Senin, 27 April 2020

11 LANGKAH MENDESAIN BUKU PELAJARAN






11 LANGKAH MENDESAIN BUKU PELAJARAN


Kuliah online Bersama Narasumber
 Dr. PAIDI, S.Pd., M.TPd
CP: 082306325497, 081539320222
Alamat Surel : paidi1971@gmail.com
Blog:  https://pdsmk1bkl.blogspot.com

Publikasi :
BUKU
1.    “Membuat Laporan Keuangan dengan MyOB 19.6” Edisi Perdana tahun 2017 diterbitkan oleh Penerbit Salemba IV Jakarta.
2.    “Membuat Laporan Keuangan dengan MyOB 19.6” Edisi I tahun 2018 diterbitkan oleh Penerbit Salemba IV Jakarta.
3.    “Membuat Laporan Keuangan dengan MyOB 19.6” Edisi II tahun 2019 diterbitkan oleh Penerbit Salemba IV Jakarta.
4.    Buku Ajar Simulasi dan Komunikasi Digital, Tingkat SMK/MAK Kelas 10 tahun 2019 diterbitkan oleh Penerbit ANDI Jogyakarta.

JURNAL INTERNASIONAL
1.    Utilization Of Mobile Phones To Apply Blended Learning At Higher Education: Computer Subject at State Vocational Hight School 1 Bengkulu oleh Paidi & Basuki Wibawa, International Jounal Of Engineering & Technology (IJET), (2018).
2.    The Developnen Of Blended Learning Based On Handphone for Computer System Subject on XI Grade of SMKN 1 Bengkulu City,  Humanities & Social Sciences Reviews eISSN: 2395-6518, Vol 7, No 3, 2019, pp 497-502.


Drs. Paidi  berbagi pengetahuan  dengan peserta belajar menulis online tentang cara mendesain buku pembelajaranTeknik dan pendekatan digunakan  mengacu pada tokoh fenomenal bidang desain  pembelajaran yaitu Prof Dr. Atwi Suparman (mantan rektor UT) dan Dick & Carrey.


Secara umum Proses perancangan desain pembelajaran terdiri dari 11 langkah sebagai berikut:
Langkah 1, kita perlu mendapatkan data dan informasi guna mendapatkan masukan dari siswa/pengguna atas materi-materi yang dianggap sulit atau perlu dipelajari lebih lanjut
Langkah 2, Berdsarkan data yg didapat dari langkah 1 selanjutnya kita perlu membuat identifikasi kebutuhan peserta didik terhadap mata pelajaran / bahan yang akan kita rancang
Langkah 3, Berdasarkan data langkah 2 selanjutnya kita mulai membuat analisis instruksional/pembelajaran mata pelajaran yang akan kita rancang
Langkah 4, Seorang perancang perlu mendapatkan gambaran karakteristik peserta didik yang akan menjadi target atau pemakai buku yg kita rancang
Langkah 5, Membuat rumusan tujuan instruksional khusus (penggunaan istilah instruksional disini berdasarkan sumber asli yg dikarang oleh Dick & Carrey yaitu instructional)
Langkah 6, Melakukan penyusunan TES
Langkah 7, Membuat perencanaan strategi instruksional/pembelajaran yang akan digunakan (dalam hal ini sy merancang pembelajaran secara blended learning)
Langkah 8, Mengembangkan dan memilih bahan instruksional. Bahan pembelajaran yang dirancang dapat dibedakan menjadi 2 yaitu bahan tercetak dan bahan online. Dalam hal perancangan bahan pembelajaran (Buku) dapat digunakan teori Rothwel dan untuk bahan online bisa menggunakan teori hannafin)
Langkah 9, setelah draft bahan tersedia (langkah 8) selanjutnya perlu dilakukan evaluasi formatif sbb: 1. one-to-one expert dengan melibatkan 4 orang pakar (pakar Desain, pakar Media, pakar Materi, pakar bahasa); 2. One-to-one learner (melibatkan 3 orang siswa yang berasal dari siswa peringkat atas, menengah dan bawah); 3. Evaluasi Small group (melibatkan sekitar 9 siswa yang berasal dari kelompok, menengah dan bawah); 4. Field trial yaitu tahap uji coba luas dengan melibatkan siswa sekitar 30 siswa  yang berasal dari kelompok Atas, menengah dan bawah.
Langkah 10, Setiap tahapan mulai evaluasi one-to-one, evaluasi small group akan menghasilkan namanya draft bahan pembelajaran dan setelah field trial baru dinamakan prototipe bahan pembelajaran.
Langkah 11, khusus untuk langkah yang terakhir Evaluasi Sumatif sifatnya tidak harus dilakukan dalam proses desain pembelajaran karena harus dilakukan oleh pihak lain.Sedangkan untuk buku pembelajaran yang dirancang untuk keperluan penerbit bisanya pihak penerbit sudah mempunyai format/standar tertentu. Sehingga jika penulis ingin memasukkan buku agar bisa diterbitkan oleh penerbit maka format yg digunakan harus mengacu kepada format yang digunakan oleh penerbit.

Narasumber Menjawab:

P1 (Andy Muhtadin -Beltim-Babel)
Assalamualaikum..selamt sore menjelang siang pak Paidi mau tanya :
  1. Setelah melihat dan memahami PPT, Elearning SMK Bengkulu, saya berasumsi bahwa itu adalah desain belajar untuk program sekolah Afirmasi  dan mirip classroom kira- kira tanggapan Bapak seperti apa?
  2. Tolong beritahu kami cara praktis mendesain pembelajaran seperti SMKN Bengkulu?

Terimakasih Mas Andi (Babel), utk pertanyaan 1, kebetulan saya pernah merancangkan sebuah desain pembelajaran untuk SMKN 1 Bkl, dimana waktu itu pihak sekolah kesulitan untuk mencari pola pembelajaran untuk siswanya yg melaksanakan di industri sekitar 6 bulan, maka saya buatkan sebuah konsep namanya blended learning dan alhamdulilah bisa digunakan dengan media yg dipakai siswa dan guru kala itu adalah Handphone. Praktek pembelajarannya memang menggabungkan antara pembelajaran di classroom dengan online;
 2. Untuk cara praktisnya sepertinya bisa mas Andy ikuti alur yg ada di slide no. 7 ttg Pengembangan Blended Learning Berbasis Handphone (BLISH)

P2 (Rasita dari Kab Mukomuko Bengkulu tugas di SDN 16 Penarik)
Pertanyaannya untuk langkah yg ke 9 mencari pakarnya agak susah di daerah bagaimana mengatasinya, apa lagi kami dari SD agak terbatas kemampuan serta personilnya.

Untuk pertanyaan mbak Rasita, alhamdulilah untuk pakar yang dimaksud  Prodi S2 Teknologi Pendidikan Unib sudah banyak mbak yang bisa, dengan syarat ybs sudah mencapai kualifikasi S3/Doktor (Pendapat Sugiyono dalam Bukunya R&D) atau juga di kampus atau lembaga lain juga bisa selagi sudah ada bukti kepakarannya mbak.

P3 (Supyanto dari Kota Bekasi,)
Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat Sore Pak Dr. Paidi, mohon penjelasan dalam desain Instruksional itu mengenal ada tes formatif dan sumatif. Apa bedanya?

Untuk pertanyaan mas Supyanto, yang dimaksud TES Formatif disini adalah tes yang dibuat (modelnya bisa multiple choice, Essay dll) atas materi yang ada di bahan pembelajaran. Tes ini dibuat oleh si perancang buku yng sebelumnya telah melalui telaah oleh pakar dan uji validitas maupun reabilitasnya. Sedangkan Tes Sumatif dalam konsep desain ini adalah penilaian oleh lembaga lain (eksternal) atas kelayakan bahan yang dibuat oleh si Perancang buku tsb.

P4 (Ridwan Nurhadi)
Selamat siang Pak Paidi.. kalau boleh tau apa nama aplikasi e learning nya. Kayaknya keren banget.

Software yang pernah saya untuk e-learning tersebut menggunakan moodle, murah meriah pak karena sifatnya open source. Tapi saat ini tidak bisa masuk lagi link tersebut karena sudah saya serahkan ke pihak SMKN 1 Kota Bengkulu. Jika mas Ridwan ingin melihat lebih jauh isinya nanti sy coba mintakan sama pihak SMKN 1, jika sdah ada hasilnya sy sampaikan kepada om Jay

P5 (Bu Iez dari Lumajng)
Bertanya apakah langkah-langkah mendesain cara mengembangkannya sama dengan model dick and Carry ya?

Betul mbak Iez, karena sy juga menggunakan model Dick & Carrey. Namun mbak Iez juga bisa mengkombinasikan dengan teori/model lain seperti pada langkah 8 selagi sesuai dengan karakteristik bahan pembelajarannya.
Pertanya yg kedua, yang dimakusd dengan Research versi penerbit  ini apakah blended learning yg dimaksd Bapak
Heeee….. bukan, kalau Versi penerbit biasanya ini ada kebutuhan tertentu yang ditetapkan oleh penerbit karena menyangkut untuk keuntungan penjualan dll. Pihak penerbit biasanya sudah punyak team editor sendiri, seperti yang pernah sy lakukan untuk memperbaiki draft buku di Penerbit Salemba IV - Jakarta, sehingga buku tsb bisa dicetak/diterbitkan oleh Salemba IV.

P6 (Ika S. Tangerang)
Boleh dijelaskan mengenai teori rothwel dan teori hannafin pada langkah ke 8 dalam.mendesain pembelajaran

Tidak, blended learnin itu sebuah model pembelajaran, sedangkan yg sy masukd Reseacrh versi penerbit ini lebih pada aturan tata cara pengetikan seperti desain cover, isi dll yang diberlakukan oleh penerbit jika buku tsb dicetak oleh Penerbit.
Utk pertanyaan mbak Ika, Maaf sy ada salah tulis tadi Teori Rowntre itu adalah cara-cara untuk membuat buku yg sifatnya tercetak. Dan Hannafin itu untuk merancang bahan yang non cetak alias online. Untuk teknisnya nanti sy kirimkan e-booknya ya

P7 (Lusia ,Curup)
Selamat siang pak Paidi, terimakasih penjelasannya, apakah rancangan pebelajaran seperti ini bisa untuk SD, sedangkan  guru di SD mengajar seluruh mata pelajaran kecuali Agama dan PJOK. Gagaimana teknik prnyederhanaannya?

Untuk mbak Lusia, pada prinsipnya Desain pembelajaran itu bisa untuk semua mata pelajarannya, yag membedakannya terletak pada isi pelajarannya

P8 (Sri indayani Lamongan)
Assalaamu'alaikum pak paidi...setelah membaca semua materi yg berisi langkah pembuatan design pembelajaran saya masih belum bisa membayangkan hasil akhirnya. Yg ingin saya tanyakan bagaimana bentuk hasil design pembelajarannya, apakah menjadi sebuah buku atau yg lainnya? Bagaimana cara penerapan hasil design pembelajaran tadi ke siswa? Terima kasih.

Untuk mbak Sri, kelebihan desain pembelajaran ini adalah akan mengasilkan buku pembelajaran yang bisa dijamin kebenaranya selagi prosedur dikerjakan dengan benar. Kelebihan lain juga desain pembelajaran ini akan dilengkapi dengan instrumen pendukungnya termasuk  model pembelajarannya sudah ditentukan

P9 (Noralia Semarang)
 Assalamualaikum pak,  Ijin bertanya, saya pernah melakukan penelitian R&D untuk tesis saya dulu, saya mengambil judul pengembangan modul pembelajaran. Dan itu saya penelitian hingga menjadi produk akhir yang bagus bisa sampai 6 bulan, padahal hanya untuk 1 bab materi ajar karena beberapa kali  diujikan ke kelas besar sehingga dapat prototipe produk yang bagus.
pertanyaan saya: 
  1. Untuk pengembangan bahan ajar seperti yang bapak laksanakan yg menghasilkan produk buku ajar untuk 1 tahun pelajaran, butuh berapa lama pak penelitiannya?
  2. Apakah tiap bab materi ajar di buku ajar yang dikembangkan harus diujikan di kelas besar atau hanya kita ambil sampel salah satu materi ajar saja?


Untuk mbak Noralia, 1. waktu yang dibutuhkan  untuk 1 buku /tahun sy butuh waktu antara 6 sampai 10 bulan itupun sy sambil nyambi mbak heeee. Jika focus utk desain buku saja 6 bulan itu insyallah sudah selesai; 2. Iya betul setiap bab harus diujikan untuk tahap Small group dan Field trial.

P10 (Bu Dede dari SLB AB Kemala Bhayangkari 2 gresik)
Jika mengacu kepada keterangan terahir yg ttg buku yg d rancang untuk keperluan penerbit, penerbit sdh mempunyai format sendiri mohon arahan. Berkenaan dengan buku yg akan saya buat subjeknya ABK. Lalu untuk uji coba seperti tahapan di atas apa memungkinkan?

Untuk mbak Dede, Betul mbak, penerbit sudah mempunyai Format tersendiri versi penerbit, si penulis tinggal mengikuti outline. Contohny sy mendapatkan amanat dari penerbit erlangga untuk membuat buku-buku SMK dengan outline sudah ditentukan pihak Erlangga. Mbak Dede maaf singaktan dari apa ya ABK?
Anak Berkebutuhan Khusus
Ooooo Bisa mbak
Anak Berkebutuhan Khusus selagi bahan/materi buku masih dalam lingkup di SLB, silahkan dicobakan menggunakan alus desain sebagaimana tersebut pada slite 7.

P11 (Bu Budi dari Gresik)
Assalammu'alaikum, Pak, saya
Mau bertanya, Berapakah jumlah halaman yang dipersyaratkan bila membuat buku ini ?

Tidak ada persyaratan minimal jumlah halamannya. Yang pasti buku tsb sudah mencakup semua materi hasil analisis pada langkah 3 dan 5.

Pertanyaan lain bisa kirim ke email : paidi1971@gmail.com


                                                                                   Gunungkidul, 27 April 2020



Kamis, 23 April 2020

ANDA INGIN MEMASARKAN BUKU? BONGKAR RAHASIANYA bersama DIRECTOR OF MARKETING ANDI PUBLISHER



ANDA INGIN MEMASARKAN BUKU?BONGKAR RAHASIANYA bersama
DIRECTOR OF MARKETING ANDI PUBLISHE

Oleh Eni Indarwati





Profil
Agus Subardana, S.E.,M.M lahir di Yogyakarta, 11 September 1973. Saat ini beliau menjabat sebagai Director of Marketing Andi Publisher. Status, sudah menikah dengan pujaan hatinya Retno Th. Buah perkawinannya dikaruniai duan orang putra yaitu Herjuna S. dan P. Tanusaputra. Agus Subardana memiliki hobby  membaca dan marketing. Hp / w.a: 08112936680

Pendidikan
  1. S1 Management,  Universitas Mercu Buana Yogyakarta 1998
  2. S2 Magister Management Merketing , Fak . Ekonomi Universitas  Satya Negara Jakarta 2012


Riwayat Pekerjaan
  1. Sekretaris Umum Pusat Pelayanan Usaha Kecil dan Menengah (PPUKM) se-DIY 1997 -1999
  2. Supervisor Madical Representative PT. Metiska Farma Jakarta 1999 -2003
  3. Area Manager Marketing PT. Dobeli Jakarta 2003 -2005
  4. Manager Marketing Penerbit ANDI OFFSET Yogyakarta 2005 – 2012
  5. Direktur Marketing Penerbit ANDI OFFSET Yogyakarta 2013 – sekarang
  6. Dosen kelas Malam (18.00 s.d 22.00 wib) STIE Wiyata Mandala 2014 – 2018
  7. Understanding Business
  8. Brand Management
  9. Integrated Communication Marketing (IMC)

Kuliah online malam ini merupakan pertemuan ke 17. Omjay memandu jalannya acara. Setelah mengucapkan salam dan menyapa peserta, mempersilakan narasumber untuk menyampaikan materi tambahan tentang Teknik Memasarkan Buku. Materi ini sangat penting dikuasai oleh anda yang akan menjadi penulis buku agar bukunya laku.

Sebelum menyampaikan materi Bapak Agus Subardana, mengucapkan salam dan menyapa peserta. Peserta dipersilakan membaca terlebih dahulu ringkasan singkat mengenai Strategi pemasaran buku. Selanjutnya narasumber mengajak peserta untuk bisa berdiskusi dan bertanya jawab.

Ringkasan singkatnya sebagi berikut:
Strategi Pemasaran Buku
Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak-anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya khususnya barang konsumsi. Saat ini terdapat 1 328 penerbit yang terdaftar sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan jumlah penerbit aktif sebanyak 711 penerbit, dan sisanya sudah tidak aktive lagi.
Dalam rangka untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku , supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka kita perlu  strategi pemasaran. Srategi Pemasaran biasanya hampir dipakai oleh semua wirausaha, intreprenur yang menjalankan bisnis.

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian? Hal ini dapat dilihat dari jenis-jenis buku yang diterbitkan. Jenis-jenis buku yang diterbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).

Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :
  1. Faktor Mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
  2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini kami dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang kami terus jalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori.
Strategi Pemasaran buku yang telah kami petakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat, dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. Dua strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut 

AStrategi Pemasaran Buku Serangan Udara.
a.    Pemasaran buku lewat Online
Saat ini yang sedang ngetren dan gencar di dunia maya yaitu Strategi Pemasaran yang banyak di pakai oleh setiap orang yang sudah mengerti teknologi internet yaitu berpromosi lewat Online melalui website dan media sosial lainya. Kalau kita sudah mempunyai produk buku yang jenis katagorinya banyak maka langkah awal kita harus buat website.  Katakanlah website merupakan markas besar untuk sebuah bisnis penjualan buku. Dengan mempunyai website ini kita dapat merencanakan promosi dalam melancarkan penjualan buku. Dan website tersebut akan banyak kita isi produk, harga, promosi, layanan, alamat, testimoni, dan lain sebagainya.
Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :
-          Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
-          Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
-          Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
-          Menaikan penjualan dan profit
-          Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
-          Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
-          Mengubah tingkah laku , persepsi dan pendapat konsumen
Media Online yang dapat kita lakukan untuk promosi dan penjualan buku yaitu sudah tidak asing lagi dibenak anda sekalian yaitu lewat telepon, w.a, sms, email, dll.

b. Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.
 BStrategi pemasaran buku serangan Darat
Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunya 43 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.
Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :
1.    Toko Buku
Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional. 

Kenapa kita perlu petakan jenis toko buku tersebut , hal ini dikarenakan tiap jenis toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda.
Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.

Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko . Sedangakan Toko Tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual .
Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.
Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :
-          Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .
-        Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
-        Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
-  Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )
-          Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.
2.  Directselling
Pemasaran Buku melalui Direkselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan. Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
-       Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
-       Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah
-      Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .
Tugas Tenaga Penjual / sales tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :
-          Kunjungan langsung ke tiap sekolah
-          Kunjungan langsung ke setiap kampus
-    Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.
-     Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat.
3.  Melakukan Event – Event
Aktive dalam melakukan event – event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.
Terimakasih. Agust. Subardana

NARASUMBER MENJAWAB

Dalam sesi tanya jawab, pertanyaan dari peserta dijawab satu-persatu.
Narasumber menjawab pertanyaan pertama dari Saraswati, tentang apakah Penerbit Andi punya toko online dan bekerjasama dengan tokopedia? Dijelaskan dengan gamblang bahwa penerbit Andi mempunyai website www.andipublisher.com dan anda dapat langsung bertransaksi lewat website tersebut. Penerbit Andi juga bekerjasama dengan  semua marketplace termasuk tokopedia.

Ditanya mengenai apa yang paling sulit Strategi Pemasaran Buku serangan udara atau strategi pemasaran buku serangan darat oleh Albert Kupang, Pak Agus menjawab bahwa dari kedua strategi tersebut paling sulit adalah strategi pemasaran serangan darat dikarenakan membutuhkan waktu tenaga dan tentunya adanya follow up yang terus menerus, sehingga keberhasilan ditentukan oleh tenaga penjual yang kita percayakan.

Selanjutnya Ismunatun, Sukaharjo menanyakan,  bagi penulis buku pemula pemasaran yang paling efektif yang mana? Apakah serangan udara, directselling, ataukah event. Ataukah perlu ketiganya jalan bersama? Bagi penulis pemula, kalau naskahnya dinyatakan diterima dan diterbitkan oleh penerbit skala nasional seperti Penerbit Andi, tentunya kami akan lakukan langsung memakai dua strategi pemasaran tersebut.Tapi bila penulis tersebut  menerbitkan sendiri tidak melalui Penerbit... Maka dapat melakukan strategi pemasaran buku serangan Udara di point 2 (komunitas dan gunakan media sosial secara mandiri)

Pak Mukminin dari Lamongan menanyakan untuk penulis yang bukunya diterbitkan penerbit mayor seperti Penerbit Andi berapa royaltinya dan apakah penulis juga punya tugas dan tanggungjawab memadatkan bukunya. Narasumber memberikan jawaban bahwa penulis mendapatkan hak Royalti 10% dari total nilai transaksi terjual. Kalau di penerbit Andi rata-rata diberikan Royati per 6 bulan/ semester terhitung sejak buku telah terdistribusi dan ditandatangani perjanjian kedua pihak (antara penulis - penerbit). Penulis mendapatkan bukunya sebanyak 3 exs. Dan penulis di perbolehkan mempromosikan bukunya dan kalau penulisnya beli bukunya biasanya mendapatkan potongan 30%.

Menjawab pertanyaan berikutnya dari Pak Etik Nurinto, Kabupaten Pemalang, agar buku yang kita tulis laku dijual, apalagi disaat pandemi covid-19 sekarang ini disarankan untuk menulis bidang yang kita kuasai. Kedua, kita bisa melihat di google trend produk buku apa yang laku.  Di situ akan ditunjukkan tren produk buku apa yg laku di jual saat ini. Memang buku yang laku saat ini, masih buku untuk anak-anak dan novel untuk remaja.

Pertanyaan 6 dari Yulius, adakah kemungkinan menjalin kolaborasi dengan pesaing dalam penjualan buku dan bagaimana penerapannya. Pak Agus menyampaikan bahwa kemungkinan menjalin kolaborasi dgn pesaing tentunya ada. Contohnya kami kolaborasi dengan Penerbit BPFE UGM. Adapun syarat dan ketentuan kita harus ada titik temu dari kedua belah pihak. Dalam penerapannya kita  akan lihat dan nilai dari aspek produknya,  potensi pasar , daya serap produk .

Rifatun Salatiga, mengajukan 3 pertanyaan. 1) Mengapa harga 1  buku antara toko yang satu dengan toko  yang lain terkadang tidak sama walaupun sampul,  judul dan isi sama?  2) Apa yang membedakan harga buku antara satu dengan yg lain berbeda walaupun halaman, kwalitas kertas buku dan penerbit sama,  tapi isi dan pengarang berbeda? 3) Mana yang lebih banyak diminati  antara belanja buku dengan serangan udara dengan serangan darat?  Adakah keuntungan dan kelemahan masing?

Tiga buah pertanyaan dari Rifatun dijawab dengan rinci oleh narasumber. 1) Buku yang kami terbitkan sudah ada standar harganya,  di barcode back Viber buku sudah ada harga yg tercantum sehingga harga tidak bisa di rubah. Kecuali ada moment promosi di toko tersebut biasanya ada mendapatkan discount tetapi harga aslinya tetap ditampilkan. Adapun kalau Toko tersebut di luar Pulau Jawa maka ada harga zona,  sehingga harga Jawa dengan harga di luar pulau bisa berbeda (contoh  harga Jawa dan harga di Sumatra ada perbedaan).
2)  Yang membedakan harga adalah setiap penerbit mempunyai hak untuk menentukan harga buku produksi. Yang di hitung dari oplah cetaknya.  Semakin cetak oplahnya banyak semakin murah.  Klo oplah cetak nya sedikit semakin mahal harga buku tersebut. Sehingga ini yg menjadi perbedaan harga dari penerbit satu dgn lainnya. 
3) Serangan Darat lebih banyak menghasilkan karena langsung ketemu dgn konsumen apalagi pasar buku teks utama yg kita pasarkan. Konsumen biasanya lebih senang tatap muka langsung dan dapat melihat sampel produknya.Kekurangan serangan darat,  dibutuhkan tenaga penjual tentunya ada biaya operasional dan butuh waktu dalam follow up. Adapun serangan udara,  kelebihannya bisa menekan biaya operasional,  informasi produk cepat sampai ke konsumen dan promosi bisa tersebar secara masif lewat online ini. Kekurangannya konsumen di Indonesia belum terlalu percaya atas informasi produk yg diterima,  ada rasa takut barangnya tidak sesuai dgn peranannya , konsumen masih dikenai  ongkir.

Andy Muhtadi, Babel menanyakan 1) mengubah tingkah laku, persepsi dan pendapt konsumen, maksudnya seperti apa? 2) Strategi apa yg dapat di lakukan bersama antara penerbit dan penulis ?
Pertanyaan point 1 : Maksudnya kalau kita proaktive promosi produk lewat online maka dapat mengubah tingkah laku,  persepsi dan pendapat konsumen. Dalam arti dengan kita terus promosi maka konsumen tersebut yg tadi nya tidak respon terhadap produk tersebut dapat mengubah perilaku, persepsi (pola pikir)  untuk tertarik membeli produk yg kita tawarkan /promosikan sehingga mengubah pendapatnya untuk mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut.
Pertanyaan 2. Strategi yg dapat di lakukan antara penulis dan penerbit yaitu
  •  Melakukan Takshow Bedah Buku secara periodik.
  • Sama-sama mempromosikan bukunya
  • Penulis dapat membantu menjualkan bukunya dan pihak Penerbit akan memberikan Rabat buat penulis.

Anwar Syafei menanyakan tentang pengalaman pemateri yang paling efektif pemasaran melalui sosial media atau media cetak atau door to door. Dijawab bahwa jawaban pertanyaan ada di dalam materi singkat.Namun untuk saat ini pengalaman yg paling efektif yaitu melalui media sosial /online.

Ditanya (Liez Lumajang) mengenai pengalamannya, mana diantara sekian strategi yg lebih baik, butuh berapa lama waktu yang dipakai untuk sampai bisa jadi buku best seller. Pak Pak Agus pun menjawab dengan jelas, bahwa pengalamannya dengan sumber daya yang memadai maka semua strategi dipakai sesuai dengan paparan materi yang disampaiakan. Diakui beliau karena kami sebagai Industri Penerbitan buku harus terus dapat profit dan terus mengembangkan pasar. Waktu yg di butuhkan untuk menjadi buku best seller rata-rat 4-6 bulan dan moment jual buku tersebut. Contohnya kalau menerbitkan buku pelajaran maka moment jual yg tepat saat antara Mei s.d Agustus.

Selanjutnya ketika ditanya oleh Pak Naibobo dari Sorong Papua tentang bagaimana cara melakukan event-event pada masa  wabah corona. Beliau menjawab dengan singkat, bahwa saat ini sedang wabah corona, kita lakukan pemasaran lewat online dan event-event lewat online juga. Sementara event-event yang sifatnya berkumpul dan tatap muka sementara kita tiadakan.Kita berdoa bersama semoga wabah corona segera berakhir.

Roni Bani menanyakan apakah tulisan yang berangkat dari inspirasi dan terkadang tidak ada inspirasi dapat dibukukan dan diterbitkan.  Dengan jelas Pak Agus menjawab bahwa bahwa sebelumnya sudah ada materi yang sampaikan narasumber pak Edit S yaitu tentang penulisan buku. Jadi supaya tulisan Bapak tersebut layak untuk diterbitkan, silakan Bapak memperdalam lagi materi tentang cara penulisan buku.

Edi Syahputra.H dari Aceh megajukan dua pertanyaan. Pertama apakah seorang penulis bisa memasarkan buku kita, sementara buku karya kita diterbitkan oleh penerbit Mayor. Pertanyaan kedua, bagaimana cara memasarkan buku kepada pembaca supaya buku kita itu laku, karena pengalamannya bahwa buku yang saya tulisnya bukan di jual tapi dibagi-bagi. Pak Agus menjawab pertanyaan pertama  bahwa penulis boleh memasarkan bukunya sendiri walaupun diterbitkan oleh penerbit Mayor. Penerbit justru sangat terbantu jika penulis ikut serta memasarkan bukunya dan penulis akan mendapatkan rabat dari penerbit.
Jawaban  atas pertanyaan ke-2  bahwa kita bisa melakukan dengan menggunakan jaringan komunitas untuk sarana promosi dan penjualan buku. Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi dari penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas kita .

Menjawab pertanyaan selanjutnya dari Agus Purwadi,  apakah sebagai seorang penulis kita juga harus menguasai strategi pemasaran? Atau penerbit yang mestinya lebih paham tentang hal itu?
Pak Agus pun menjawab bahwa kalau buku diterbitkan oleh penerbit Mayor,  tentunya pihak penerbit yang akan memasarkan dengan strategi pemasaran masing-masing penerbit. Biasanya pihak penulis diharapkan juga berperan mempromosikan bukunya lewat komunitas penulisnya. Kalau bukunya diterbitkan secara Pribadi dgn mengeluarkan modal penulis pribadi maka penulis tersebut harus mengerti dan menguasai strategi pemasaran bukunya.

Benny Belang,Kupang menanyakan bagaimana perusahaan penerbitan umumnya atau Penerbit Andi menentukan harga pemasaran sebuah buku yang diterbitkan. Aspek apa saja yang paling menentukan nilai / harga dimaksud?
Pak Agus menjawab dengan detail pertanyaan tersebut. Penerbit menilai naskah dari berbagai aspek:
a.         Aspek Ideologis. Apakah topik bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, apakah topiknya akan meresahkan kondisi masyarakat seperti: politik, hankam, sara, sopan santun, harga diri, dll.
b.        Aspek Keilmuan. Apakah topik yang dibahas merupakan topik baru bagi masyarakat, dan apakah masyarakat sudah siap menerima topik tersebut? Apakah naskah tersebut gagasan asli atau jiplakan? Terkait dengan akurasi data maka diperlukan sumber daftar pustaka yang lengkap.
c.        Aspek Penyajian. Apakah sistematika kerangka pemikiran baik sehingga alur logika pemaparan mudah dipahami? Bahasa yang digunakan apakah komunikatif sesuai dengan jenis naskah dan sasaran pembaca? Apakah cara penulisannya sudah benar, yaitu menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku? Kelengkapan naskah secara fisik seperti kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, batang tubuh, daftar gambar, tabel, lampiran, index, daftar pustaka, sinposis, apakah sudah lengkap? Pengetikan menggunakan media dan alat apa, apakah tulis tangan, diketik manual, ketik komputer menggunakan software tertentu? Mutu gambar, tabel dan objek lain yang dipasang (capture) apakah layak atau masih harus diperbaiki lagi? Apakah urusan perizinan penggunaan gambar tertentu, izin terjemahan, izin pengutipan dll. sudah diselesaikan?
d.        Aspek Pemasaran. Apakah tema naskah mempunyai pangsa pasar jelas dan luas sehingga buku akan dapat dan mudah diterima pasar? Apakah naskah memiliki selling point atau potensi jual tertentu, seperti judul, keindahan, bahasa, kasus aktual, dsb? Apakah ada buku sejenis yang beredar dan telah diterbitkan? Apa kelebihan naskah tersebut dibandingkan dengan buku lain?
e.        Aspek Reputasi Penulis. Apakah penulis adalah tokoh, praktisi, dosen yang sangat diakui kepakarannya oleh masyarakat luas? Apakah buku-buku yang pernah diterbitkan mempunyai catatan keilmuan dan pemasaran yang baik?
Jadi aspek yg paling menentukan adalah potensi pasar.

Menjawab pertanyaan 16, tentang apa ada teknik/strategi pemasaran yg lebih sederhana, dijawab bahwaTeknik strategi pemasaran buku yg lebih sederhana yaitu melakukan pemasaran langsung lewat komunitas dan relasi penulisnya.

Pertanyaan 17, Ika Siswati dari tangerang menanyakan bagaiman caranya membentuk citra produk di benak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan? Pak Agus membagikan cara-caranya:
  1. Fokus pada pengisahan cerita, bukan pada fitur produk.Tanpa cerita yang bagus, produk kita tidak akan memiliki nilai inheren atau emosional bagi pelanggan. Terkadang, manusia itu lebih cepat memberi respons saat diberi cerita. Bila suatu merek memberi kesan mendalam bagi konsumen, maka hal tersebut akan berdampak pada perilaku belanja konsumen.
  2. Beri nilai tambah produk agar makin disukai konsumenKetika membentuk citra merek, sebaiknya konten yang di buat harus fokus pada hal yang dapat membangun hubungan dan membantu konsumen membuat keputusan yang tepat dan matang. Dengan begitu, ketika mereka memilih produk kita itu karena produk kita yang paling sesuai dengan kebutuhan. Hal ini akan berdampak pada hubungan yang lebih kuat dan tahan lama.
  3. Pelayanan terhadap pelanggan yg baik secara  sosial akan berdampak positif bagi citra perusahaan.

Menjawab pertanyaan 18 (terakhir) Candra-Langkat, ada tidak pengalaman pribadi dalam menangani sebuah buku yang mungkin dianggap tidak terlalu disukai pasar, namun karena faktor X, buku tersebut booming? Narasumber pun menjawab berdasarkan pengalaman pribadinya menangani sebuah buku yang semula dianggap tidak terlalu disukai pasar ternyata booming, itu pernah terjadi. Ada beberapa judul buku yg demikian. Karena mungkin ada faktor X.

Pertanyaan bonus dari peserta, terkait tentang ukuran besar dan ketebalan buku yg memudahkan pemasaran jika dibandingkan dengan minat pembaca. Apakah buku yg berukuran tebal halaman 60-70 dan standar A5  yg lebih disukai pasar?
Ukuran Buku dan Area Cetak. Setelah menentukan sistematika penulisan buku, hal penting berikutnya adalah format buku yang akan di tulis. Format buku terdiri dari beberapa ukuran yaitu ukuran besar, standar, kecil, atau buku saku serta format spesial. Penentuan format ini akan berpengaruh terhadap ketebalan buku dan kedalaman materi yang Anda inginkan.
Format buku di Penerbit Andi:
Format Besar : 20 cm x 28 cm, 21,5 cm x 15,5 cm
Format Standar : 16 cm x 23 cm, 11,5 cm x 17,5 cm
Format Kecil : 14 cm x 21 cm, 10 cm x 16 cm
Buku Saku : 10 cm x 18 cm, 13,5 cm x 7,5 cm

Format Khusus
Banyak Penulis tidak memperhatikan format ini sehingga saat dilakukan pengaturan
layout dan setting, beberapa bagian buku menjadi tidak sesuai dengan maksud Penulis. Ketidaksesuaian tersebut contohnya: proporsi gambar yang tidak benar, pemotongan kata yang tidak tepat (terutama pada listing program pada buku pemrograman), dan ketebalan buku yang tidak proporsional.
Kesimpulan saya bahwa strategi pemasaran, saya ibaratkan sebuah seni berkreasi,  berinovasi,  berkreatifitas,  dan terus mengembangkan ide idenya. Maka dari itu materi yang saya sampaikan ini tentang Strategi Pemasaran buku tentu akan terus berinovasi mengikuti perkembangan pasar. Mohon maaf kalau ada jawaban saya yg kurang memuaskan. Terimakasih
Wow, makasih banyak pak Agus suabrdana, semoga selalu sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta. Kita berikan tepuk tangan yg meriah untuk pak agus, dan wa group kami buka kembali.

                                                                                    Gunungkidul, 24 April 2020

Portofolio Digital

Selamat datang di Portofolio Digital saya Saya,  Eni Indarwati, M.Pd.  Pengawas Sekolah Dasar di Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Blo...