagai Industri Penerbitan buku harus terus dapat profit dan terus
mengembangkan pasar. Waktu yg di butuhkan untuk menjadi buku best seller
rata-rat 4-6 bulan dan moment jual buku tersebut. Contohnya kalau menerbitkan
buku pelajaran maka moment jual yg tepat saat antara Mei s.d Agustus.
Selanjutnya ketika ditanya oleh Pak Naibobo dari Sorong Papua
tentang bagaimana cara melakukan event-event pada masa wabah corona. Beliau menjawab dengan singkat,
bahwa saat ini sedang wabah corona, kita lakukan pemasaran lewat online dan
event-event lewat online juga. Sementara event-event yang sifatnya berkumpul
dan tatap muka sementara kita tiadakan.Kita berdoa bersama semoga wabah corona
segera berakhir.
Roni Bani menanyakan apakah tulisan yang berangkat dari inspirasi
dan terkadang tidak ada inspirasi dapat dibukukan dan diterbitkan. Dengan jelas Pak Agus menjawab bahwa bahwa
sebelumnya sudah ada materi yang sampaikan narasumber pak Edit S yaitu tentang
penulisan buku. Jadi supaya tulisan Bapak tersebut layak untuk diterbitkan,
silakan Bapak memperdalam lagi materi tentang cara penulisan buku.
Edi Syahputra.H dari Aceh megajukan dua pertanyaan. Pertama
apakah seorang penulis bisa memasarkan buku kita, sementara buku karya kita diterbitkan
oleh penerbit Mayor. Pertanyaan kedua, bagaimana cara memasarkan buku kepada
pembaca supaya buku kita itu laku, karena pengalamannya bahwa buku yang saya
tulisnya bukan di jual tapi dibagi-bagi. Pak Agus menjawab pertanyaan pertama bahwa penulis boleh memasarkan bukunya sendiri
walaupun diterbitkan oleh penerbit Mayor. Penerbit justru sangat terbantu jika
penulis ikut serta memasarkan bukunya dan penulis akan mendapatkan rabat dari
penerbit.
Jawaban atas
pertanyaan ke-2 bahwa kita bisa melakukan
dengan menggunakan jaringan komunitas untuk sarana promosi dan penjualan buku.
Penjualan lewat komunitas akan lebih
efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi dari
penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan
interaksi dengan komunitas kita .
Menjawab pertanyaan selanjutnya dari Agus Purwadi, apakah sebagai seorang penulis kita juga harus
menguasai strategi pemasaran? Atau penerbit yang mestinya lebih paham tentang
hal itu?
Pak Agus pun menjawab bahwa kalau buku diterbitkan oleh
penerbit Mayor, tentunya pihak penerbit
yang akan memasarkan dengan strategi pemasaran masing-masing penerbit. Biasanya
pihak penulis diharapkan juga berperan mempromosikan bukunya lewat komunitas
penulisnya. Kalau bukunya diterbitkan secara Pribadi dgn mengeluarkan modal
penulis pribadi maka penulis tersebut harus mengerti dan menguasai strategi
pemasaran bukunya.
Benny Belang,Kupang menanyakan bagaimana perusahaan
penerbitan umumnya atau Penerbit Andi menentukan harga pemasaran sebuah buku
yang diterbitkan. Aspek apa saja yang paling menentukan nilai / harga dimaksud?
Pak Agus menjawab dengan detail pertanyaan tersebut. Penerbit
menilai naskah dari berbagai aspek:
a. Aspek Ideologis. Apakah
topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan
meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun,
harga diri, dll.
b.
Aspek Keilmuan. Apakah topik yang dibahas
merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat sudah siap menerima
topik tersebut? Apakah
naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan? Terkait dengan akurasi data
maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap.
c.
Aspek Penyajian. Apakah sistematika kerangka
pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah dipahami? Bahasa yang digunakan apakah
komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran pembaca? Apakah cara penulisannya
sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku? Kelengkapan naskah secara
fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang tubuh, daftar
gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah sudah lengkap? Pengetikan menggunakan media
dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik komputer menggunakan
software tertentu? Mutu
gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih
harus diperbaiki lagi? Apakah
urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan
dll. sudah diselesaikan?
d.
Aspek Pemasaran. Apakah tema naskah mempunyai
pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan mudah diterima pasar? Apakah naskah memiliki
selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul, keindahan, bahasa,
kasus aktual, dsb? Apakah
ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah
tersebut dibandingkan dengan buku lain?
e.
Aspek Reputasi Penulis. Apakah penulis adalah tokoh,
praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh masyarakat luas? Apakah buku-buku yang pernah
diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang baik?
Jadi aspek yg paling menentukan adalah potensi pasar.
Menjawab pertanyaan 16, tentang apa ada teknik/strategi
pemasaran yg lebih sederhana, dijawab bahwaTeknik strategi pemasaran buku yg
lebih sederhana yaitu melakukan pemasaran langsung lewat komunitas dan relasi
penulisnya.
Pertanyaan 17, Ika Siswati dari tangerang menanyakan bagaiman
caranya membentuk citra produk di benak mata konsumen sesuai dengan yang
diinginkan? Pak Agus membagikan cara-caranya:
- Fokus
pada pengisahan cerita, bukan pada fitur produk.Tanpa cerita yang bagus, produk
kita tidak akan memiliki nilai inheren atau emosional bagi pelanggan.
Terkadang, manusia itu lebih cepat memberi respons saat diberi cerita. Bila
suatu merek memberi kesan mendalam bagi konsumen, maka hal tersebut akan
berdampak pada perilaku belanja konsumen.
- Beri
nilai tambah produk agar makin disukai konsumenKetika membentuk citra merek,
sebaiknya konten yang di buat harus fokus pada hal yang dapat membangun
hubungan dan membantu konsumen membuat keputusan yang tepat dan matang. Dengan
begitu, ketika mereka memilih produk kita itu karena produk kita yang paling
sesuai dengan kebutuhan. Hal ini akan berdampak pada hubungan yang lebih kuat
dan tahan lama.
- Pelayanan
terhadap pelanggan yg baik secara sosial
akan berdampak positif bagi citra perusahaan.
Menjawab pertanyaan 18 (terakhir) Candra-Langkat, ada
tidak pengalaman pribadi dalam menangani sebuah buku yang mungkin dianggap
tidak terlalu disukai pasar, namun karena faktor X, buku tersebut booming? Narasumber pun menjawab berdasarkan pengalaman pribadinya
menangani sebuah buku yang semula dianggap tidak terlalu disukai pasar ternyata
booming, itu pernah terjadi. Ada beberapa judul buku yg demikian. Karena
mungkin ada faktor X.
Pertanyaan bonus dari peserta, terkait tentang ukuran
besar dan ketebalan buku yg memudahkan pemasaran jika dibandingkan dengan minat
pembaca. Apakah buku yg berukuran tebal halaman 60-70 dan standar A5 yg lebih disukai pasar?
Ukuran Buku dan Area Cetak. Setelah menentukan
sistematika penulisan buku, hal penting berikutnya adalah format buku yang
akan di tulis. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu ukuran besar,
standar, kecil, atau buku saku serta format spesial. Penentuan format ini akan
berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda inginkan.
Format buku di Penerbit Andi:
Format
Besar : 20 cm x 28 cm, 21,5 cm x 15,5 cm
Format
Standar : 16 cm x 23 cm, 11,5 cm x 17,5 cm
Format
Kecil : 14 cm x 21 cm, 10 cm x 16 cm
Buku
Saku : 10 cm x 18 cm, 13,5 cm x 7,5 cm
Format
Khusus
Banyak Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga
saat dilakukan pengaturan
layout dan setting, beberapa bagian buku menjadi tidak
sesuai dengan maksud Penulis. Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar
yang tidak benar, pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing
program pada buku pemrograman), dan ketebalan buku yang tidak proporsional.
Kesimpulan saya
bahwa strategi pemasaran, saya ibaratkan sebuah seni berkreasi, berinovasi,
berkreatifitas, dan terus
mengembangkan ide idenya. Maka dari itu materi yang saya sampaikan ini tentang
Strategi Pemasaran buku tentu akan terus berinovasi mengikuti perkembangan
pasar. Mohon maaf kalau ada jawaban saya yg kurang memuaskan. Terimakasih
Wow, makasih banyak pak Agus suabrdana, semoga selalu
sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta. Kita berikan tepuk tangan yg
meriah untuk pak agus, dan wa group kami buka kembali.
Gunungkidul,
24 April 2020