Kamis, 16 April 2020

GURU YANG DIRINDUKAN ALA MGM




GURU YANG DIRINDUKAN ALA MGM

BERSAMA ARIS AHMAD JAYA


                        Oleh : Eni Indarwati
Profil
Nama       :  H. Aris Ahmad Jaya, DVM, MM.
TTL          :  Pati, 23 Februari 1974
Alamat     :  Bogor Raya Permai FD IV No. 16.A Bogor
Hp.           :  0818-101446
Email       :  arissugestipower@gmail.com                                                                
Aktivitas 
·   Motivator Nasional Character Building “Auto Sugesti Power”
·   Penulis Buku Motivasi Best Seller 30 hari Mencari Jati Diri
·   Terapist Trauma Heling Nasional
·   Owner ABCo
Pengalaman Organisasi
1.    Ketua Umum OSIS SMU Institut Indonesia I Yogyakarta 92/93
2.    Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan  IPB Tahun 96/97
3.    Sekretaris Jendral Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia  97/99
4.    Ketua Delegasi Studi Banding Pendidikan Kedokteran Hewan Indonesia-Malaysia 97
5.    Personalia Manager PT SCo Prima Inovatindo 2000-2002
6.    Direktur PT ABCo Sugesti Motivatindo  2003 – 2014
 Buku Yang Telah Ditulis

  1. 30 Hari Mencari Jati Diri (Best Seller) terjual lebih dari 39.000 buku.Tahun 2003
  2. Spirit Of Success ,ABCoPulisher. 2006
  3. BETHE 5 Karakter Idola Pecundang Sejati, PustakaInti Jakarta, 2007
  4. Aura Kemenangan, ABCo Publisher 2008
  5. Motivadrenalin, Meningkatkan adrenalin motivasi menuju sukses dan bahagia. ABCo Publisher 2008
  6. Motimorphosis, MotivasiMenujuPerubahan. ABCo Publisher 2010
  Pengalaman Training

  1. PT Telkom, JICT (Jakarta International Container Terminal), PT Coca Cola, PT BankMandiri, Telkomsel, Garuda Food, Asuransi Tripa Syariah,    Asuransi Takaful, Asuransi Prudential, Asuransi Ekspor Impor, PT Indosat, Bank Permata, PT Kangean energy Jakarta, DepartemenPertanian RI, Departemen Perdagangan RI, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI, Departemen Kelautan dan Perikanan RI, Direktorat Pajak RI.
  2. Perguruan Labschool Jakarta, Perguruan Al AzharPusat, Perguruan Madania Bogor, Perguruan Al Ittihat Rumbai Riau, Pesantren Baabussalaam Riau, Diniah Putri Padang Panjang, SMA Negeri 8 Jakarta, dan beberapa sekolah unggulan RSBI di Indonesia. dan masih banyak lagi.
   
Pertemuan online ke-13, Kamis, 16 April 2020.
Mengawali kuliah online, moderator menyampaikan salam dan memperkenalkan narasumber, serta memeberikan alamat blog beliau http://arisahmadjaya.com/. Kuliah online kali ini berbeda dengan sebelumnya. Narasumber menggunakan media audio, sehingga peserta lebih tahu bagaimana gaya bicara Sang Motivator pada saat menyampaikan motivasinya.

Berikut pemaparan materi secara lengkap oleh Motivator Kondang Aris Ahmad Jaya (AAJ), yang berhasil penulis rangkum.

Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, bapak dan ibu guru yang hebat perkenalkan saya Aris Ahmad jaya. Saat ini sebagai seorang motivator karakter building dan juga trainer, serta coach sekolah-sekolah unggul di Indonesia. Saya berharap dengan momentum saat ini, di mana anak-anak kita sedang belajar di rumah, guru pun seharusnya belajar kembali tentang bagaimana memiliki seni menyampaikan, memiliki seni untuk dicintai, dirindukan oleh anak didiknya sehingga pembelajaran sedemikian menjadi menarik. Telah lebih dari sepuluh ribu alliance yang merasakan pola mengajar gaya motivator. Insyaallah di momentum saat saya berbagi dengan anda secara free.  Silakan anda bagi kepada guru-guru yang lain, yang belum sempat mengikuti training online ini.  Insyaallah anda akan mempelajari banyak hal di antaranya adalah bagaimana anda menjadi pribadi yang mampu menarik dan menyenangkan, pribadi yang dirindukan, dan pribadi yang mampu menginspirasi, serta menjadikan anak didik anda mencintai anda, sebelum mencintai pelajaran yang anda bawakan. Salam bahagia, Saya Aris Ahmad Jaya dari lembaga karakter building nasional abu ko sugesti motivation, selamat menikmati asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Berdasarkan niat seseorang menjadi guru Aris Ahmad Jaya membagi dua yang pertama adalah guru betulan dan yang kedua adalah guru kebetulan. Guru betulan adalah guru yang memang dari awal ingin menjadi seorang pendidik, ingin mengajar, dan memang dia ingin menjadi guru.  Guru betulan ini memang seorang guru yang diidamkan, guru yang memiliki energi untuk mengajar, energi untuk bertemu dengan siswa, energi untuk menularkan keilmuannya, kepada anak didiknya.

Guru kebetulan yaitu kebetulan ada lowongan menjadi pengajar, maka dia menjadi guru. Kebetulan lulus dari universitas dan sambil menunggu  pekerjaan, maka dia melamar menjadi guru.  Kebetulan diterima, makanya akhirnya menjadi guru seterusnya. Kebetulan ada yang orang tua yang butuh guru, butuh dimanage sehingga, mau tidak mau harus melanjutkan impian orang tua akhirnya menjadi guru dan pendidik di yayasan itu. Kebetulan ada temen yang ngajak, daripada tidak ada pekerjaan maka menjadi guru.


Apakah guru kebetulan itu salah? Salah kalau kebetulannya terus menerus dan tidak mau belajar. Namun kadang-kadang guru kebetulan pun akan menjadi guru betulan ketika dia mau belajar, mau mengerti bahwa ini bagian dari sebuah proses yang harus dihadapi.  Dan kadang-kadang guru kebetulan pun bisa menjadi guru yang mencintai, guru yang dicintai. Guru yang mengalami kegiatan belajar mengajar dengan sungguh sungguh, dia menyadari bahwa ini bagian dari sebuah proses baik yang harus dijalankan.

Apakah anda guru betulan atau kebetulan? Saya tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah ketika anda tidak mau menerima profesi anda sebagai seorang guru. Itu yang masalah, baik anda guru betulan maupun anda guru kebetulan. Ketika anda menerima profesi anda ini sebagai bagian dari sebuah pilihan mulia mau memberi pembelajaran dengan cara yang baik dan menyenangkan, menginspirasi anak, diri anda mencintai yang anda sampaikan, maka sesungguhnya guru betulan maupun guru kebetulan buahnya akan manis, manakala dia adalah guru yang mencintai profesinya. Apalah artinya guru betulan namun tidak mau belajar, menyampaikan asal asalan, dan menyesali pilihan hidupnya. Karena itu selamat datang para guru yang mau menginvestasikan waktu untuk belajar.  Saya Aris Ahmad Jaya ingin mencoba membantu anda untuk menjadi guru yang dirindukan. 

Berdasarkan kinerja saya membagi ada tiga tipe guru. Yang pertama adalah nyasar, yang kedua bayar, dan yang ketiga sadar. Gurunya nyasar adalah guru yang tidak punya tujuan, tidak punya arah, dia guru yang menyesatkan. Mengapa murid-murid bisa membenci pembelajaran?  Karena gurunya saat ini tidak berenergi. Murid-murid bisa membenci apa pun yang disampaikan oleh gurunya  saat ini.  Selain tidak punya target,  tidak punya energi, dia adalah seorang guru yang kehadirannya menjadikan jam dinding bergerak sedemikian lambat, karena murid jenuh. Gurunya nyasar lebih baik segera menyadari. Kalau memang tidak punya energi menjadi seorang guru, lebih baik mengundurkan diri daripada banyak korban yang tidak menyukai pelajaran apa pun disampaikan. 

Yang kedua guru bayar.  Guru bayar adalah guru yang energinya terkait dengan finansial. Dia bekerja karena ada gaji, sebatas dia bekerja karena ada urusan finansial yang diperoleh.  Guru bayar ini kadang-kadang mengajar berdasarkan energi uang.  Guru semacam ini adalah guru yang tidak konsisten. Kadang ketika tanggal muda semangat wajah cerah, antusias karena mungkin ada finansial yang cukup, habis gajian ada sertifikasi.  Namun terkadang mukanya sedemikian tidak semangat, gara-gara dia merasa pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang menjanjikan, pekerjaan yang menyedihkan, tidak menghasilkan kebutuhan, kebutuhannya tidak  terpenuhi. Guru bayar saya sarankan segera sadar karena banyak murid pada dasarnya harus yang mendapatkan inspirasi keilmuan. Tapi mendapatkan guru yang on off kadang semangat kadang tidak, kadang bagus kadang tidak, ini akan menjadikan murid tidak mendapatkan figur yang bener-bener mampu menginspirasinya.

Yang ketiga adalah guru sadar. Yaitu seorang guru yang kehadirannya menjadikan murid-murid mencintai dirinya, mencintai pelajarannya, dan mencintai kehidupan. Karena apa pun yang keluar dari mulut adalah kata-kata yang mampu menyadarkan pembelajaran menjadi menyenangkan, keilmuan menjadi mengasikkan, kehadirannya adalah keadaan yang menyenangkan, kepergiannya adalah kepergian yang dirindukan.  Karenanya mengajar gaya motivator adalah sebuah teknik bagaimana anda mampu menjadi seorang pendidik atau menjadi seorang guru yang sadar menyadari sepenuhnya bahwa profesi ini adalah profesi yang mulia. Sebuah profesi yang menghantarkan murid-murid anda mendapatkan kepahaman keilmuan yang baik dan benar, sehingga mereka mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan sesuai dengan jamannya. Guru sadar adalah konektor kebaikan. Guru sadar adalah konektor keilmuan yang layak dicintai dan akhirnya murid anda mencintai ilmu itu.  Guru sadar adalah guru yang menyadari suatu hari nanti ketika dia meninggal, maka mulut inilah yang akan menjadi amal jariahnya, ilmu yang ditinggalkan akan menjadi inspirasi bagi orang setelahnya. Guru sadar menyadari sepenuhnya bahwa dia adalah magnet bagi kecintaan siswa-siswinya terhadap ilmu yang dia bawa,  kecintaan siswa-siswinya kepada Rabb yang menciptakannya, kecintaan siswa- siswinya kepada sebuah keilmuan yang dihadirkan melalui dirinya.  Semoga anda menjadi guru sadar. Yuk, kita pelajari bersama-sama mengajar gaya motivator! Bagaimana menjadi seorang sadar yang datangnya menyenangkan, pulangnya dirindukan, menarik dan menyenangkan dari detik pertama sampai bel terakhir.

Ada lima langkah yang bisa anda praktikkan untuk mengajar gaya motivator (MGM). Dengan langkah-langkah ini diharapkan anda mampu menjadi guru yang dicintai, guru yang dirindukan, guru yang menginspirasi, dan guru yang menjadikan murid-murid anda mencintai anda, dan mencintai ilmu yang anda bawa. 

Sebelum saya berikan lima tips langkah mengajar gaya motivator, saya ingin mencoba membahas sedikit tentang bagaimana peran seorang guru yang sesungguhnya. Ada guru yang terkadang kita tidak memerankannya dengan utuh. Peran yang pertama adalah mengajar. Peran yang kedua adalah mendidik. Peran yang ketiga adalah menginspirasi dan peran menggerakkan. Terkadang kita lebih fokus pada peran pertama yaitu mengajar. Memindahkan keilmuan yang ada di otak kita otak murid kita, memindahkan kurikulum yang ada ke pikiran murid kita.  Jadi kalau guru hanya sekedar mengajar, maka anda akan kalah dengan metode dan pola-pola hari ini bisa online. Mereka bisa belajar dari youtube, bahkan sekarang sudah ada kalas-kelas online yang memungkinkan murid anda bisa belajar keilmuan tanpa kehadiran guru.

Masuk ke zona berikutnya yaitu peran mendidik. Bagaimana seorang guru mampu didik-mendidik. Tentu guru menjadi idola, menjadi teladan, menjadi contoh.  Guru dari dua kata digugu dan ditiru. Diharapkan ketika anda masuk ke ranah mendidik maka anda bisa memasukkan nilai-nilai, norma-norma, baik yang biasa oleh anak didik kita, dalam keseharian, kedisiplinan, kejujuran, bisa dipercaya, berbagi, bekerja sama, berkomunikasi, memudahkan urusan orang lain, menolong, membantu, itulah pola-pola anda. Masukkan ketika anda mendidik dan anda bisa masuk lewat pembelajaran apapun.  Mungkin anda guru matematika, anda bisa mengajarkan tentang kejujuran, kedisiplinan.  Mungkin anda adalah guru IPA bisa mengajarkan tentang bagaimana mereka bersyukur, bagaimana mereka mampu berinteraksi, bagaimana mereka mampu menjaga. 

Dan ternyata, guru yang mampu mendidik adalah guru yang menginspirasi. Kenapa? Karena dari apa yang ada, dia akan terinspirasi, dia akan menjadikan anda menjadi bagian dari history, bagian dari sejarah mereka, dan bukan hanya sekedar bagian dari store ataupun cerita. Anda adalah sosok yang menginspirasi mereka ketika anda mampu menunjukkan energi, menunjukkan keteladanan. Anda mampu menunjukkan bahwa anda sepenuh hati, maka adalah inspirator bagi mereka. Anda motivator bagi mereka. Dan akhirnya anda mampu menggerakkan mereka, mengerjakan apa yang anda sarankan. Menggerakkan mereka menjalankan apa yang ada. Jadi sekali lagi, guru yang hebat adalah guru yang tidak sekedar mengajar, tapi dia juga mampu mendidik, menginspirasi .dan menggerakkan.

Langkah-langkah mengajar gaya motivator (MGM) menurut Aris Ahmad Jaya, sebagai berikut:

Langkah yang pertama adalah jadilah guru yang menarik dan menyenangkan.  Dengan menarik anda memiliki daya tarik. Dengan menyenangkan anda memiliki daya yang menjadikan murid anda merindukan anda. Bagaimana menarik kemudian bagaimana menyenangkan? Menarik dimulai dari apa yang menyenangkan, dimulai dari apa yang terasa ketika pandangan pertama, murid sudah suka dengan anda, tatapan pertama murid sudah nyaman dengan anda, maka anda sudah mulai masuk ke dalam kategori guru yang menarik. Bagaimana menjadi pribadi yang menarik? Contohnya dari sisi penampilan. Anda adalah seseorang yang memang mempersiapkan penampilan terbaik karena anda adalah sosok yang menarik. Dari sigi berperilaku, anda juga sosok yang menarik hingga murid anda menilai anda, bukan sekedar ketika anda di dalam ruangan tapi juga ketika anda di luar kelas atau di luar ruangan. Untuk menarik anda harus mampu menunjukkan bahwa diri anda bener-bener layak untuk diizinkan oleh murid anda. Nah, untuk diizinkan ini, anda perlu tahu. Diizinkan adalah ketika murid anda mengizinkan dirinya memperhatikan bukan, sekedar melihat, bukan sekedar mendengar.  Jadi anda harus mampu menjadi pribadi yang layak untuk diperhatikan dan untuk didengarkan.

Contoh pembelajaran sederhana bagi anda. Sebelum mereka menerima pelajaran anda, maka murid anda harus menerima anda terlebih dahulu.  Sekali lagi sebelum murid anda menerima pembelajaran apapun yang anda bawa, kurikulum apa pun yang anda beri, materi apa pun yang anda suguhkan, syarat pertama yang harus anda pahami adalah murid  harus menerima anda. Agar mereka mau serta mampu menerima anda, syaratnya adalah mereka mengizinkan anda. Sesungguhnya untuk diizinkan, anda harus menjadi pribadi yang bener-bener menyenangkan. Untuk menyenangkan anda harus mampu untuk memahami bahwa mereka adalah orang yang beda dengan anda.  Ketika anda mengajar anak TK anda harus mampu berperilaku sebagaimana anak TK berperilaku. Ketika anda guru SD anda memahami bagaimana kondisi anak SD kekinian.  Karena SD kekinian beda dengan SD masa anda, masa kita dulu,  ketika anda SMP, ketika anda SMA juga sama. Jadi jangan paksa mereka untuk mengerti anda. Tapi anda harus mampu mengerti mereka, mampu mengubah dari ingin dihargai menjadi menghargai,  ingin dilayani menjadi melayani.

Berikut beberapa contoh bagaimana murid anda membuka pintu mengizinkan untuk anda. Yang pertama, anda masuk dalam sebuah kondisi yang senyum. Pastikan bahwa permasalahan anda itu bukan permasalahan anda, kalaupun anda punya masalah dengan suami, dengan istri, dengan temen, itu bukan masalah murid anda. Jadi pastikan anda masuk dalam kondisi nyaman.  Minimalnya adalah senyumlah. Senyum satu dua dua lima.  Dua senti kanan dua senti kiri, cukup lima detik. Kalau terlalu lama itu kram, jadi cukup senyum masuk yang pertama. Kemudian yang  anda sapa mereka dengan salam yang berbeda. Kalau selama ini anda mengatakan salam langsung asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,  maka mereka belum siap. Coba anda ganti dengan format seperti berikut, “semoga siswa yang menjawab salam saya, cerdas otaknya”.. Mereka akan menjawab amin, kan gitu". "Semoga yang menjawab salam saya mendapatkan nilai terbaik  dan naik kelas dengan rapot yang memuaskan." Atau,  "Semoga yang menjawab salam saya,  menjadi manusia yang berguna, bermanfaat bagi agama, bagi negerinya dan juga bagi keluarganya. Semoga yang menjawab salam saya otaknya jenius, cerdas, dan mudah mempelajari pelajaran yang akan saya berikan hari ini."  Setelah itu anda berusaha “Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,” nah, pasti mereka menjawab anda. Daripada anda masuk dalam kondisi manyun, langsung asalamualaikum, siape yang belum mengerjakan PR ngacung? Maaf, yang belum mengerjakan PR silakan keluar!  Akhirnya mereka keluar semua dan anda mengajar. Mengejar bangku kosong, karena anak zaman sekarang ini mengerjakan PR itu, ya begitu tidak terlalu nyaman.  Itulah kenapa Finlandia itu enggak ada PR, karena mereka tahu pekerjaan rumah itu memang bagi anak.  Tapi kalau anak suka dengan pelajaran enggak usah dikasih PR juga mereka akan belajar.  

Tips yang kedua adalah berikan simulasi-simulasi sederhana sebelum pembelajaran dimulai.  Mainkan game-game sederhana sebelum pembelajaran dimulai.  Anda bisa lakukan game tepuk. Anda bisa lakukan games yang bisa anda ambil dari youtube, dari internet.  Nah anda tinggal cari saja game-game simulasi dari youtube dari training-training yang anda ikuti,  atau dari buku-buku game,  maka mudah mudahan dengan demikian suasana tidak garing di awal. Mainkan simulasi, mainkan game, bisa tepuk, bisa tebak-tebakan, bisa gerak atau menyanyikan lagu bersama-sama.  Mungkin akan memecahkan suasana. Setelah mereka nyaman dengan simulasi-simulasi, game yang anda berikan, maka hormon kebahagiaan mereka akan tumbuh.  Hormon itu bernama hormon endorfin. Hormon yang memiliki delapan kali kekuatan lebih besar daripada morfin. Jadi ketika anda sudah mampu bersimulasi, bermain, memainkan game  dengan mereka maka sebenarnya mereka telah mengizinkan dirinya untuk memperhatikan dan melihat anda.  Mendengarkan instruksi anda, mengikuti apa yang anda suruh.

Ketiga berikan apresiasi.  Anda ngomong begini aja, "Anak-anak, terus terang saja saya suka ngajar kalian,  saya seneng ngajar kelas ini, saya bahagia bertemu dengan kelas ini",  atau anda bilang "Dari sekian banyak kelas yang saya ajar, kelas ini yang buat saya semangat".  Atau anda bilang "Saya bangga menjadi guru kalian.  Atau banyaklah kata-kata yang mungkin bisa anda ungkapkan.  Daripada anda datang marah-marah, emosi.  Tangkap basah kebaikan, tempa besi selagi panas artinya apresiasi prosesnya, apresiasilah siswa-siswi anda, tidak menunggu kenaikan kelas, menunggu mereka menjadi juara nasional. Apresiasi, hargai prosesnya. Ingat tangkap basah kebaikan, tempa besi selagi panas.  Coba anda lihat besi susah sekali ditempa kalau sudah dingin.  Besi mudah ditempa ketika masih sedemikian panas memerah.  Tips ini adalah tips yang luar biasa.  Anda bisa berikan apresiasi secara personal atau apresiasi secara massal. Ketika anda mudah mengapresiasi, sesungguhnya anda mudah diterima. Contoh sederhana ketika ada murid anda datang tepat waktu dan kebetulan anda hadir anda cukup berkata kepada murid itu “Imron, keren! Kamu orang yang disiplin, jadi orang sukses kamu nanti,   Imron".  Itu adalah contoh tempat besi selagi panas tidak menunggu kenaikan kelas yang dia sudah lupa melakukan itu.  Contoh yang lain, ada seorang ketua kelas yang rela mengabdikan dirinya memimpin temen-temannya tanpa gaji, tanpa sertifikat. Itu ketua kelas, ketua osis, ketua panitia, ketua …. macam-macamlah anda bisa menemui dia secara personal dan anda bilang, “Rudi kamu ketua kelas ya, kamu calon leader masa depan karena kamu punya jiwa kepemimpinan keren.  Suatu hari nanti kamu jadi orang sukses karena kamu mau mengabdi untuk banyak orang. Selamat ya, Rudi, ya. Bapak bangga dengan kamu.” atau “ibu bangga dengan kamu”. Kata-kata seperti ini akan menjadikan murid respek kepada anda. Mereka mengapresiasi anda, membela anda, berjuang bersama anda. Nah, jika secara massal anda bisa lakukan seperti ini, "Saya suka,  ya kalian itu orangnya kompak.  Kelas ini kompak.  Keren! Saya bangga jadi wali kelas kalian, keren! Kalian adalah salah satu kelas yang menjadi kelas favorit bagi saya.  Saya terus terang saja, senang ngajar kalian, kalian berproses walaupun pernah remedial, kalian tetap berjuang sehingga hari ini, semua, kalian sudah dinyatakan tuntas.  Keren! Saya syukur, senantiasa bersyukur menjadi guru kalian".

Jadi sekali lagi apresiasi.  Hargai.  dengan menghargai anda dihargai.  Dengan melayani anda dilayani.  Dengan memberi tentunya nya anda menerima.  Jadi, bapak dan ibu yang cerdas,  guru yang pelit apresiasi, pelit pujian, pelit menghargai, maka dia sesungguhnya adalah guru yang menjerat, menjerumuskan muridnya untuk menjadi murid yang tidak suka dengan guru dan apa pun ajaran yang dibawa oleh guru menjadi pelajaran yang membosankan.  Jangan sampai anda menjadi konektor kejelekan atau connector ketidakberhasilan bagi murid anda.  Kalau anda mengajar sebuah ilmu dan murid anda suka dengan ilmu,  anda menjadi konektor kebaikan bagi dia,  menjadi kebaikan masa depannya. Kalau anda adalah konektor keburukan,  murid benci dengan anda,  murid benci dengan pelajaran anda,  benci dengan ilmu anda dan tentu benci dengan siapa yang memberikannya yaitu anda, maka anda telah menutup pintu pintu kesuksesan. Lakukan langkah ini, keajaiban terjadi!

Langkah yang kedua mengajar gaya motivator (MGM) ini adalah temukan titik lebihnya dan motivasilah mereka melalui titik lebih yang mereka punya. Temukan nilai unggulnya dan mulailah masuk melalui nilai unggul yang bersangkutan. Temukan nilai tambah murid anda dan masuklah melalui nilai tambah mereka.  Kita pernah mendengar kalau kita memaksa seekor burung untuk berenang, ikan untuk terbang, monyet untuk melata, maka kita akan melihat kebodohan-kebodohan dari hewan tersebut. Sama hanya seorang guru yang hebat adalah seorang guru yang memberikan kesempatan kesempatan muridnya untuk unggul melalui nilai unggul yang mereka miliki maka keunggulan-keunggulan yang lain akan mengikutinya. Kenapa langkah yang kedua ini penting? Karena terkadang seorang siswa akan masa minder, rendah diri tidak percaya diri dikarenakan dia diberikan momentum yang bukan nilai lebihnya,  dia diberikan momentum nilai kurangnya. Ada murid anda yang kemampuan bahasa yang bagus namun lemah di matematika. Ada murid anda yang hebat di organisasi dan hubungan interpersonal sehingga dia suka aktivitas organisasi,  namun mungkin dia lemah dalam pelajaran tertentu misalnya bahasa atau matematika atau IPA.  Nah, ketika anda menyepakati hal ini maka anda akan diterima oleh murid anda. Sebuah contoh sederhana seorang guru yang mengetahui bahwa salah satu muridnya punya kemampuan matematika yang bagus, maka guru ini akan bisa diterima ketika dia masuk melalui matematika.  Sebuah contoh sederhana, "Amir, matematika kamu keren, kemampuanmu berhitung bagus, suatu hari nanti kamu akan menjadi orang sukses karena biasanya orang pintar matematika dia mampu melakukan kejujuran. Dia bisa teliti. Kamu suatu hari nanti akan menjadi orang hebat melalui matematika ini.  Namun kamu juga harus belajar pelajaran-pelajaran yang lain karena melalui matematika ini kamu akan mendapatkan kehebatanmu dan pelajaran lain akan menjadikanmu juga lebih cepat hebatnya." Inti dari langkah kedua ini adalah temukan nilai tambah murid anda, temukan nilai lebih siswa anda dan biarkan mereka untuk menjadi seseorang berdasarkan nilai lebih dan kehebatannya. Karenanya seorang yang hebat bukanlah orang yang mampu menjadi manusia yang memaksa orang lain untuk hebat sepertinya. Namun seorang hebat adalah seorang mampu menciptakan dan menghantarkan kehebatan generasi setelahnya karena memberikan momentum-momentum hebat bagi anak muridnya. 

Bagaimana mereka bener-bener mampu menemukan ide, nilai tambah, nilai jual mereka, nilai lebih mereka, karena pada dasarnya mereka akan dihargai dan mampu percaya diri dengan nilai tambah yang mereka miliki.  Dan biarkan kekurangannya dilengkapi oleh nilai tambah yang dimiliki oleh orang lain.  Karena mereka pun melengkapi kejelekan orang lain dengan kelebihannya.  Maka  Tips selanjutnya adalah berikan label positif. Ya, berikanlah label positif untuk mereka.  Label positif ini bisa anda berikan secara umum yaitu kelas dan juga bisa anda berikan kepada individu-individu yang ada di dalam kelas. Seperti contoh sederhana, ketika seorang guru berkata seperti ini, “Kelas ini adalah kelas yang kompak dan terampil”. Itulah label.  “Saya suka dengan kelas ini, kalian bener-bener bertanggung jawab dan bisa dipercaya”.  Itulah label.  Atau anda berkata seperti ini “Terus terang saja, ketika saya mengajar kelas ini saya berenergi karena kalian adalah orang-orang yang antusias,  saya suka dengan kalian”, meskipun sebagian mereka belum se-antusias sebagaimana yang anda katakan,  maka ini akan merupakan daya magnet, daya tarik untuk menjadi seperti yang anda harapkan. Tahukah anda label membangun persepsi, label akan membangun rasa, label positif yang anda berikan akan berpengaruh pada persepsi positif, sebagaimana yang anda katakan.  Ingat kata-kata anda adalah proposal hidup dan proposal hidup akan terwujud sebagaimana apa yang anda proposal kan.  Karena kata-kata anda adalah doa.

Langkah yang ketiga dari tips mengajarkan gaya motivator (MGM) dari menghadirkan nilai lebih dan nilai tambah murid murid anda adalah mereka menjadi bagian dari pemain bukan sekedar menjadi penonton. Biarkan mereka menjadi bagian dari sejarah kehidupannya bukan hanya menjadi seorang yang bisa bercerita. Ingat jadikan mereka menjadi bagian dari history yaitu sejarah bukan sekedar story atau pun bercerita. Tentu ketika anda melibatkan mereka untuk berpendapat, beride, bergagagasan tentang sesuatu maka mereka akan ikut bertanggung jawab atas ide dan gagasannya.  Contoh sederhana, anda sebagai sebagai wali kelas misalnya. Anda beride kepada anak murid anda di kelas tersebut, seandainya kalian jadi wali kelas, kira-kira apa yang akan kalian lakukan untuk menjadikan kelas menjadi kelas yang hebat.  Atau kalau kalian diberikan kesempatan untuk merubah kelas ini kira-kira apa saja yang akan kalian rubah.  Atau seandainya kalian adalah kepala sekolah apakah ide-ide kreatif yang akan kalian keluarkan untuk menjadikan sekolah ini menjadi sekolah yang unggul dan hebat. Dengan kita memberikan kesempatan seperti itu,  melibatkan mereka, maka mereka akan mengungkapkan ide, gagasan kecerdasan, emosi, dan hal-hal yang mereka harapkan selama ini. Tentu ketika ide dan gagasan ini ditampung kemudian dijalankan maka mereka akan menjadi bagian yang bertanggung jawab atas ide dan gagasan itu karena mereka merasa terlibat dalam proses perwujudan ide dan gagasan tersebut.  Ini sangat berbeda manakala ide gagasan hanya dari guru, hanya dari wali kelas,  hanya dari kepala sekolah,  tanpa melibatkan mereka.  Jadi sekali lagi dengan anda melibatkan mereka memberikan kesempatan mereka untuk beride, bergagasan, berusul maka anda juga memberikan kesempatan kepada anak didik anda menjadi bagian dari sejarah.  Menjadi bagian dari pelaku bukan sekedar penonton.  Jadi bapak dan ibu yang cerdas, sesungguhnya orang-orang hebat, guru-guru yang hebat, bukanlah guru yang nampak hebat di hadapan muridnya, namun guru-guru yang hebat adalah guru yang mampu mewujudkan kehebatan muridnya karena melibatkan muridnya dalam proses kehebatan masa depannya. 

Sang Motivator Menjawab


Apakah semua guru berpotensi untuk menjadi guru sadar, meskipun latar belakang tipe sebelumnya adalah bayar atau nyasar

Semua guru berpotensi untuk jadi guru sadar.  Ya, namun itu sangat terkait dengan bagaimana dia meluruskan niat, meluruskan keinginan yang kuat karena pada dasarnya guru sadar sangat terkait dengan latar depan, bukan latar belakang. Bisa jadi dia dari latar bukan keguruan, bisa jadi keilmuannya mungkin tidak sesuai dengan yang diajarkan saat ini, namun karena dia sadar, dia mau belajar memperbaiki diri, belajar metode-metode yang tepat kemudian dia belajar banyak ilmu maka dia bisa menjadi seorang guru sadar. Namun seorang guru yang bayar atau nyasar susah untuk menjadi guru sadar manakala dia tidak berani keluar dari zona kenyamanan mereka. Sekali lagi,  guru sadarlah seorang guru yang memiliki sebuah niat yang mulia. Bukan sekedar bayaran, bukan sekedar mengisi waktu luang dan insyaallah guru-guru yang punya potensi terus belajar, mengabdi, melayani, berkontribusi, lambat laun dia akan menjadi seorang guru sadar yang dirindukan, dinantikan, dan menjadi inspirasi bagi murid-muridnya.  insyaallah mudah mudahan pak ari nanda dan semua yang ada di grup ini menjadi guru sadar yang hadirnya menyenangkan pulang dirindukan terima kasih. 

Bagaimana mendisiplinkan kelas yang rata-rata muridnya cenderung suka melawan dan mengabaikan perintah guru?  (Ari R.,  Purbalingga)  

Ini harus dirunut penyebab utamanya kelas yang kurang disiplin dan cenderung melawan dan juga abai terhadap perintah guru. Biasanya pola pembelajaran yang diterima siswa adalah pembelajaran yang menjenuhkan. Atau guru lebih banyak mengajar dan belum masuk ke titik mendidik dan menginspirasi. Suasana kelas adalah suasana yang menyelesaikan kurikulum namun mungkin tidak ada suasana yang bahagia atau kurang bahagia. Sebenarnya setiap anak fitrahnya dia bisa menerima hal-hal yang baik, asalkan cara penyampaiannya menarik dan menyenangkan. Ketika dia cenderung melawan atau kurang disiplin apalagi rata-rata muridnya suka melawan, biasanya mereka memberontak dengan cara remaja kekinian. Jadi kalau saya boleh berbicara harus diperbaiki hubungan interpersonal. Ini bisa dilihat di youtube yang saya share di atas tentang bahasa cinta guru idola.  Bisa diklik di channel Aris Mister Sugesti Indonesia. Di situ ada bahasa cinta guru idola. Jawabannya ada di sana mudah mudahan dengan lima langkah yang ada di youtube anda bisa mempraktikkannya terima kasih.

Apakah label dengan apresiasi sama?

Baik pertanyaan tentang label sama dengan apresiasi. Label adalah bagian dari apresiasi. Jadi di antara cara mengapresiasi adalah memberikan label positif. Jadi apresiasi itu banyak cara di antaranya adalah memberikan label atau di antara yang lain adalah menghargai dengan segera ketika proses berjalan tidak menunggu hasil akhir atau memberikan peluang kepada mereka untuk menjadi duta sekolah. Nah itu adalah bagian contoh dari apresiasi. Jadi sekali lagi label adalah bagian dari apresiasi terutama label positif terima kasih.

Bagaimana cara menguasai emosi dalam mengajarkan kebaikan pada anak didik. Secara teori gampang, namun Indonesia sangat sulit? (Supriyanto, Bekasi)

Baik, apa yang kita yakini, itu yang juga terjadi. Jadi ketika kita berkata bahwa teori gampang namun praktiknya sulit itulah yang terjadi. Karena kita adalah sebagaimana apa yang ada dalam pikiran kita. Yang harus terjadi adalah menguasai emosi. Kita mengajarkan kebaikan, memang dimulai dari bagaimana kesadaran kita menjadi guru sadar dan bukan menjadi guru nyasar atau guru bayar. Pada prinsipnya anak jaman now berbeda dengan kita, era kita. Harus mengerti sebelum ini dimengerti, mampu merubah menjadi.  Sebelumnya adalah ingin dihargai maka kita saatnya menghargai.  Ingin didengarkan saatnya mendengarkan, ingin dilayani saatnya melayani karena pada dasarnya sifat dasar murid kita adalah dia menyukai guru yang menghargai mereka, dia menyenangi guru yang penyampaiannya adalah menarik, dan menyenangkan. Ketika kita diterima maka apapun yang kita bawa insyaallah diterima oleh murid kita. Jadi, pada prinsipnya tidak ada anak nakal atau anak bandel. Ini yang perlu kita pahami, semua fitrahnya baik. Yang ada adalah anak yang kurang mampu mendapatkan cinta, sehingga dia tidak bisa menerima nasihat dari orang-orang di sekitarnya dan dia mencoba mencari perhatian dengan cara berbuat yang tidak baik. Dan cara itulah yang paling mudah dia peroleh untuk mendapatkan perhatian dan bukan dengan prestasi. Mudah-mudahan kita bisa kembali lebih detail tentang bagaimana mengelola emosi, memperbesar kapasitas diri, sentuhan emas dan ini adalah penting bagi para guru.

Baik pertanyaan dari saudara Ros dari Sumatera Barat. Untuk bisa menjadikan pembelajaran tetap menarik dan menyenangkan sampe berakhirnya pembelajaran, maka perlu diselingi simulasi-simulasi, game-game, tebak-tebakan, atau bahkan ada relaksasi yang jelas. Jelas adalah panggung anda, anda adalah kurikulum yang sesungguhnya. Ketika murid sudah menyenangi anda, maka jam dinding akan bergerak cepat. Namun ketika murid tidak suka dengan pembelajaran, yang anda sampaikan, jam dinding bergerak sedemikian lambat dan seolah-olah tidak selesai-selesai.  Jadi prinsipnya, harus banyak belajar. Anda bisa buka di instagram saya di situ banyak contohnya, aris ahmad jaya atauchannel youtube. Saya di situ juga banyak tips dan trik serta simulasi-simulasi yang bisa dipelajari bagaimana menjadi guru yang menarik menyenangkan dari awal pembelajaran sampe terakhir. Mudah-mudahan bermanfaat.

Oke waalaikumsalam, ibu Sri Indaryani betul sebagian mungkin kita tiba-tiba memberikan game yang kaku, jadi anak-anak kaget tumben begitu. Jadi pada dasarnya inti dasar jiwa manusia adalah menyukai permainan. Karenanya perlu dipilihkan permainan yang cocok sesuai dengan usia mereka. Permainan yang sesuai dengan kondisi dan itu perlu banyak belajar. Bisa dilihat dari youtube banyak sekali. Jadi jangan sampe game PAUD kita terapkan untuk anak-anak SMP atau SMA. Tentu mereka merasa kok aneh, gitu ya. Jadi jamnya juga harus disesuaikan. Sepengetahuan saya selama ini ketika berhadapan dengan siswa ataupun mahasiswa bahkan mereka suka dengan game. Catatannya adalah game yang bagus, game yang sesuai dengan usia mereka, menyenangkan, sesuai dengan situasi dan kondisi, dan yang terpenting adalah kita juga harus menjadi pribadi yang bahagia dalam menyampaikan. Game itu sendiri jangan sampai ingin membuat mereka bahagia, kita sedih, dalam kondisi yang kurang bahagia. Silakan dibuka di channel youtube saya, di situ ada tips dan triknya mudah-mudahan bermanfaat.

Bagaimana seorang guru yang mampu menjadikan siswanya berprestasi namun dia sendiri tidak dapat ikut prestasi namun juga ada tipe guru yang berprestasi tapi tidak mampu menjadikan siswanya berprestasi? (Andi)
Sebenarnya ini adalah pola manajemen saja. Guru yang berprestasi itu bagus, tapi kenapa dia menyatakan siswa investasi. Bisa jadi dia mampu memahami keilmuannya, namun belum mampu menyampaikan pembelajaran secara baik dan menyenangkan untuk siswa-siswinya sehingga dia menyukai pelajaran yang disampaikan, namun cara menyampaikannya tidak menyenangkan. Akhirnya murid tidak berprestasi. Yang pertama guru mampu menciptakan anak berprestasi namun dia tidak sempat ikut lomba berprestasi. Ini manajemen waktu saja. Dia harus tahu semua ada aturannya walaupun dia berprestasi tapi kalau tidak memenuhi prasyarat guru berprestasi, ya jelas tidak bisa. Nah itu ikut aja persyaratannya. Insyaallah dia pun suatu hari nanti mampu menjadi guru berprestasi, yang menciptakan anak murid yang berprestasi, seperti itu.



                                                                                    Gunungkidul, 16 April 2020










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Portofolio Digital

Selamat datang di Portofolio Digital saya Saya,  Eni Indarwati, M.Pd.  Pengawas Sekolah Dasar di Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Blo...