Selasa, 21 April 2020

KARTINI KINI BERCADAR


KARTINI KINI BERCADAR


Kita akan selalu ingat bahwa tanggal 21 April adalah Hari Kartini. Lewat tulisan ini  saya ucapkan “Selamat Hari Kartini kepada semua Perempuan Indonesia. Teruslah berkarya, mengabdi dan jadilah Teladan bagi perempuan-perempuan Indonesia.”

Tanggal 21 April 2020 ini, peringatan Hari Kartini tidak dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya pagi-pagi sekali, Ibu-ibu, remaja putri, ASN, pelajar mulai dari TK sampai SMA, ibu-ibu rumah tangga semua heboh. Mereka berdandan, berhias, bersolek untuk menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Kartini. Bagi ASN Perayaan Hari Kartini dilaksanakan di kantor-kantor. Bagi pelajar dan guru perayaan dilaksanakan di sekolah. Ibu-ibu rumah tangga dan PKK merayakannya  di RT, RW, dasa wisma, balai desa, di kantor kecamtan, dan masih banyak tempat-tempat yang digunakan untuk merayakan Hari Kartini.

Orang yang paling sibuk pada moment Hari Kartini adalah para perias, pengawai salon, pengusaha salon, atau siapa pun yang memiliki keahlian merias wajah. Selain itu, para pengusaha persewaan pakaian adat, pakaian tradisional juga tak kalah sibuknya. Banyaknya pelanggan yang menggunakan jasa mereka pada Hari Kartini, memaksa para pekerja rias dan persewaan pakaian untuk menyiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Supaya pelanggan dapat terpuaskan dengan pelayanan yang diberikan. Karena banyaknya permintaan pelanggan untuk dirias, mereka sudah mulai bekerja sejak dini hari.

Tampil cantik, anggun, di Hari Kartini tentu menjadi moment tersendiri. Hampir semua perempuan menginginkannya. Facebook dan WhatApp dipenuhi dengan story perempuan-perempuan yang tampil cantik, anggun dengan balutan kain dan kebaya. Seolah mereka mau mengabarkan bahwa, inilah aku, Kartini sejati.

Kini, tepatnya hari Selasa, 21 April 2020 kehebohan dan kesibukan para perias dan pengusaha persewaan pakaian tidak nampak. Tidak ada perempuan yang berdandan, berhias bak putri keraton, Tidak ada acara peringatan Hari Kartini yang digelar. Kompak, tak satu pun instansi, kantor, sekolah, desa yang melaksanakan kegiatan memperingati Hari Kartini. Yang ada adalah semua perempuan bercadar. Semua orang menggunakan masker.

Apakah dengan tidak adanya peringatan Hari Kartini berarti semangat dan perjuangan R.A. Kartini sudah kita lupakan? Tidak. Peringatan Hari Kartini dengan berbagai kegiatan lomba, upacara, dan mengenakan pakaian tradisional hanyalah seremonial belaka. Sesungguhnya peringatan Hari Kartini harusnya  diisi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk orang lain, untuk sesama, untuk bangsa dan negara seperti yang diteladankan oleh R.A. Kartini.

Pada masa pandemi Covid-19 ini siapa sesungguhnya orang yang melanjutkan perjuangan R.A. Kartini?

Pada masa sulit ini, semua orang baik kaum perempuan maupun laki-laki, masih anak-anak, remaja, maupun orang dewasa dapat dan harus dapat melanjutkan cita-cita dan perjuangan R.A. Kartini.. Bagaimana melanjutkan perjuang Kartini? Banyak hal yang bisa kita lakukan. Hal ini tentu sesuai dengan keahlian atau bidangnya masing-masing. Bagi penulis misalnya, untuk dapat melanjutkan perjuangan Kartini dengan menghasilkan karya tulisan yang mampu mempengaruhi banyak orang untuk malakukan hal-hal baik. Bukan sebaliknya menulis untuk memrovokasi hal-hal yang buruk dan bersifat hoak.

Guru-guru tetaplah melanjutkan mengajar dan mendidik anak didik kita dengan sepenuh hati baik daring maupun luring. Demikian juga bagi para pelajar, tunjukkan bahwa kalian adalah pelajar penerus perjuangan R.A.Kartini dengan belajar di rumah/BDR. Tahanlah keinginanmu sementara waktu untuk bertemu dengan teman dan sahabatmu. Hanya sementara.

Kartini masa kini, Kartini pada masa pandemi Covid ini tidak harus berhias seperti  putri, tidak perlu memakai sepatu berhak tinggi, tidak perlu bersanggul bak permaisuri. Cukuplah dengan berbuat baik kepada sesama sebatas yang dapat kita lakukan. Jika kebetulan Allah amanatkan rezeki, harta benda yang lebih bantulah mereka kaum papa yang hari ini berjuang untuk sekedar mengisi perutnya. Jika tak mampu dengan harta benda, cukuplah bantu mereka dengan tenaga. Jika tenaga tak mampu kau berikan bantu dengan sumbangkan pemikiranmu. Jika pemikiran dan ide-idemu pun tak mampu kau berikan, maka cukuplah kau bantu mereka dengan doa. Semoga pandemi Covid -19 segera berakhir.

Kartini masa kini, cukuplah kalian jadi pelopor. Jadilah pelopor dengan memberikan teladan untuk berada di rumah saja. Jadilah pelopor untuk menggunakan masker jika terpaksa kalian harus keluar rumah. Ajari bagaimana mencuci tangan, ajari bagaimana berpeilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Semangat berjuang Kartini-Kartini bercadar. Semoga sedikit yang kita lakukan berdampak luar biasa.

                                                                                                                     Gunungkidul, 21 April 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Portofolio Digital

Selamat datang di Portofolio Digital saya Saya,  Eni Indarwati, M.Pd.  Pengawas Sekolah Dasar di Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Blo...