SPEKTAKULER!!!
MENULIS BUKU DALAM SEMINGGU??
Resume Pelatihan
Menulis Online Pertemuan 10
Narasumber : Prof. Richardus Eko Indrajit
Oleh: Eni Indarwati
Profil singkat Narasumber
Richardus Eko Indrajit seorang pakar teknologi yang berbakat, narasumber
berbagai seminar, akademisi sekaligus penulis puluhan judul buku dan ratusan
jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan tingkat nasional maupun internasional.
Richardus lahir di Jakarta, 24 Januari 1969, akrab disapa Richard. Pria ini memulai kariri di dunia teknologi sejak kuliah di ITS. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan di berbagai macam universitas seperti Harvard University, University of the City of Manyla, Maastricht School of Management, Leicester University, dan London School of Public Relations.
Pernah bekerja di berbagai perusahaan multinasional namun, kemudian memutuskan keluar untuk mendirikan sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi independen yang membantu banyak perusahaan baik swasta maupun pemerintahan.
Beliau aktif membantu pemerintah sebagai Widya Iswara Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)
Richardus lahir di Jakarta, 24 Januari 1969, akrab disapa Richard. Pria ini memulai kariri di dunia teknologi sejak kuliah di ITS. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan di berbagai macam universitas seperti Harvard University, University of the City of Manyla, Maastricht School of Management, Leicester University, dan London School of Public Relations.
Pernah bekerja di berbagai perusahaan multinasional namun, kemudian memutuskan keluar untuk mendirikan sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi independen yang membantu banyak perusahaan baik swasta maupun pemerintahan.
Beliau aktif membantu pemerintah sebagai Widya Iswara Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)
Pak Rishard ditunjuk oleh pemerintah Republik Indonesia untuk
menakhodai institusi pengawas internet Indonesia ID-SIRTII (Indonesia Security
Incident Response Team on Internet Infrastructure) dan menjadi anggota aktif
dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Badan Nasional Sertifikasi
Profesi (BNSP), Dewan Riset Nasional (DRN), dan Dewan Pendidikan Tinggi (DPT).
Selain aktif sebagai konsultan teknologi informasi, beliau juga menjadi akademisi di beberapa universitas; Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atmajaya, Bina Nusantara University, Curtin University of Technology, Universitas Trisakti, Edith Cowan University, dan IPMI-Monash University. Tak hanya pandai di bidang pendidikan serta profesional, Richard juga pandai dalam organisasi.
Saat ini, beliau menjabat sebagai Presiden Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies dimana ia memimpin lebih dari 700 universitas dan 1.500 program studi di seluruh Indonesia dan President of International Association of Software Architect.
Selain aktif sebagai konsultan teknologi informasi, beliau juga menjadi akademisi di beberapa universitas; Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atmajaya, Bina Nusantara University, Curtin University of Technology, Universitas Trisakti, Edith Cowan University, dan IPMI-Monash University. Tak hanya pandai di bidang pendidikan serta profesional, Richard juga pandai dalam organisasi.
Saat ini, beliau menjabat sebagai Presiden Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies dimana ia memimpin lebih dari 700 universitas dan 1.500 program studi di seluruh Indonesia dan President of International Association of Software Architect.
Karir
·
Konsultan teknologi
informasi
·
Penulis
·
Akademisi
·
Guru besar ilmu
komputer ABFI Institute Perbanas
Kuliah online dipandu oleh Omjay dan mederator Mr. Bam’s.
Ucapan salam untuk peserta, mengawali
kuliah online bersama Prof. Eko Indraji.
Beliau meminta moderator, Mr. Bam’s untuk memulai dengan pertanyaan ke narasumber agar
lebih menarik dan tidak monoton, Mr. Bams menanyakan materi apa yang akan
dibagikan kepada peserta kuliah online malam ini.
Prof.
Eko menjelaskan ketika pandemi terjadi, semua harus berkarya dan bekerja dari
rumah dan yang penting harus menjaga stamina tubuh agar tidak turun, sehingga
tidak mudah terserang oleh virus ini. Saya sudah mengajar semenjak di sekolah
dasar, waktu itu saya besar di kota terpencil Dumai di Riau. Mengajar sudah
menjadi hobby saya dari kecill, sehingga tidak ada hari tanpa mengajar. Saya mengajar
macem-macem dari kecil, mulai dari mengajar sandi-sandi pramuka, cara main
sulap kartu, membuat perangkat elektronik, dan lain sebagainya. Akhirnya saya
jadi dosen sekaligus konsultan seperti sekarang ini. Mengajar dan berbagi ilmu
serta pengalaman sudah menjadi DNA dalam tubuh saya. Nah, pada saat covid, saya tidak bisa lagi mengajar
secara langsung tatap muka. Kalau saya tidak mengajar, stamina menurun, kalau
stamina menurun, saya bisa tertular virus. Maka pada hari ke-5 lockdown di rumah, saya putuskan untuk mengajar
via streaming YouTube. Saya ndak
perduli ada atau tidak ada yang nonton, yang penting saya ngajar agar semangat.
Maka saya buatlah EKOJI CHANNEL di YouTube.
Semuanya dimulai pada tanggal 20
Maret 2020. Mengikuti seminar virtual saya gratis, nah kalau meu pesan
e-sertifikat, dikenakan biaya tambahan Rp10.000,00 untuk membayar teman-teman
yang membantu administrasi. Terkejutlah saya ketika seminar pertama tersebut
yang ikut 600 orang dan hingga saat ini yang menonton youtube saya sudah 6.000
orang untuk tema pertama yang namanya DIGITAL MINDSET. Anda silahkan nonton
rekamannya di YouTube. Yah lebih terkejut lagi, untuk satu seminar tersebut,
yang pesan sertifikat 1,116 orang.... wuih, tiba-tiba saya dapat 11 juta dalam
sehari.Akhirnya mulai tanggal 24 Maret 2020 sampai sekarang, setiap hari jam 8
pagi saya melakukan seminar 1-2 jam di Youtube Streaming untuk siapa saja yang
tertarik.
Prof dari mana ide
seminar di youtube kemudian mengeluarkan sertifikat ?
Idenya sederhana. Setiap dosen kan harus membuat laporan kum untuk
kenaikan jabatan akademik. Biasanya mereka harus mengikuti seminar dengan bukti
sertifikat. Nah, dengan adanya pandemi ini, semua seminar kan dibatalkan.
Artinya ada dua. Mereka tidak bisa
mendapatkan sertifikat (yang artinya akan kesulitan naik jabatan akademik) dan
saya sendiri kehilangan pemasukan, karena pemasukan saya 70 persen dari
seminar, workshop, lokakarya, konsultasi dsb.
Nah, semua orang yang ikut itu
ternyata 80 persen adalah mereka yang pernah membeli buku-buku yang saya tulis
semenjak tahun 1998. Saya menulis buku juga dulu disuruh mahasiswa, karena ada
krisis ekonomi 1998, sehingga mahasiswa S2 ndak
sanggup beli buku dalam mata uang dolar. Akhirnya buku saya yang pertama
terbit adalah RINGKASAN dari 50 buku bahasa Inggris yang saya pinjam di
perpustakaan untuk meringankan beban mahasiswa yang saya ajar. Judulnya adalah
Manajemen Sistem dan Teknologi Informasi. Buku tersebut diterbitkan oleh Elex
Media Komputindo.
Eh, ternyata buku itu jadi best seller. Akhirnya yang dulu
ketagihan mengajar, menjadi ketagihan menulis. Saya dulu spesialis menulis
bunga rampai. Setiap ada satu diagram yang menarik perhatian saya, saya
jelaskan dalam satu halaman secara ringkas.
Sebelum tidur menulis satu halaman,
seperti Oom Jay sekarang menulis blog. Artinya dalam tiga bulan ada sekitar 100
halaman, sehingga buku bisa diterbitkan. Sekarang saya sudah menulis lebih dari
75 buku yang diterbitkan, dan ratusan artikel. Di era milenium, kebanyakan buku
dan tulisan saya bagikan secara gratis.Silahkan anda download free di mana-mana, seperti di situs academia, di situs
eko.id, dan lain-lain
Ini luar biasa Prof. Menulis
buku dalam seminggu? Bagaimana triknya? Sebulan saja ngos-ngosan. Ini seminggu.
Mesti harus ada trik jitu. Bagaimanakah caranya? Terima kasih Isminatun,
Sukoharjo
Caranya mudah. Kita harus mendisrupsi
diri sendiri. Saya langsung saja pada pokok permasalahan ya. Silahkan buka dan subscribe EKOJI CHANNEL. Anda akan
melihat beberapa presentasi saya semenjak tanggal 20 Maret 2020 yang lalu. Pilihlah
yang menarik perhatian anda (sesuai yang relatif anda SUKA dan KUASAI).
Kemudian saya kasih waktu satu minggu
untuk menjawab 6 pertanyaan sederhana mengenai topik yang dibahas, yaitu: 5W1H.
Misalnya judulnya DIGITAL MINDSET, maka anda menjawab pertanyaan (dalam bentuk
tulisan) sebagai berikut:
APA yang dimaksud dengan digital
mindset. MENGAPA digital mindset
dibutuhkan SIAPA yang harus berubah
mindsetnya DIMANA digital mindset
harus diterapkan KAPAN digital
mindset diterapkan. dan BAGAIMANA
cara menerapkannya.
Nah, satu hari tulis satu. Berarti
hari keenam sudah jadi. Hari ketujuh kasih ke saya. Anda tidak perlu banyak
berfikir, karena semua sudah saya paparkan dalam presentasi. Tinggal anda
bahasakan saja sesuai dengan yang anda tangkap.
Di hari ketujuh, tulisan saya akan
saya tambah-tambahkan sana sini. Kemudian saya akan LANGSUNG terbitkan dengan
e-ISBN resmi dari perusahaan publikasi saya yang di Yogyakarta, yaitu CV
PREINEXUS yang bermitra dengan penerbit lama Graha Ilmu. Anda adalah penulis
pertamanya, saya penulis keduanya. Kalau ternyata e-bukunya lagu (kita jual di
situs EKOJI CHANNEL dengan harga murah meriah, karena yang penting banyak yang
beli).
Agar menarik, semua royalti jadi
milik anda. kalau ternyata banyak yang laku, kita terbitkan versi kedua dalam
bentuk fisik sehingga anda dapat ISBN. Saya mau lelang judulnya malam ini...
silahkan nanti dipimpin moderator. Kalau ada 3 orang memilih judul yang sama,
lebih baik, jadi pengarangnya 4 orang plus saya. rejeki dibagi tiga penulis....
Maaf Prof. kalau ada
pertanyaan enakan mana jadi penulis atau YouTuber? Ridwan Nurhadi.
Dulu saya jadi penulis karena masih
banyak waktu luang dan waktu itu kan
belum ada internet. Nah, sekarang karena waktu saya terbatas, maka saya lakukan
kombinasi. Kalau Sabtu Minggu saya menulis, kalau hari biasa saya jadi
Youtuber. Bagi saya, buku dan youtube adalah MARKETING BROCHURE atau MARKETING
TOOLS. Karena orang mengenal kita, baru mereka mengundang kita untuk bicara di
acara mereka. Dari situlah saya menghidupi keluarga saya hingga saat ini.
Selamat malam Prof.
Perkenankan saya Supyanto dari kota Bekasi. Pertanyaannya apa yang menjadi
modal utama Pak Prof. sehingga menjadi kekuatan bagi guru yang mau belajar
menulis untuk terus bisa menulis seperti yang Prof lakukan?
Waktu kecil, cita-cita saya
sederhana. saya ingin keliling Indonesia melihat keindahan kota-kotanya, tapi
dibayarin orang lain. Setelah saya jadi penulis, tiba-tiba undangan seminar ke
sana sini menggila. Akhirnya dari tahun 1998 sampai 2003, saya sudah berkunjung
ke 27 provinsi ketika itu. Nah, kemudian cita-cita berubah ingin bisa keliling
dunia, dibayarin orang lain. Mulailah saya mengunggah tulisan serta powerpoint
(biasanya powerpoint dalam bahasa Inggris) ke internet. Dan ehhhh... malah ada
undangan dari beberapa negara. Jadi motivasi saya adalah ingin keliling dunia
gratis dibayarin orang lain... karena ingin melihat berbagai keindahan ciptaan
Yang Maha Kuasa. Sampai saat ini saya sudah hitung, telah mengunjungi 73
negara. Masih lebih dari 100 negara lagi yang saya ingin lihat. makanya
sekarang saya tetap menulis dan jadi youtuber.
Maaf, jadi youtuber baru 3 minggu
sebenarnya.... (hehehe maklmulah saya generasi X)
Assalamualikum, Andy
Muhtadin dari Belitung Timur Prof.mau tanya kok bisa ya menulis buku dalam satu
minggu...bagi tipsnya Pak.
Mohon maaf tipsnya ada di nomor #33
sampai dengan #38. Ndak usah banyak
dibaca teorinya langsung terjun aja langsung sama saya, yuk. Anda buka ekoji channel, pilih judul, wa saya
pribadi, langsung tulis. Seminggu pasti jadi. Saya bimbing. Sekarang adalah
momen paling tepat karena banyak waktu yang bisa kita alokasikan.
Assalamualaikum Pak Eko. Nama Rasita dari Bengkulu
Apakah boleh kita
membuat cerita yg berbeda-beda dalam satu buku ?
Sangat boleh. Nanti judulnya adalah
sebagai berikut, misalnya: DIGITAL MINDSET: Dilihat dari Berbagai Perspektif. Ada
satu youtube dimana saya mewawancarai oo-foundernya Tokopedia. Menarik untuk
dibuat bukunya.
Maaf Prof, bagaimana
cara membagi waktu untuk menulis dengan jadwal Bpk yang super sibuk. Apakah
meluangkan waktu khusus atau disela-sela kesibukan Bapak untuk menulis? Agus
Purwadi, Ponjong
Jika anda menyenangi yang anda
lakukan, pasti waktu dapat anda alokasikan. Sebelum tidur saya terbiasa membuat
3-5 halaman tulisan. Saking terbiasanya,
sekarang kalau belum nulis, ndak bisa
tidur.
Dan saya ingin meninggalkan legacy
untuk anak cucu saya. sehingga kalau nanti mereka ngecek siapa kakek atau kakek
buyutnya, bisa tercatat di internet. itulah cara hidup 1000 tahun lagi.
hehehe....
Saat pandemi ini, semua
kegiatan dilakukan secara online, baik sekolah, kuliah bahkan kerja. Saat wabah
nanti berakhir, apakah kegiatan ini bisa memungkinkan dimasukkan ke dalam
kurikulum, misalnya Senin-Rabu kegiatan tatap muka di sekolah, Kamis- Jumat
secara online? Karena secara tidak
langsung ada "memaksa" guru dan murid bahwa era digital class memang
sudah harus dilakukan.
Saya rasa akan ada perubahan besar2an
dalam sistem pendidikan kita setelah pandemi ini. Teknologi akan banyak digunakan
untuk kegiatan belajar mengajar. Saya sudah prediksi ini 15 tahun yang lalu. Tapi
tidak menyangka kita belajar e-learning bukan karena memanfaatkan peluang, tapi
karena kita mendapatkan masalah pandemi.
Apakan setiap menulis
selalu berpatokan pada 5wh? Urutan 5wh apakah bebas atau beraturan sesuai contoh
dari Bapak Profesor? Unih-Subang
Tidak. 5WH adalah untuk penulis awal
yang ingin belajar menulis. Karena sifatnya deskriptif, tapi sangat filosofis.
Setiap isu apapun, secara filsafat, harus bisa dijelaskan dalam 5W1H. Kalau
sudah biasa menulis deskriptif, barulah mulai menulis yang sifatnya:
eksploratif, komparatif, arguentatif, persuasif, dan lain sebagainya.
Contohnya: kalau isunya COVID-19,
saya yakin dengan 5W1H, anda bisa membuat satu buku dalam seminggu. Apalagi ada
banyak referensi di internet saat ini. Musuh menulis adalah diri sendiri. Motivasi
hanya dapat dibangun dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu, sering saya
katakan, pilihlah sesuatu yang anda SUKAI dan KUASAI. kalau sudah terbiasa
dengan 5W1H, lainnya menjadi mudah. Itu pengalaman saya. Ngomong-ngomong kalau semua WA saya hari ini dibahasakan ulang bisa
jadi story ya....
Kalau saya senang
menjadi editor, bagaimana menurut Prof. Dari Zubaedah, Depok ( Jawa Barat)
Menurut saya editor lebih sulit
pekerjaannya dibandingkan dengan penulis. Karena yang diedit tidak sekedar
bahasanya, tapi yang penting adalah pesan yang ingin disampaikan ke target
audiens tertentu benar-benar tersampaikan secara efektif dan efisien. Jadi
selain ilmu bahasa, seorang editor ulung harus memiliki kompetensi psikologis,
linguistik, marketing, pedagogik (untuk buku pendidikan), dan komunikasi
(pendekatan interdisipliner).
Bapak setiap malam
menulis 1 lembar dari diagram yg menarik . Bisakah saya minta salah satu contoh
tulisannya ?
Oke, kejutan pertama saya kirim. Sekarang
saya kirimkan tiga buku pertama saya, yang dicetak ulang kembali belakangan
ini. Silahkan diteliti bahwa ketiga buku ini isinya adalah menjelaskan satu
buah gambar/kerangka. Selamat menikmati sementara. Anything untuk penulis2
Indonesia. Sebagai catatan, waktu menulis ketiga buku di atas, saya belum
doktor, masih S2....
Assalamu'alaikum ww. Salam
kenal, saya ibu Sumarni dari Klaten
Prof. Bagaimana memulai
menulis yang baik? Saya selalu tidak percaya diri mau menulis. Biasanya bila
ada ide saya tulis lewat medsos tapi tidak terkoordinir sehingga tidak ada
jejaknya.
Menulis adalah cara kita menyampaikan
buah pikiran lewat tulisan. Jadi bagi saya semua tulisan adalah baik, karena
dilakukan dari hati. Ibu pasti punya banyak hal yang ingin diceritakan kepada
orang lain. Tulis saja apa yang ada di kepala kita. Ndak usah takut. Kualitas
menulis itu ditentukan oleh pembacanya. Dan pembaca itu macem-macem. Kalau saya menulis untuk kakek saya, akan beda
bahasanya dengan kalau menulis untuk generasi anak2 saya.
Kualitas menulis adalah masalah jam
terbang. Lama-lama jadi bagus sendiri.... jaman sekarang, tulisan tidak perlu
terkoordinir. Masukin aja ke internet, maka nanti akan terkoordinir sendiri. Karena
dalam dunia maya, berlaku data yang unstructured dibandingkan dengan
structured. Menulis blog seperti yang disampaikan Oom Jay adalah sangat baik. Saya
selain menulis, senang juga bikin puisi dan lagu kok.... apapun yang ingin saya
sharing, saya tulis. Satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah (menurut
saya), buatlah tulisan yang tidak membuat orang lain sedih karena kita
menyampaikan hal-hal yang buruk atau jelek.... menulis hal-hal yang buruk kalau
bagi saya mendatangkan energi negatif.... malah akan mengganggu kehidupan masa
kini dan mendatang....
Assalamualaikum, luar
biasa sekali Prof. Eko Indrajit, saya terkesan dengan kata-kata dulu ketagihan
mengajar, sekarang ketagihan menulis. Bagaimana cara membangkitkan semangat
menulis bagi pemula seperti saya ini Prof? Dari ikasiswati, tangerang
Tulislah bersama orang yang berani
menulis. Mbak Ikasiswati mau menulis bareng saya? Saya siap menemani,
mendampingi, bahkan menerbitkan buku Ibu. BNagaimana? Pasti nanti ketagihan
deh.....
Selamat bertemu kembali
pak Prof. Eko. Sebelumnya terima kasih buat kiriman Sertifikatnya ke Tana
Toraja. Oya pak Prof. bagaimana menjaga kondisi pemikiran agar senantiasa fokus
pada apa yang kita akan tuliskan? Tks. Yulius Roma Patandean_Tana Toraja.
Supaya fokus, jangan menulis
terlampau lama (kecuali anda membuat penelitian atau tulisan dokumenter).
Paling lambat 100 hari sudah harus jadi. Karena kalau lama-lama, kita
kehilangan folkus, dan ilmu yang mau kita sharing sudah berkembang dan berganti
lagi isunya. Makanya saya tawarkan, ayo menulis buku dalam SEMINGGU.... pak
Yulius mau menulis dengan saya? DI tahun 2003, saya menulis dengan 20 mahasiwa
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, hasilnya adalah 25 buku dalam 6 bulan.....
Bagaimana mencari
inspirasi yang orisinal tapi menarik suatu karya dan cara menuangkannya dalam
tulisan maupun video? Abdul Azis-demak
Pilih satu judul yang lagi trend,
bahas dari sisi yang tidak pernah terlihat orang lain. misalnya masalah COVID-19,
saya belum pernah melihat orang yang melihat COVID-19 dari sisi peluang....
semua bicara masalah ancaman, kesedihan, ketakutan, dan lainnya. Anak-anak
jaman sekarang bilang: ANTI MAINSTREAM.
Bagi penulis pemula,
bagaimana tulisan kita bisa diterbitkan?
Menerbitkan buku sekarang tidak kayak
dulu. Dulu kita yang butuh penerbit. sekarang penerbit yang butuh kita, karena
saingan mereka adalah internet. Jadi ndak usah takut, anda buat buku, tawarkan
ke semua penerbit. Kalau ndak ada yang mau, saya yang terbitkan. Syarat terbit
di tempat saya sederhana. Semua tulisan anda masukan ke cek plagiarisme. Sejauh
80 persen orisinal, langsung saya terbitkan.
Selamat malam pak Eko,
maaf mau bertanya, tentang bunga rampai.....misalnya saya ada ide dan ini
memang sudah saya rencanakan sehubungan dengan tugas dari Omjay, diakhir kuliah
online...kami peserta paling tidak dapat menerbitkan sebuah buku tentang hasil
resume materi narasumber dan buku satu bebas boleh fiksi dan non fiksi. Rencana
tugas yang buku satu..saya ambil judul “Bungai
Rampai Yang Terberai " itu nanti isinya kumpulan cerpen, kumpulan puis,
kumpulan syair dan pantun, kumpulan esai, dari coretan-coretan saya yang masih
terberai di buku catatan sejak SMA dulu. Apakah bisa dijadikan satu buku dengan
judul "Bunga Rampai Yang Terberai"
ya ..Prof ? Terima kasih..maaf panjang pertanyaannya. Eni Setyowati
Gunungkidul
Kalau ingin mengumpulkan bunga rampai
karya-karya orang lain, anda harus minta persetujuan masing-masing mereka. Kecuali
anda membahasakan ulang dan menyitir bahwa itu diambil dari karya mereka.
Salam prof. Menarik diperhatikan setiap paragraf yang
prof tuliskan. Kenapa selalu diawali dengan pagar dan huruf? Apakah ini salah
satu trik untuk dapat menulis buku dengan mudah? Heri
Untuk memastikan anda tidak kehilangan
urutan pembicaraan dan bisa merefer pada point saya nomor berapa. Hal ini biasa
dilakukan Gunawan Mohanmad dulu waktu membuat kultwit (kuliah twitter).
Malam prof. Saya
peserta seminar online yuotube. Bagaimana cara dapetin materinya Terima kasih.
Haddy Priady. Jakarta
Terima kasih sudah setia menjadi
peserta youtube saya. Sekarang semua materi dapat didownload secara gratis dan
mudah di http://ekojichannel.id. pilih seminarnya, klik SHOW MORE pada poster
dimaksud.
Maaf, Prof. Saya belum
paham dan masih awam ttg yutub, kok yutuber bisa dapat uang? Bagaimana
prosesnya?
Ada cara langsung ada cara tidak
langsung. Cara langsung adalah seperti saya. Silahkan ikut gratis. yang mau
e-sertifikat, pesan dan bayar 10,000 ke saya. Nah kalau ada 1,000 orang yang
pesan, kan saya dapat 10 juta? Sama dengan wa sekarang, kalau anda mau dapat
sertifikat dari saya yang ditandatangani saya dan Om Jay, silahkan pesan ke Om
Jay. Nanti 40 persen untuk saya, 40 pesen untuk Om Jay, dan 20 persen untuk Mas
Bambang....hehehehe....
Cara lainnya adalah, gara-gara saya
streaming Youtube, hingga hari ini sudah ada pesanan saya streaming ke
perusahaan mereka langsung. Saya sudah dapat 10 pesanan. Mereka bayar langsung
ke saya.
Cara tambahan lainnya adalah, apply
adsense ditaruh di youtube channel anda. Nanti setiap kali ada sponsor, maka
sebagian akan masuk ke pundi-pundi kita.
Seminggu jadi satu
buku? Apakah ada target jumlah halaman?
Karena banyak orang tahu prinsip
5w+1H tapi sulit mengembangkan hingga menjadi berlembar-lembar bahkan bisa jadi
satu buku. Bisa. caranya kita mendisrupsi diri sendiri. Anggap saja kalau dalam
seminggu buku tidak jadi, kita dipecat oleh organisasi tempat kita bekerja.
Pasti itu buku pasti jadi. Nah, cara lain dibalik. Kalau anda saya kasih waktu seminggu
untuk membuat 25 halaman saja mengenai 5W 1H dan TIDAK BOLEH LEBIH, maka anda
akan cenderung berfikir fokus dan menulis yang penting-penting saja.
Menarik sekali
tantangan #34 #36. Adakah aturan tata
cara penulisan, format kertas, huruf, dll? RUSMIN Kab. Barito Kuala Kalsel
Tidak ada. Semua tergantung anda dan
saya. Kalau anda tertarik, pilih satu judul. Saya kasih struktur bukunya, dan
kita menulis. Minggu depan kita sharing di wa ini. Bagaimana pak Rusmin? Siap
menerima tantangan ini? No worry, selama seminggu ini saya bimbing anda secara
pribadi via wa.
Berikut saya kasih buku yang saya buat dalam 3 hari dan laku
keras dahulu. Prof Eko mengirimkan buku-buku karyanya lagi.
Pak saya mau tanya, bagaimana
caranya supaya kita benar benar bisa fokus dalam menulis sehingga kita dapat
menyelesaikan tulisan dengan cepat, soalnya kita juga bekerja? Sri indayani
lamongan
Seperti saya sampaikan dahulu Bu, ibu
pilih satu judul. Kemudian ceritakan secara 5W1H di hari Sabtu dan Minggu. Feeling saya Ibu bisa selesai antara
25-30 halaman. Sisa waktunya 5 hari di hari kerja untuk tambah kurangi. Jangan
mulai dari hari Senin, pasti ndak
jadi-jadi. Saya selalu memulainya dari Jumat malam, karena Sabtu dan Minggu ada
waktu luang lebih banyak.
Prof, Saya Wiji -
malang. Jika menulis di blog berbahan dari ekoji channel atau sumber lain
nantinya, apakah harus selalu dicantumkan sebagai referensi?
Khusus untuk saya, ilmu saya adalah
open source. Siapa aja boleh menikmatinya. Namun agar anda terbiasa, pakailah
istilah attribution - artinya secara langsung atau tidak langsung anda mention dari
mana ide tulisan diambil. Memang etikanya begitu... agar nanti jika anda sudah
punya ide orisinil, orang juga akan melakukan hal yang sama terhadap tulisan
saya. Dulu kita sering dinasehati ayah ibu: "kata nenek.... atau kata
kakek" ... nah itu adalah contoh atribusi yang sederhana.
Selamat malam Prof,
saya Iin Kediri. Bagaimanakah konsep
literasi digital yang sesuai dengan negara kita, karena banyak informasi yang luar biasa
banyak dan orang cenderung percaya dengan semua informasi tsb. Bagaimana mengatasi jika dikaitkan dengan
digital Mindset? Terima kasih
Thats a good point mbak Iin. Judul
bukunya adalah LITERASI DIGITAL ALA NUSANTARA. Penulisya adalah anda dan saya.
kita tulis mulai besok dalam seminggu? Bekalnya cuman niat dan internet.
Luar biasa Prof. Saya 8
tahun baru bisa menyelesaikan 1 novel. Mohon beri semangatnya, Prof. Sekarang
lagi semangat menulis lagi, Ada trik khusus apa agar tidak buntu cari sambungan
ide? Ada seminar tentang menulis kapan lagi, ya, Prof? Hamdani – KEPRI.
Anda hebat. saya mau nulis novel aja
belum sempat-sempat. Agar tidak buntu, ketika ide muncul, dan sedang menggebu-gebu,
tulislah sampai tuntas. Saya terkadang kalau lagi IN, bisa ndak mandi atau
makan. Takut kehilangan ide, gagasan, dan semangat. Kayak waktu jaman pacaran
dulu deh... kalau lagi mood kan tidak ada yang bisa menghalangi. Makan tak
enak, tidur tak nyenyak, karena cinta.
Assallammuaualaikum. Wr Wb.
Maaf bagaimana Prof bagi waktu
antara menulis dengan pekerjaan sehari-hari. Apalagi banyak tugas sampiran yg harus segera
diselesaikan. Belum dengan pekerjaan Di
rumah tangga . Kalau saya sebagai ibu RT yg harus menyiapkan segala
sesuatu di rumah/ dalam pertemuan2 ,
Panitia lomba di dinas kota, Kecamatan
dll. Terkadang sampai bingung mana yg
harus diselesaikan dulu. Kalau kita sdh
memberikan skala prioritas. Bisa menulis
buku secepat itu. Keinginginan ada tapi terbentur kegiatan lain. Mohon
pencerahan Maturnuwun . Wassallam.
Wr. Wb. Rifatun Salatiga
Jangan waktu mengatur kita, kita yang
harus mengatur waktu. Paling tidak alokasikan hari Sabtu dan Minggu seharian. Bikin
kontrak tak tertulis dengan suami/istri dan anak-anak.... buatlah menulis
sebagai sesuati yang PENTING dan GENTING, sehingga harus segera dikerjakan...
itu namanya prioritas.
Pak Prof, bila anda
menilai baik tidaknya sebuah buku apa yg pak prof jadikan tolak ukurny ?
(Chandra-Langkat, SUMUT)
Sederhana, kepuasan pembaca. Karena
pembaca yang puas, akan merefer ke orang lain. Akibatnya buku habis dibeli. Dan
dicetak lagi... intinya setiap buku punya target audiens yang ingin diraih. Selagi
mereka merasa mendapatkan sesuatu, berarti buku tersebut baik adanya....
(secara etika manfaat yang dirasa adalah yang baik-baik, bukan dalam hal buruk)
Selamat malam Prof, saya
sudah mampir di YouTube bapak, saya tertarik ketika melihat judul strategi
membangun ekosistem e learning,,bolehkah dijelaskan sedikit tentang judul tadi?
Noralia_semarang
Cara membangun ekosistem di
organisasi yang ingin menerapkan e-learning. karena di dalam ekosistem ada
banyak komponen yang harus dipersiapkan komponen tersebut. seperti apa
jenisnya? silahkan tonton secara lengkap... dan jangan lupa, subscribe, like,
share... dan bunyikan loncengnya
Saya Eko Endarmoko dari
Bringin - Kab.Semarang. Menurut prediksi Prof arah pembelajaran masa depan yang
sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia yang maaf kurang suka membaca seperti
apa?
Semua akan lari ke blended learning,
dimana antara model pembelajaran formal, nonformal, dan informal akan menjadi
satu - yang difasilitas dengan teknologi informasi.
Super
sekali..Prof. Saya baru buka dan baca daftar isi saja sudah yakin ini bukan
sembarang waktu yang di gunakan, pengetahuan, baca dan merangkai tulisan..saat
ini saya hanya bisa bilang super sekali. Bisakah saya menulis seperti anda Prof?
Anda bisa menulis jauh lebih baik
dari saya. Soalnya anda ada yang mengajari dan ada yang mau mendampingi. Saya
dulu harus belajar dan jatuh bangun sendiri. pepatah mengatakan: ala bisa,
karena biasa. Tak kenal, maka tak sayang. Menulis adalah masalah jam terbang. Semakin
anda sering terbang, akan semakin mulus take offl terbang, dan landingnya....
ayo menulis bersama saya. Anda penulis pertama, saya penulis kedua.
Terima kasih semuanya. Anda sudah
punya nomor telepon saya. Seperti kata Om Jay, tulis aja dan buktikan apa yang
terjadi. Saya menunggu yang tertarik membuat ringkasan yang saya katakan di
youtube channel.... kita menulis berdua, dan saya langsung terbitkan....
ciao.... salam sehat untuk semuanya. terima kasih moderator dan Oom Jay. sukses
semua untuk anda..... I am login out....,.
Kuliah online pun diakhiri dengan
video Prof Eko menyanyi.
Gunungkidul,
13 April 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar