|
|
BERSAMA ARIS AHMAD JAYA
Oleh : Eni Indarwati
Profil
Nama : H. Aris Ahmad Jaya, DVM, MM.
TTL :
Pati, 23 Februari 1974
Alamat :
Bogor Raya Permai FD IV No. 16.A Bogor
Hp. :
0818-101446
Email :
arissugestipower@gmail.com
Aktivitas
·
Motivator
Nasional Character Building “Auto Sugesti Power”
·
Penulis
Buku Motivasi Best Seller 30 hari Mencari Jati Diri
·
Terapist
Trauma Heling Nasional
·
Owner
ABCo
Pengalaman Organisasi
1.
Ketua
Umum OSIS SMU Institut Indonesia I Yogyakarta 92/93
2.
Ketua
Umum Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan
IPB Tahun 96/97
3.
Sekretaris
Jendral Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia 97/99
4.
Ketua
Delegasi Studi Banding Pendidikan Kedokteran Hewan Indonesia-Malaysia 97
5.
Personalia
Manager PT SCo Prima Inovatindo 2000-2002
6.
Direktur
PT ABCo Sugesti Motivatindo 2003 – 2014
Buku Yang Telah Ditulis
- 30 Hari Mencari Jati Diri (Best Seller) terjual lebih dari 39.000 buku.Tahun 2003
- Spirit Of Success ,ABCoPulisher. 2006
- BETHE 5 Karakter Idola Pecundang Sejati, PustakaInti Jakarta, 2007
- Aura Kemenangan, ABCo Publisher 2008
- Motivadrenalin, Meningkatkan adrenalin motivasi menuju sukses dan bahagia. ABCo Publisher 2008
- Motimorphosis, MotivasiMenujuPerubahan. ABCo Publisher 2010
Pengalaman Training
- PT Telkom, JICT (Jakarta International Container Terminal), PT Coca Cola, PT BankMandiri, Telkomsel, Garuda Food, Asuransi Tripa Syariah, Asuransi Takaful, Asuransi Prudential, Asuransi Ekspor Impor, PT Indosat, Bank Permata, PT Kangean energy Jakarta, DepartemenPertanian RI, Departemen Perdagangan RI, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI, Departemen Kelautan dan Perikanan RI, Direktorat Pajak RI.
- Perguruan Labschool Jakarta, Perguruan Al AzharPusat, Perguruan Madania Bogor, Perguruan Al Ittihat Rumbai Riau, Pesantren Baabussalaam Riau, Diniah Putri Padang Panjang, SMA Negeri 8 Jakarta, dan beberapa sekolah unggulan RSBI di Indonesia. dan masih banyak lagi.
Pertemuan
online ke-13, Kamis, 16 April 2020.
Mengawali
kuliah online, moderator menyampaikan salam dan memperkenalkan narasumber,
serta memeberikan alamat blog beliau http://arisahmadjaya.com/. Kuliah online kali ini berbeda
dengan sebelumnya. Narasumber menggunakan media audio, sehingga peserta lebih
tahu bagaimana gaya bicara Sang Motivator pada saat menyampaikan motivasinya.
Berikut
pemaparan materi secara lengkap oleh Motivator Kondang Aris Ahmad Jaya (AAJ),
yang berhasil penulis rangkum.
Asalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh, bapak dan ibu guru yang hebat perkenalkan saya Aris
Ahmad jaya. Saat ini sebagai seorang motivator karakter building dan juga
trainer, serta coach sekolah-sekolah
unggul di Indonesia. Saya berharap dengan momentum saat ini, di mana anak-anak
kita sedang belajar di rumah, guru pun seharusnya belajar kembali tentang
bagaimana memiliki seni menyampaikan, memiliki seni untuk dicintai, dirindukan
oleh anak didiknya sehingga pembelajaran sedemikian menjadi menarik. Telah
lebih dari sepuluh ribu alliance yang merasakan pola mengajar gaya motivator. Insyaallah
di momentum saat saya berbagi dengan anda secara free. Silakan anda bagi kepada guru-guru yang lain,
yang belum sempat mengikuti training online ini. Insyaallah anda akan mempelajari banyak hal
di antaranya adalah bagaimana anda menjadi pribadi yang mampu menarik dan
menyenangkan, pribadi yang dirindukan, dan pribadi yang mampu menginspirasi,
serta menjadikan anak didik anda mencintai anda, sebelum mencintai pelajaran
yang anda bawakan. Salam bahagia, Saya Aris Ahmad Jaya dari lembaga karakter
building nasional abu ko sugesti motivation, selamat menikmati asalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh.
Berdasarkan niat seseorang menjadi guru Aris Ahmad Jaya membagi dua yang pertama adalah guru betulan dan yang kedua adalah guru kebetulan. Guru betulan adalah guru yang memang dari awal ingin menjadi seorang pendidik, ingin mengajar, dan memang dia ingin menjadi guru. Guru betulan ini memang seorang guru yang diidamkan, guru yang memiliki energi untuk mengajar, energi untuk bertemu dengan siswa, energi untuk menularkan keilmuannya, kepada anak didiknya.
Guru kebetulan yaitu kebetulan ada lowongan menjadi pengajar, maka dia menjadi guru. Kebetulan lulus dari universitas dan sambil menunggu pekerjaan, maka dia melamar menjadi guru. Kebetulan diterima, makanya akhirnya menjadi guru seterusnya. Kebetulan ada yang orang tua yang butuh guru, butuh dimanage sehingga, mau tidak mau harus melanjutkan impian orang tua akhirnya menjadi guru dan pendidik di yayasan itu. Kebetulan ada temen yang ngajak, daripada tidak ada pekerjaan maka menjadi guru.
Sang Motivator Menjawab
Berdasarkan niat seseorang menjadi guru Aris Ahmad Jaya membagi dua yang pertama adalah guru betulan dan yang kedua adalah guru kebetulan. Guru betulan adalah guru yang memang dari awal ingin menjadi seorang pendidik, ingin mengajar, dan memang dia ingin menjadi guru. Guru betulan ini memang seorang guru yang diidamkan, guru yang memiliki energi untuk mengajar, energi untuk bertemu dengan siswa, energi untuk menularkan keilmuannya, kepada anak didiknya.
Guru kebetulan yaitu kebetulan ada lowongan menjadi pengajar, maka dia menjadi guru. Kebetulan lulus dari universitas dan sambil menunggu pekerjaan, maka dia melamar menjadi guru. Kebetulan diterima, makanya akhirnya menjadi guru seterusnya. Kebetulan ada yang orang tua yang butuh guru, butuh dimanage sehingga, mau tidak mau harus melanjutkan impian orang tua akhirnya menjadi guru dan pendidik di yayasan itu. Kebetulan ada temen yang ngajak, daripada tidak ada pekerjaan maka menjadi guru.
Apakah
guru kebetulan itu salah? Salah kalau kebetulannya terus menerus dan tidak mau
belajar. Namun kadang-kadang guru kebetulan pun akan menjadi guru betulan ketika
dia mau belajar, mau mengerti bahwa ini bagian dari sebuah proses yang harus
dihadapi. Dan kadang-kadang guru
kebetulan pun bisa menjadi guru yang mencintai, guru yang dicintai. Guru yang
mengalami kegiatan belajar mengajar dengan sungguh sungguh, dia menyadari bahwa
ini bagian dari sebuah proses baik yang harus dijalankan.
Apakah anda guru betulan atau kebetulan? Saya tidak ada masalah. Yang
jadi masalah adalah ketika anda tidak mau menerima profesi anda sebagai seorang
guru. Itu yang masalah, baik anda guru betulan maupun anda guru kebetulan. Ketika
anda menerima profesi anda ini sebagai bagian dari sebuah pilihan mulia mau
memberi pembelajaran dengan cara yang baik dan menyenangkan, menginspirasi anak,
diri anda mencintai yang anda sampaikan, maka sesungguhnya guru betulan maupun
guru kebetulan buahnya akan manis, manakala dia adalah guru yang mencintai
profesinya. Apalah artinya guru betulan namun tidak mau belajar, menyampaikan
asal asalan, dan menyesali pilihan hidupnya. Karena itu selamat datang para
guru yang mau menginvestasikan waktu untuk belajar. Saya Aris Ahmad Jaya ingin mencoba membantu
anda untuk menjadi guru yang dirindukan.
Berdasarkan kinerja saya
membagi ada tiga tipe guru. Yang pertama adalah nyasar, yang kedua bayar, dan
yang ketiga sadar. Gurunya
nyasar adalah guru yang tidak punya tujuan, tidak punya arah, dia guru yang
menyesatkan. Mengapa murid-murid bisa membenci pembelajaran? Karena gurunya saat ini tidak berenergi.
Murid-murid bisa membenci apa pun yang disampaikan oleh gurunya saat ini.
Selain tidak punya target, tidak
punya energi, dia adalah seorang guru yang kehadirannya menjadikan jam dinding
bergerak sedemikian lambat, karena murid jenuh. Gurunya nyasar lebih baik
segera menyadari. Kalau memang tidak punya energi menjadi seorang guru, lebih
baik mengundurkan diri daripada banyak korban yang tidak menyukai pelajaran apa
pun disampaikan.
Yang
kedua guru bayar. Guru bayar adalah guru
yang energinya terkait dengan finansial. Dia bekerja karena ada gaji, sebatas
dia bekerja karena ada urusan finansial yang diperoleh. Guru bayar ini kadang-kadang mengajar
berdasarkan energi uang. Guru semacam
ini adalah guru yang tidak konsisten. Kadang ketika tanggal muda semangat wajah
cerah, antusias karena mungkin ada finansial yang cukup, habis gajian ada
sertifikasi. Namun terkadang mukanya
sedemikian tidak semangat, gara-gara dia merasa pekerjaan ini bukanlah
pekerjaan yang menjanjikan, pekerjaan yang menyedihkan, tidak menghasilkan
kebutuhan, kebutuhannya tidak terpenuhi.
Guru bayar saya sarankan segera sadar karena banyak murid pada dasarnya harus
yang mendapatkan inspirasi keilmuan. Tapi mendapatkan guru yang on off kadang semangat kadang tidak,
kadang bagus kadang tidak, ini akan menjadikan murid tidak mendapatkan figur
yang bener-bener mampu
menginspirasinya.
Yang ketiga adalah guru sadar. Yaitu seorang guru yang kehadirannya
menjadikan murid-murid mencintai dirinya, mencintai pelajarannya, dan mencintai
kehidupan. Karena apa pun yang keluar dari mulut adalah kata-kata yang mampu
menyadarkan pembelajaran menjadi menyenangkan, keilmuan menjadi mengasikkan,
kehadirannya adalah keadaan yang menyenangkan, kepergiannya adalah kepergian
yang dirindukan. Karenanya mengajar gaya
motivator adalah sebuah teknik bagaimana anda mampu menjadi seorang pendidik
atau menjadi seorang guru yang sadar menyadari sepenuhnya bahwa profesi ini
adalah profesi yang mulia. Sebuah profesi yang menghantarkan murid-murid anda
mendapatkan kepahaman keilmuan yang baik dan benar, sehingga mereka mampu menyelesaikan
permasalahan-permasalahan sesuai dengan jamannya. Guru sadar adalah konektor
kebaikan. Guru sadar adalah konektor keilmuan yang layak dicintai dan akhirnya
murid anda mencintai ilmu itu. Guru
sadar adalah guru yang menyadari suatu hari nanti ketika dia meninggal, maka
mulut inilah yang akan menjadi amal jariahnya, ilmu yang ditinggalkan akan
menjadi inspirasi bagi orang setelahnya. Guru sadar menyadari sepenuhnya bahwa
dia adalah magnet bagi kecintaan siswa-siswinya terhadap ilmu yang dia bawa, kecintaan siswa-siswinya kepada Rabb yang
menciptakannya, kecintaan siswa- siswinya kepada sebuah keilmuan yang
dihadirkan melalui dirinya. Semoga anda
menjadi guru sadar. Yuk, kita pelajari bersama-sama mengajar gaya motivator! Bagaimana
menjadi seorang sadar yang datangnya menyenangkan, pulangnya dirindukan,
menarik dan menyenangkan dari detik pertama sampai bel terakhir.
Ada lima langkah yang bisa anda
praktikkan untuk mengajar gaya motivator (MGM). Dengan langkah-langkah ini diharapkan anda mampu menjadi guru yang
dicintai, guru yang dirindukan, guru yang menginspirasi, dan guru yang
menjadikan murid-murid anda mencintai anda, dan mencintai ilmu yang anda bawa.
Sebelum
saya berikan lima tips langkah mengajar gaya motivator, saya ingin mencoba
membahas sedikit tentang bagaimana peran seorang guru yang sesungguhnya. Ada
guru yang terkadang kita tidak memerankannya dengan utuh. Peran yang pertama
adalah mengajar. Peran yang kedua adalah mendidik. Peran yang ketiga adalah
menginspirasi dan peran menggerakkan. Terkadang kita lebih fokus pada peran
pertama yaitu mengajar. Memindahkan keilmuan yang ada di otak kita otak murid
kita, memindahkan kurikulum yang ada ke pikiran murid kita. Jadi kalau guru hanya sekedar mengajar, maka
anda akan kalah dengan metode dan pola-pola hari ini bisa online. Mereka bisa belajar dari youtube, bahkan sekarang sudah ada
kalas-kelas online yang memungkinkan
murid anda bisa belajar keilmuan tanpa kehadiran guru.
Masuk ke zona berikutnya yaitu peran mendidik. Bagaimana seorang guru mampu didik-mendidik. Tentu guru menjadi idola,
menjadi teladan, menjadi contoh. Guru
dari dua kata digugu dan ditiru. Diharapkan
ketika anda masuk ke ranah mendidik maka anda bisa memasukkan nilai-nilai,
norma-norma, baik yang biasa oleh anak didik kita, dalam keseharian, kedisiplinan,
kejujuran, bisa dipercaya, berbagi, bekerja sama, berkomunikasi, memudahkan
urusan orang lain, menolong, membantu, itulah pola-pola anda. Masukkan ketika
anda mendidik dan anda bisa masuk lewat pembelajaran apapun. Mungkin anda guru matematika, anda bisa
mengajarkan tentang kejujuran, kedisiplinan.
Mungkin anda adalah guru IPA bisa mengajarkan tentang bagaimana mereka
bersyukur, bagaimana mereka mampu berinteraksi, bagaimana mereka mampu menjaga.
Dan ternyata, guru yang mampu mendidik adalah guru yang menginspirasi. Kenapa?
Karena dari apa yang ada, dia akan terinspirasi, dia akan menjadikan anda
menjadi bagian dari history, bagian dari sejarah mereka, dan bukan hanya
sekedar bagian dari store ataupun cerita. Anda adalah sosok yang menginspirasi
mereka ketika anda mampu menunjukkan energi, menunjukkan keteladanan. Anda
mampu menunjukkan bahwa anda sepenuh hati, maka adalah inspirator bagi mereka.
Anda motivator bagi mereka. Dan akhirnya anda mampu menggerakkan mereka,
mengerjakan apa yang anda sarankan. Menggerakkan mereka menjalankan apa yang
ada. Jadi sekali lagi, guru yang hebat adalah guru yang tidak sekedar mengajar,
tapi dia juga mampu mendidik, menginspirasi .dan menggerakkan.
Langkah-langkah mengajar gaya motivator (MGM) menurut Aris Ahmad Jaya, sebagai berikut:
Langkah yang pertama
adalah jadilah guru yang menarik dan menyenangkan. Dengan menarik anda
memiliki daya tarik. Dengan menyenangkan anda memiliki daya yang menjadikan
murid anda merindukan anda. Bagaimana menarik kemudian bagaimana menyenangkan? Menarik dimulai dari apa yang menyenangkan, dimulai dari apa yang terasa ketika
pandangan pertama, murid sudah suka
dengan anda, tatapan pertama murid sudah nyaman dengan anda, maka anda sudah
mulai masuk ke dalam kategori guru yang menarik. Bagaimana menjadi pribadi yang menarik? Contohnya dari sisi penampilan.
Anda adalah seseorang yang memang mempersiapkan penampilan terbaik karena anda
adalah sosok yang menarik. Dari sigi berperilaku, anda juga sosok yang menarik
hingga murid anda menilai anda, bukan sekedar ketika anda di dalam ruangan tapi
juga ketika anda di luar kelas atau di luar ruangan. Untuk menarik anda harus
mampu menunjukkan bahwa diri anda bener-bener layak untuk diizinkan oleh murid
anda. Nah, untuk diizinkan ini, anda perlu tahu. Diizinkan adalah ketika murid
anda mengizinkan dirinya memperhatikan bukan, sekedar melihat, bukan sekedar mendengar. Jadi anda harus
mampu menjadi pribadi yang layak untuk diperhatikan dan untuk didengarkan.
Contoh pembelajaran sederhana bagi anda. Sebelum
mereka menerima pelajaran anda, maka murid anda harus menerima anda terlebih dahulu. Sekali lagi sebelum murid anda menerima
pembelajaran apapun yang anda bawa, kurikulum apa pun yang anda beri, materi
apa pun yang anda suguhkan, syarat pertama yang harus anda pahami adalah murid harus menerima anda. Agar mereka mau serta
mampu menerima anda, syaratnya adalah mereka mengizinkan anda. Sesungguhnya
untuk diizinkan, anda harus menjadi pribadi yang bener-bener menyenangkan. Untuk
menyenangkan anda harus mampu untuk memahami bahwa mereka adalah orang yang
beda dengan anda. Ketika anda mengajar
anak TK anda harus mampu berperilaku sebagaimana anak TK berperilaku. Ketika
anda guru SD anda memahami bagaimana kondisi anak SD kekinian. Karena SD kekinian beda dengan SD masa anda, masa
kita dulu, ketika anda SMP, ketika anda
SMA juga sama. Jadi jangan paksa mereka untuk mengerti anda. Tapi anda harus
mampu mengerti mereka, mampu mengubah dari ingin dihargai menjadi menghargai, ingin dilayani menjadi melayani.
Berikut beberapa contoh bagaimana murid anda membuka pintu mengizinkan
untuk anda. Yang pertama, anda masuk
dalam sebuah kondisi yang senyum. Pastikan bahwa permasalahan anda itu bukan
permasalahan anda, kalaupun anda punya masalah dengan suami, dengan istri,
dengan temen, itu bukan masalah murid anda. Jadi pastikan anda masuk dalam
kondisi nyaman. Minimalnya adalah
senyumlah. Senyum satu dua dua lima. Dua
senti kanan dua senti kiri, cukup lima detik. Kalau terlalu lama itu kram, jadi
cukup senyum masuk yang pertama. Kemudian yang anda sapa mereka dengan
salam yang berbeda. Kalau selama ini anda mengatakan salam langsung
asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, maka mereka belum siap. Coba anda ganti dengan
format seperti berikut, “semoga siswa yang menjawab salam saya, cerdas otaknya”..
Mereka akan menjawab amin, kan gitu". "Semoga yang menjawab salam saya mendapatkan
nilai terbaik dan naik kelas dengan
rapot yang memuaskan." Atau, "Semoga yang
menjawab salam saya, menjadi manusia
yang berguna, bermanfaat bagi agama, bagi negerinya dan juga bagi keluarganya. Semoga
yang menjawab salam saya otaknya jenius, cerdas, dan mudah mempelajari
pelajaran yang akan saya berikan hari ini."
Setelah itu anda berusaha “Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,” nah,
pasti mereka menjawab anda. Daripada anda masuk dalam kondisi manyun, langsung
asalamualaikum, siape yang belum mengerjakan PR ngacung? Maaf, yang belum
mengerjakan PR silakan keluar! Akhirnya
mereka keluar semua dan anda mengajar. Mengejar bangku kosong, karena anak zaman
sekarang ini mengerjakan PR itu, ya begitu tidak terlalu nyaman. Itulah kenapa Finlandia itu enggak ada PR,
karena mereka tahu pekerjaan rumah itu memang bagi anak. Tapi kalau anak suka dengan pelajaran enggak
usah dikasih PR juga mereka akan belajar.
Tips yang kedua adalah berikan simulasi-simulasi sederhana sebelum
pembelajaran dimulai. Mainkan game-game
sederhana sebelum pembelajaran dimulai.
Anda bisa lakukan game tepuk. Anda bisa lakukan games yang bisa anda
ambil dari youtube, dari internet. Nah anda tinggal cari saja game-game simulasi dari youtube dari training-training yang anda ikuti, atau dari
buku-buku game, maka mudah mudahan
dengan demikian suasana tidak garing di awal. Mainkan simulasi, mainkan game,
bisa tepuk, bisa tebak-tebakan, bisa gerak atau menyanyikan lagu bersama-sama. Mungkin akan memecahkan suasana. Setelah
mereka nyaman dengan simulasi-simulasi, game yang anda berikan, maka hormon
kebahagiaan mereka akan tumbuh. Hormon
itu bernama hormon endorfin. Hormon yang memiliki delapan kali kekuatan lebih
besar daripada morfin. Jadi ketika anda sudah mampu bersimulasi, bermain,
memainkan game dengan mereka maka
sebenarnya mereka telah mengizinkan dirinya untuk memperhatikan dan melihat
anda. Mendengarkan instruksi anda,
mengikuti apa yang anda suruh.
Ketiga berikan apresiasi. Anda ngomong begini aja, "Anak-anak, terus
terang saja saya suka ngajar kalian, saya seneng ngajar kelas ini, saya bahagia bertemu dengan kelas ini", atau anda bilang "Dari sekian banyak kelas yang
saya ajar, kelas ini yang buat saya semangat". Atau anda bilang "Saya bangga menjadi guru kalian. Atau banyaklah kata-kata yang mungkin bisa
anda ungkapkan. Daripada anda
datang marah-marah, emosi. Tangkap basah kebaikan, tempa besi selagi panas artinya apresiasi
prosesnya, apresiasilah siswa-siswi anda, tidak menunggu kenaikan kelas,
menunggu mereka menjadi juara nasional. Apresiasi, hargai prosesnya. Ingat tangkap basah kebaikan, tempa besi selagi
panas. Coba anda lihat besi susah
sekali ditempa kalau sudah dingin. Besi
mudah ditempa ketika masih sedemikian panas memerah. Tips ini adalah tips yang luar biasa. Anda bisa berikan apresiasi secara personal
atau apresiasi secara massal. Ketika anda mudah mengapresiasi, sesungguhnya
anda mudah diterima. Contoh sederhana ketika ada murid anda datang tepat waktu
dan kebetulan anda hadir anda cukup berkata kepada murid itu “Imron, keren!
Kamu orang yang disiplin, jadi orang sukses kamu nanti, Imron". Itu adalah contoh tempat besi selagi panas
tidak menunggu kenaikan kelas yang dia sudah lupa melakukan itu. Contoh yang lain, ada seorang ketua kelas
yang rela mengabdikan dirinya memimpin temen-temannya tanpa gaji, tanpa
sertifikat. Itu ketua kelas, ketua osis, ketua panitia, ketua …. macam-macamlah
anda bisa menemui dia secara personal dan anda bilang, “Rudi kamu ketua kelas ya,
kamu calon leader masa depan karena kamu punya jiwa kepemimpinan keren. Suatu hari nanti kamu jadi orang sukses
karena kamu mau mengabdi untuk banyak orang. Selamat ya, Rudi, ya. Bapak bangga
dengan kamu.” atau “ibu bangga dengan kamu”. Kata-kata seperti ini akan
menjadikan murid respek kepada anda. Mereka mengapresiasi anda, membela anda,
berjuang bersama anda. Nah, jika secara massal anda bisa lakukan seperti ini, "Saya
suka, ya kalian itu orangnya kompak. Kelas ini kompak. Keren! Saya bangga jadi wali kelas kalian, keren!
Kalian adalah salah satu kelas yang menjadi kelas favorit bagi saya. Saya terus terang saja, senang ngajar kalian, kalian berproses walaupun
pernah remedial, kalian tetap berjuang sehingga hari ini, semua, kalian sudah
dinyatakan tuntas. Keren! Saya syukur,
senantiasa bersyukur menjadi guru kalian".
Jadi sekali lagi apresiasi. Hargai. dengan menghargai anda dihargai. Dengan melayani anda dilayani. Dengan memberi tentunya nya anda menerima. Jadi,
bapak dan ibu yang cerdas, guru yang pelit apresiasi, pelit pujian,
pelit menghargai, maka dia sesungguhnya adalah guru yang menjerat, menjerumuskan
muridnya untuk menjadi murid yang tidak suka dengan guru dan apa pun ajaran
yang dibawa oleh guru menjadi pelajaran yang membosankan. Jangan sampai anda menjadi konektor kejelekan
atau connector ketidakberhasilan bagi murid anda. Kalau anda mengajar sebuah ilmu dan murid
anda suka dengan ilmu, anda menjadi
konektor kebaikan bagi dia, menjadi
kebaikan masa depannya. Kalau anda adalah konektor keburukan, murid benci dengan anda, murid benci dengan pelajaran anda, benci dengan ilmu anda dan tentu benci dengan
siapa yang memberikannya yaitu anda, maka
anda telah menutup pintu pintu kesuksesan. Lakukan langkah ini, keajaiban terjadi!
Langkah yang kedua
mengajar gaya motivator (MGM) ini adalah temukan titik lebihnya dan motivasilah
mereka melalui titik lebih yang mereka punya. Temukan nilai unggulnya dan
mulailah masuk melalui nilai unggul yang bersangkutan. Temukan nilai tambah
murid anda dan masuklah melalui nilai tambah mereka. Kita pernah mendengar kalau kita memaksa seekor burung untuk berenang, ikan untuk terbang, monyet untuk melata, maka kita akan
melihat kebodohan-kebodohan dari hewan tersebut. Sama hanya seorang guru
yang hebat adalah seorang guru yang memberikan kesempatan kesempatan muridnya
untuk unggul melalui nilai unggul yang mereka miliki maka keunggulan-keunggulan
yang lain akan mengikutinya. Kenapa langkah yang kedua ini penting? Karena terkadang
seorang siswa akan masa minder, rendah diri tidak percaya diri dikarenakan dia
diberikan momentum yang bukan nilai lebihnya, dia diberikan momentum nilai kurangnya. Ada
murid anda yang kemampuan bahasa yang bagus namun lemah di matematika. Ada murid
anda yang hebat di organisasi dan hubungan interpersonal sehingga dia suka
aktivitas organisasi, namun mungkin dia
lemah dalam pelajaran tertentu misalnya bahasa atau matematika atau IPA. Nah, ketika anda menyepakati hal ini maka anda
akan diterima oleh murid anda. Sebuah contoh sederhana seorang guru yang
mengetahui bahwa salah satu muridnya punya kemampuan matematika yang bagus, maka
guru ini akan bisa diterima ketika dia masuk melalui matematika. Sebuah contoh sederhana, "Amir, matematika kamu keren, kemampuanmu berhitung
bagus, suatu hari nanti kamu akan menjadi orang sukses karena biasanya orang pintar
matematika dia mampu melakukan kejujuran. Dia bisa teliti. Kamu suatu hari
nanti akan menjadi orang hebat melalui matematika ini. Namun kamu juga harus belajar pelajaran-pelajaran
yang lain karena melalui matematika ini kamu akan mendapatkan kehebatanmu dan
pelajaran lain akan menjadikanmu juga lebih cepat hebatnya." Inti dari langkah kedua ini
adalah temukan nilai tambah murid anda, temukan nilai lebih siswa anda dan biarkan
mereka untuk menjadi seseorang berdasarkan nilai lebih dan kehebatannya. Karenanya
seorang yang hebat bukanlah orang yang mampu menjadi manusia yang memaksa orang
lain untuk hebat sepertinya. Namun seorang hebat adalah seorang mampu
menciptakan dan menghantarkan kehebatan generasi setelahnya karena memberikan
momentum-momentum hebat bagi anak muridnya.
Bagaimana mereka bener-bener
mampu menemukan ide, nilai tambah, nilai jual mereka, nilai lebih mereka,
karena pada dasarnya mereka akan dihargai dan mampu percaya diri dengan nilai
tambah yang mereka miliki. Dan biarkan
kekurangannya dilengkapi oleh nilai tambah yang dimiliki oleh orang lain. Karena mereka pun melengkapi kejelekan orang
lain dengan kelebihannya. Maka Tips selanjutnya adalah berikan
label positif. Ya, berikanlah label positif untuk mereka. Label positif ini bisa anda berikan secara
umum yaitu kelas dan juga bisa anda berikan kepada individu-individu yang ada
di dalam kelas. Seperti contoh sederhana, ketika seorang guru berkata seperti
ini, “Kelas ini adalah kelas yang kompak dan terampil”. Itulah label. “Saya suka dengan kelas ini, kalian bener-bener
bertanggung jawab dan bisa dipercaya”. Itulah
label. Atau anda berkata seperti ini “Terus
terang saja, ketika saya mengajar kelas ini saya berenergi karena kalian adalah
orang-orang yang antusias, saya suka
dengan kalian”, meskipun sebagian mereka belum se-antusias sebagaimana yang anda
katakan, maka ini akan merupakan daya
magnet, daya tarik untuk menjadi seperti yang anda harapkan. Tahukah anda label
membangun persepsi, label akan membangun rasa, label positif yang anda berikan
akan berpengaruh pada persepsi positif, sebagaimana yang anda katakan. Ingat kata-kata anda adalah proposal hidup
dan proposal hidup akan terwujud sebagaimana apa yang anda proposal kan. Karena kata-kata anda adalah doa.
Langkah yang ketiga
dari tips mengajarkan gaya motivator (MGM) dari menghadirkan nilai lebih dan nilai
tambah murid murid anda adalah mereka
menjadi bagian dari pemain bukan sekedar menjadi penonton. Biarkan mereka
menjadi bagian dari sejarah kehidupannya bukan hanya menjadi seorang yang bisa
bercerita. Ingat jadikan mereka menjadi bagian dari history yaitu sejarah bukan
sekedar story atau pun bercerita. Tentu ketika anda melibatkan mereka untuk
berpendapat, beride, bergagagasan tentang sesuatu maka mereka akan ikut bertanggung
jawab atas ide dan gagasannya. Contoh
sederhana, anda sebagai sebagai wali kelas misalnya. Anda beride kepada anak
murid anda di kelas tersebut, seandainya kalian jadi wali kelas, kira-kira apa
yang akan kalian lakukan untuk menjadikan kelas menjadi kelas yang hebat. Atau kalau kalian diberikan kesempatan untuk
merubah kelas ini kira-kira apa saja yang akan kalian rubah. Atau seandainya kalian adalah kepala sekolah
apakah ide-ide kreatif yang akan kalian keluarkan untuk menjadikan sekolah ini
menjadi sekolah yang unggul dan hebat. Dengan kita memberikan kesempatan
seperti itu, melibatkan mereka, maka
mereka akan mengungkapkan ide, gagasan kecerdasan, emosi, dan hal-hal yang
mereka harapkan selama ini. Tentu ketika ide dan gagasan ini ditampung kemudian
dijalankan maka mereka akan menjadi bagian yang bertanggung jawab atas ide dan
gagasan itu karena mereka merasa terlibat dalam proses perwujudan ide dan
gagasan tersebut. Ini sangat berbeda
manakala ide gagasan hanya dari guru, hanya dari wali kelas, hanya dari kepala sekolah, tanpa melibatkan mereka. Jadi sekali lagi dengan anda melibatkan
mereka memberikan kesempatan mereka untuk beride, bergagasan, berusul maka anda
juga memberikan kesempatan kepada anak didik anda menjadi bagian dari sejarah. Menjadi bagian dari pelaku bukan sekedar
penonton. Jadi bapak dan ibu yang cerdas,
sesungguhnya orang-orang
hebat, guru-guru yang hebat, bukanlah guru yang nampak hebat di hadapan
muridnya, namun guru-guru yang hebat adalah guru yang mampu mewujudkan
kehebatan muridnya karena melibatkan muridnya dalam proses kehebatan masa depannya.
Apakah semua guru
berpotensi untuk menjadi guru sadar, meskipun latar belakang tipe sebelumnya
adalah bayar atau nyasar?
Semua
guru berpotensi untuk jadi guru sadar. Ya,
namun itu sangat terkait dengan bagaimana dia meluruskan niat, meluruskan
keinginan yang kuat karena pada dasarnya guru sadar sangat terkait dengan latar
depan, bukan latar belakang. Bisa jadi dia dari latar bukan keguruan, bisa jadi
keilmuannya mungkin tidak sesuai dengan yang diajarkan saat ini, namun karena
dia sadar, dia mau belajar memperbaiki diri, belajar metode-metode yang tepat
kemudian dia belajar banyak ilmu maka dia bisa menjadi seorang guru sadar. Namun
seorang guru yang bayar atau nyasar susah untuk menjadi guru sadar manakala dia
tidak berani keluar dari zona kenyamanan mereka. Sekali lagi, guru sadarlah seorang guru yang memiliki
sebuah niat yang mulia. Bukan sekedar bayaran, bukan sekedar mengisi waktu
luang dan insyaallah guru-guru yang punya potensi terus belajar, mengabdi,
melayani, berkontribusi, lambat laun dia akan menjadi seorang guru sadar yang
dirindukan, dinantikan, dan menjadi inspirasi bagi murid-muridnya. insyaallah mudah mudahan pak ari nanda dan
semua yang ada di grup ini menjadi guru sadar yang hadirnya menyenangkan pulang
dirindukan terima kasih.
Bagaimana mendisiplinkan
kelas yang rata-rata muridnya cenderung suka melawan dan mengabaikan perintah
guru? (Ari R., Purbalingga)
Ini
harus dirunut penyebab utamanya kelas yang kurang disiplin dan cenderung
melawan dan juga abai terhadap perintah guru. Biasanya pola pembelajaran yang
diterima siswa adalah pembelajaran yang menjenuhkan. Atau guru lebih banyak
mengajar dan belum masuk ke titik mendidik dan menginspirasi. Suasana kelas
adalah suasana yang menyelesaikan kurikulum namun mungkin tidak ada suasana
yang bahagia atau kurang bahagia. Sebenarnya setiap anak fitrahnya dia bisa
menerima hal-hal yang baik, asalkan cara penyampaiannya menarik dan menyenangkan.
Ketika dia cenderung melawan atau kurang disiplin apalagi rata-rata muridnya
suka melawan, biasanya mereka memberontak dengan cara remaja kekinian. Jadi
kalau saya boleh berbicara harus diperbaiki hubungan interpersonal. Ini bisa
dilihat di youtube yang saya share di atas tentang bahasa cinta guru idola. Bisa diklik di channel Aris Mister Sugesti Indonesia.
Di situ ada bahasa cinta guru idola. Jawabannya ada di sana mudah mudahan
dengan lima langkah yang ada di youtube anda bisa mempraktikkannya terima
kasih.
Apakah label dengan apresiasi sama?
Baik
pertanyaan tentang label sama dengan apresiasi. Label adalah bagian dari
apresiasi. Jadi di antara cara mengapresiasi adalah memberikan label positif. Jadi
apresiasi itu banyak cara di antaranya adalah memberikan label atau di antara
yang lain adalah menghargai dengan segera ketika proses berjalan tidak menunggu
hasil akhir atau memberikan peluang kepada mereka untuk menjadi duta sekolah. Nah
itu adalah bagian contoh dari apresiasi. Jadi sekali lagi label adalah bagian
dari apresiasi terutama label positif terima kasih.
Bagaimana cara menguasai
emosi dalam mengajarkan kebaikan pada anak didik. Secara teori gampang, namun
Indonesia sangat sulit? (Supriyanto, Bekasi)
Baik,
apa yang kita yakini, itu yang juga terjadi. Jadi ketika kita berkata bahwa
teori gampang namun praktiknya sulit itulah yang terjadi. Karena kita adalah sebagaimana
apa yang ada dalam pikiran kita. Yang harus terjadi adalah menguasai emosi. Kita
mengajarkan kebaikan, memang dimulai dari bagaimana kesadaran kita menjadi guru
sadar dan bukan menjadi guru nyasar atau guru bayar. Pada prinsipnya anak jaman
now berbeda dengan kita, era kita. Harus mengerti sebelum ini dimengerti, mampu
merubah menjadi. Sebelumnya adalah ingin
dihargai maka kita saatnya menghargai. Ingin
didengarkan saatnya mendengarkan, ingin dilayani saatnya melayani karena pada
dasarnya sifat dasar murid kita adalah dia menyukai guru yang menghargai mereka,
dia menyenangi guru yang penyampaiannya adalah menarik, dan menyenangkan. Ketika
kita diterima maka apapun yang kita bawa insyaallah diterima oleh murid kita. Jadi,
pada prinsipnya tidak ada anak nakal atau anak bandel. Ini yang perlu kita
pahami, semua fitrahnya baik. Yang ada adalah anak yang kurang mampu
mendapatkan cinta, sehingga dia tidak bisa menerima nasihat dari orang-orang di
sekitarnya dan dia mencoba mencari perhatian dengan cara berbuat yang tidak
baik. Dan cara itulah yang paling mudah dia peroleh untuk mendapatkan perhatian
dan bukan dengan prestasi. Mudah-mudahan kita bisa kembali lebih detail tentang
bagaimana mengelola emosi, memperbesar kapasitas diri, sentuhan emas dan ini
adalah penting bagi para guru.
Baik
pertanyaan dari saudara Ros dari Sumatera Barat. Untuk bisa menjadikan
pembelajaran tetap menarik dan menyenangkan sampe berakhirnya pembelajaran,
maka perlu diselingi simulasi-simulasi, game-game, tebak-tebakan, atau bahkan
ada relaksasi yang jelas. Jelas adalah panggung anda, anda adalah kurikulum
yang sesungguhnya. Ketika murid sudah menyenangi anda, maka jam dinding akan
bergerak cepat. Namun ketika murid tidak suka dengan pembelajaran, yang anda
sampaikan, jam dinding bergerak sedemikian lambat dan seolah-olah tidak selesai-selesai.
Jadi prinsipnya, harus banyak belajar. Anda
bisa buka di instagram saya di situ banyak contohnya, aris ahmad jaya atauchannel youtube. Saya di situ juga banyak
tips dan trik serta simulasi-simulasi yang bisa dipelajari bagaimana menjadi
guru yang menarik menyenangkan dari awal pembelajaran sampe terakhir. Mudah-mudahan
bermanfaat.
Oke
waalaikumsalam, ibu Sri Indaryani betul sebagian mungkin kita tiba-tiba memberikan
game yang kaku, jadi anak-anak kaget tumben begitu. Jadi pada dasarnya inti
dasar jiwa manusia adalah menyukai permainan. Karenanya perlu dipilihkan
permainan yang cocok sesuai dengan usia mereka. Permainan yang sesuai dengan
kondisi dan itu perlu banyak belajar. Bisa dilihat dari youtube banyak sekali.
Jadi jangan sampe game PAUD kita terapkan untuk anak-anak SMP atau SMA. Tentu
mereka merasa kok aneh, gitu ya. Jadi jamnya juga harus disesuaikan. Sepengetahuan
saya selama ini ketika berhadapan dengan siswa ataupun mahasiswa bahkan mereka
suka dengan game. Catatannya adalah game yang bagus, game yang sesuai dengan
usia mereka, menyenangkan, sesuai dengan situasi dan kondisi, dan yang
terpenting adalah kita juga harus menjadi pribadi yang bahagia dalam
menyampaikan. Game itu sendiri jangan sampai ingin membuat mereka bahagia, kita
sedih, dalam kondisi yang kurang bahagia. Silakan dibuka di channel youtube
saya, di situ ada tips dan triknya mudah-mudahan bermanfaat.
Bagaimana seorang guru
yang mampu menjadikan siswanya berprestasi namun dia sendiri tidak dapat ikut
prestasi namun juga ada tipe guru yang berprestasi tapi tidak mampu menjadikan
siswanya berprestasi? (Andi)
Sebenarnya
ini adalah pola manajemen saja. Guru yang berprestasi itu bagus, tapi kenapa
dia menyatakan siswa investasi. Bisa jadi dia mampu memahami keilmuannya, namun
belum mampu menyampaikan pembelajaran secara baik dan menyenangkan untuk siswa-siswinya
sehingga dia menyukai pelajaran yang disampaikan, namun cara menyampaikannya
tidak menyenangkan. Akhirnya murid tidak berprestasi. Yang pertama guru mampu
menciptakan anak berprestasi namun dia tidak sempat ikut lomba berprestasi. Ini
manajemen waktu saja. Dia harus tahu semua ada aturannya walaupun dia
berprestasi tapi kalau tidak memenuhi prasyarat guru berprestasi, ya jelas tidak
bisa. Nah itu ikut aja persyaratannya. Insyaallah dia pun suatu hari nanti
mampu menjadi guru berprestasi, yang menciptakan anak murid yang berprestasi,
seperti itu.
Gunungkidul, 16 April 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar