Segudang prestasi yang diraih tentu dengan perjuangan. Berkali-kali
gagal, tak membuat surut langkahnya. Sampai pada waktunya prestasi puncak pun
dalam gemggamannya.
Profil Narasumber
Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd, Lahir di Sleman, 20 Nopember 1976 dari
pasangan Bapak Giyono SW dan Ibu Waginem. Masa kecil tinggal di Ngawen,
Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta.
Belajar di TKNgawen Trihanggo tahun 1981-1983. Melajutkan ke SD Negeri Jambon II, Trihanggo, Sleman pada tahun 1983-1989. SMP Negeri 5 Yogyakarta pada tahun 1989-1992. SMU Negeri 1 Sleman jurusan IPA pada tahun 1992-1995. S1:
Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 1995 – 2002 pada Fakultas FMIPA
jurusan Pendidikan Fisika dan melanjutkan S2 di Program Pascasarjana UNY jurusan Teknologi Pembelajaran dari tahun 2003-2006.
Pada tahun 2006, Sigit Suryono menikah dengan Dwi Riastuti, M.Pd dan
kini sudah dikaruniai dua orang anak yaitu, Muhammad Yunus Baskara dan Galuh
Ray Rannaa
Aktifitas keseharian sebagai
pengajar di SMP Negeri 1 Wonosari Kabupaten Gunungkidul, mengampu mata
pelajaran IPA.
Aktifitas lainnya yang telah
dan sedang dilakukan adalah :
- Sekretaris Komunitas Rumah Belajar Kemdiknas 2012 – sekarang
- Sekretaris MGMP TIK Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006-2009
- Ketua II MGMP TIK Kabupaten Gunungkidul 2009 – 2012
- Anggota Litbang MGMP IPA Kabupaten Gunungkidul 2012-2015
- Ketua II MGMP IPA Kabupaten Gunungkidul 2015-2017
- Ketua MGMP SMP Kabupaten Gunungkidul 2017 – sekarang
- TIM Pengembang TIK Kabupaten Gunungkidul 2009- sekarang
- TIM Pengembang TIK Propinsi DIY 2009 – sekarang
- Trainer Pelatihan Blog, Pelatihan Multimedia Pembelajaran di BTKP Propinsi DIY
- Trainer ICT di MGMP IPA dan TIK Kabupaten Gunungkidul
Prestasi lomba yang telah
diraih :
- Finalis National Inovatif Teacher Comptetition tingkat Nasional tahun 2009
- Finalis Inovasi Pembelajaran SMP Tingkat Nasional tahun 2009
- Juara 3 Website SMP Tingkat Propinsi DIY 2010
- Juara 1 Website SMP tingkat Propinsi DIY 2011
- Finalis Lomba Media Pembelajaran KI Hajar Award tingkat Nasional Tahun 2012
- Juara 1 FIG guru SMP Tingkat Propinsi DIY Tahun 2013
- Finalis FIG guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2013
- Juara 2 Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2013
- Finalis Lomba Mobile Edukasi tingkat Nasional tahun 2014
- Finalis Lomba Mobile Edukasi tingkat Nasional tahun 2015
- Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2015
- Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Propinsi DIY Tahun 2015
- Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015
- Anugrah Gubernur DIY tahun 2015 atas prastasi sebagai Juara 1 Gupres TK Nasional.
- Satya Lencara Bidang Pendidikan dari Presiden RI, 2016 atas prestasi sebagai juara 1 guru berprestasi Tingkat Nasional tahun 2015.
- Sebagai Salah Satu Peserta Terbaik Literasi Tingkat Nasional 2017.
- Duta Rumah Belajar Tk Nasional Th 2018 dan Duta Rumah Belajar Terinovatif Th 2018.
- Anugrah Gubenur DIY tahun 2018 atas prestasi sebagai Duta Rumah Belajar Terinovatif 2018
Address:
Jeruksari Rt 01/ RW 20, Wonosari, Wonosari, Gunungkidul, DIY,
Indonesia 55812
Email : ciget_suryo@yahoo.com
Mengawali kuliah online pertemuan
ke-14, Moderator menyampaikan salam dan menyapa peserta “Assalamu alaikum
Warahmatullahi wabaraktuh, Selamat malam semuanya. Semoga kawan kawan semua
dalam keadaan sehat semuanya.”
Malam ini kita akan mendapatkan
pencerahan dari bapak Sigit Suryono, juara pertama guru berprestasi jenjang SMP
dan Duta Rumah Belajar Kemdikbud. Beliau akan berbagi pengalamannya menulis dan
berprestasi di tingkat nasional. Moderator kemudian mempersilakan
Narasumber untuk segera memulai kuliah online,
“Assalamua'aikum Wr.Wb.
Alhamdulillah pada hari ini saya diberi kesempatan untuk sharing pengalaman
kepada teman-teman semuanya di group Pelatihan Menulis yang luar biasa ini”,
Sigit membuka onlie.
Narasumber memperkenalkan diri,
nama Sigit Suryono, guru di SMP Negeri 1 Wonosari Gunungkidul. Diakui ada kebahagiaan
bisa berjumpa dengan guru-guru hebat, penulis-penulis hebat yang sebagian sudah
dikenal lewat dunia maya. Beliau memulai dengan berbagi pengalaman berkaitan
dengan keberhasilannya menjadi juara I Guru Berprestasi SMP tingkat nasional
tahun 2015. Selain itu dia juga sebagai duta rumah belajar tahun 2018 dan segudang
prestasi yang lain. Harapannya semoga
bisa menjadi profokator bagi teman-teman di group ini untuk bisa mencapai hal
tersebut.
Judul yang diangkat pada kuliah
online kali ini adalah "Guru Menulis
dan Berprestasi" . Guru yang bersahaja ini menyatakan rasa malu terhadap
teman-teman di group ini yang sebagian besar sudah menulis dan diterbitkan
dalam bentuk buku ber isbn. Menurutnya, dia baru satu kali membuat buku itupun,
dibuat bersama istri tercinta Ria Astuti selama 9 tahun. 1 buku
yang ditulis selama 9 tahun itu, berupa
kumpulan cerpen dengan judul "Aku ingin Menghitung Rembulan". Buku
tersebut akhirnya terbit pada tahun 2017. "Aku ingin Menghitung
Rembulan", berhasil menjadi salah satu desiminator terbaik literasi SMP
tingkat nasional. Diakui beliau betapa sulitnya membuat karya, dari sisi
sebagai penulis, namun di sisi lain beliau sering membuat coretan artikel,
berita dan juga tutorial yang lumayan banyak dan sudah diupload di web ciget.info
maupun di inobel.id. Dia mengaku satu
madzab dengan Omjay, yaitu guru yang senang menulis di blog.
Hal pertama yang disampaiakan
adalah sharing tentang bagaimana Sigit
Suryono bisa meraih juara 1 Guru berprestasi tingkat Nasional pada Tahun 2015. Untuk
mencapai kejuaran tersebut persiapannya
dilakukan sejak awal bekerja di SMP
Negeri 1 Wonosari. Tepatnya saat itu, beliau masih CPNS. Sigit Suryono diminta
untuk mengikuti kegiatan seleksi simposium tingkat Propinsi DIY tahun 2006. “Saya melihat ada peluang
yang saya rekam dari senior-senior saya, saat pelaksanaan simposium tersebut
yaitu banyak dari peserta simposium yang ahli dalam penelitian namun belum
banyak yang menguasai TIK, sedangkan teman-teman yang menguasai TIK banyak yang
tidak mau melakukan penelitian bahkan malas menulis laporan” tuturnya.
Simposium diikuti oleh semua
ketua MGMP SMP maupun pengurus hampir semua bidang study yang ada di propinsi
DIY. Setiap kabupaten wajib untuk mengirimkan peserta dalam kegiatan tersebut.
Itu sebagai sebuah tantangan dan peluang baginya untuk mempromosikan diri
kepada para senior. Hal tersebut dikarenakan pada tahun 2006 dia sudah
menyelesaikan S2 untuk jurusan Teknologi Pembelajaran. Diceritakannya bahwa
perjalanan kuliahnya tidak semulus mahasiswa lainnya. S1 ditempuh selama 7
tahun, bahkan nyaris DO. Setelah lulus S1
langsung mengambil S2 selama 3,3 tahun. Jadi, ia harus kuliah 11 tahun untuk menyelesaikan
S1 dan S2. “Itulah senjata yang handal bagi saya” tulis Sigit Suryono.
Untuk suatu keberhasilan awal,
yang dirasakannya adalah:
- Pendidikan amat penting bagi kita saat akan terjun ke dunia kerja. “Saya sudah diberi senjata yang tajam oleh orang tua”.
- Pemilihan jurusan S2 yang tidak linier, karena keinginannya yang kuat untuk punya keahlian yang belum banyak dimiliki oleh teman-temannya di dunia pendidikan pada saat itu.
Dari simposium tersebut, Sigit mulai
diminta untuk mengajar Powerpoint, flash, blog, dan lain-lain dari
sekolah-sekolah di wilayah Kabapaten Gunungkidul,
lintas MGMP, dan juga diminta untuk menjadi trainer kegiatan di tingkat
kabupaten maupun tingkat propinsi.
Berbagai ajang lomba mulai
dijajakinya. Kegagalan setiap mengirimkan karya, dan proposal berkali-kali
dialaminya. Namun semangat pantang menyerah, terus mencari informasi lomba
lewat web maupun blog tentang info lomba dilakukannya. “Jangan tunggu informasi
dari dinas karena pasti akan terlambat!” Kegagalan-kegagalan yang ada di depan mata
saat lomba, bahkan karya terbaik yang dia buat pun masih kalah dalam lomba. Padalah
pada saat itu karya yang dibuatnya dirasakannya lebih baik dari karya peserta
lomba lain. Inilah masalah baru bagi
pemain lomba.
Oleh karena itu dia riset. Kenapa selalu kalah? Dia renungkan. Akhirnya mulai tahun 2009 Sigit Suryono sudah mulai mencicipi hasil
kejuaran dari tingkat kabupaten, regional, maupun propinsi. Namun di tingkat
nasional masih kalah, meskipun sudah 6 kali menjadi finalis lomba tingkat nasional.
“Apa sih yang menyebabkannya?”
Berikut disampaikan tips-tips ketika maju mengikuti lomba tingkat
nasional.
- Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya karya yang akan kita ikut lombkan (kecuali masih tahap awal karena hanya ingin mencoba berhasil/tidak ya gagal/tidak).
- Karya yang kita ikutkan dalam lomba bukan karya yang instan artinya karya yang kita buat tidak maksimal karena hanya membuat karya saat akan ada lomba, namun siapkanlah karya yang dibuat itu jauh hari bahkan mungkin 1 tahun pengerjaan yang di dalamnya ada jiwa dan ruh kita, semangat kita.
- Jika kita lolos ke nasional perlu di lihat kembali apa saja yang akan dinilai saat kita mengikuti lomba tersebut. Apakah karyanya? Ataukah presentasinya? (hal ini sangat penting saat kita mengikuti suatu lomba),
- Siapkan diri, pribadi, mental dan juga fokus pada lomba,
- Saat presentasi lomba fokus pada materi yang akan kita sampaikan, jangan sampai keluar dan menyimpang dari presentasi yang kita siapkan karena akan banyak memakan waktu.
Kegagalan-kegagalannya di awal mengikuti
lomba di tingkat nasional, dia sadari karena pada saat pemaparan sering
melakukan presentasi yang keluar jalur. Bukan pada pokok media atau penelitian
yang dibuatnya. Misalnya dalam
presentasi malah membicarakan siapa saya, prestasi apa yang saya miliki,
membanggakan organisasi, sekolah, maupun yang lainnya sehingga keluar jalur
dari presentasi yang seharusnya lebih fokus pada media yang dipresentasikan. Hal itu penting sekali, diakuinya ia pernah gagal di ajang inobel tahun 2009, saat
itu kehabisan waktu karena hanya menceritakan siapa saya, dan lain-lain. Padahal menurut teman-teman peserta lomba lainnya, seharusnya
pada saat itu bisa masuk 3 besar, ternyata tidak masuk. Pengalaman pahit.
Teman-teman yang juara inobel, juara
IKG, juara bidang lain tentu juga merasakan apa yang pernah dirasakannya. Lomba
itu pasti hasilnya gagal atau juara. Kalau gagal, maka kita harus melakukan
evaluasi. Kalau menang jangan jumawa karena suatu saat bisa juga kita akan kalah. Ketika tidak bisa kontrol diri "AKU-nya
muncul" sehingga saat presentasi di lomba lain bisa kalah dengan orang
lain. Maka sarannya pada teman-teman di group ini mari kita terus
belajar-belajar-dan belajar, belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa
saja" (seperti slogan Rumah Belajar) ya.
Hal-hal
yang tuliskan di atas adalah pengalamannya saat mengikuti lomba-lomba yang
selalu gagal. “Kemudian bagaimana saya bisa jadi juara guru berprestasi tingkat
nasional tahun 2015?” Apa yang saya lakukan dan
apa yang saya persiapkan?”
Gambar. Penyerahan hadiah sebagai Juara 1 Guru Berprestasi
Tingkat Nasional SMP Tahun 2015 oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional Bapak
Anies Baswedan.
Untuk mengikuti lomba guru
prestasi hal yang perlu dipersiapkan yaitu mencari Pedoman Pemilihan Guru
Berprestasi pada tahun penyelenggaraan dilaksanakan. Jika belum keluar
pedomannya, dapat menggunakan pedoman pada tahun sebelumnya. Berikut tips,
mengikuti lomba guru prestasi:
- Cermati isi dari pedoman tersebut berkaitan dengan proses penilaian dari tingkat Kabupaten, Tingkat propinsi, dan tingkat Nasional.
- Buat portofolio 8 tahun terakhir sesuai dengan ketentuan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi. [kumpulkan semua karya bapak ibu guru yang sudah dibuat selama 8 tahun terakhir, untuk bukti fisik berupa Surat tugas, piagam, dll, diligalisir oleh atasan langsung]
- Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai dengan kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang bapak/ ibu guru miliki dan selalu memperhatikan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional.[ karya bisa berupa PTK, best practice, maupun penelitian yang lainnya seperti penelitian eksperimen, penelitian R&D, dll] jangan lupa buat presentasinya menggunakan Ms Powerpoint atau yang lainnya.
- Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata penulisan sesuai dengan ketentuan pedoman guru berprestasi. (jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat)
- Persiapkan video pembelajaran untuk satu tatap muka yang mencerminkan proses pembelajaran yang benar sesuai dengan RPP yang kita buat. (syarat yang maju ke tingkat nasionalI
Setelah itu semua siap, maka hal
yang kita lakukan adalah melalui tahapan-tahapan seleksi guru berprestasi dari
tingkat kabupaten sampai nasional.
Kegiatan penilaian di
masing-masing jenjang seperti yang sudah ikutinya pada tahun 2015 meliputi:
Lomba Guru Berprestasi tingkat
Kabupaten Gunungkidul:
- Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional
- Test Wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Prefesional, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Kepribadian.
- Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
Lomba Guru Berprestasi Tingkat
Propinsi DIY
- Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
- Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
- Psikotest
- Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
Lomba Guru Berprestasi Tingkat
Nasional
- Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
- Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
- Psikotest
- Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
Narasumber juga membagikan
komponen portofolionya yang digunakan
untuk lomba gupres tahun 2015 dapat dilihat di web : Contoh Portofolio Gupres
Sesi tanya jawab
Ass. Pak Sigit. Apa yg dirasakan Bapak pada saat gagal dalam lomba juga
saya sudah alami. Akan tetapi apabila motivasi dalam diri kita selalu dipacu maka kita akan
mendapatkan namanya juara. Kuncinya adalah belajar, belajar dan belajar terus.
Apa saja yg dinilai pada saat presentasi karya kita, Pak? #Muhammad Said
Makassar.
Jawaban:
Ok, makasih Mas Muhammad Said
Makasar atas pertanyaannya: apa saja yang dinilai pada saat presentasi karya. Yang
paling utama yang dinilai saat presentasi adalah penguasaan pada karya kita itu
sendiri adalah nilai yang utama, kebanyakan kita gagal saat presentasi karena
kita kurang menguasari karya kita secara detail baik dalam file presentasinya
maupuan laporan yang kita buat. (hal ini bisa terjadi dikarenakan kita merasa
bahwa kita sudah menguasai karya yang kita buat sendiri tanpa di baca ulang,
tanpa dipahami ulang) maka saat akan presentasi jauh hari saya sudah membaca
berulang-ulang dan juga mencoba mempresentasikan secara tepat dan durasi waktu
yang kita butuhkan kita mempraktekkan juga presentasi yang akan kita lakukan
secara berulang ulang untuk menghindari noise "gangguan" baik dari
diri sendiri misal nerves dan kurang siap, mapun dari alat yang kita gunakan
untuk presentasi seperti file error, laptop bermasalah, listrik mati
dll"), 2. Perlu memperhatikan pertanyaan yang di ajukan oleh juri kita
jawab dengan baik jika kita sudah siap.
Tadi disampaikan bahwa untuk ikut lomba persiapan harus 1 tahun lebih
supaya ruh kita ada. Bagaimana menyiasati jika persiapan yang kita lakukan
ternyata tidak sesuai dengan tema lomba. Terima kasih. Bu Iin Kediri
Jawaban
Pasti akan muncul nerves dan
mental down. Kalau judul yang kita buat lolos masuk ke tahap selanjutnya untuk
dipresentasikan di ajang lomba walupun temanya salah. Hal ini pernah saya lihat
(yang mengalami teman dari daerah sumatra saya lupa nama beliau) saat lomba Forum
Ilmiah Guru Tingkat Nasional tahun 2013. Beliau salah tema, salah penelitian
namun tetap bisa lolos ke nasional) yang beliau lakukan adalah tetap
menyampaikan materi presentasi dengan mantap, fokus dan saat ditanya oleh juri
temanya kok tidak sesuai dengan tema lomba, beliau menjawab dengan tenang, dan
fokus walaupun tidak juara), namun intinya kita menguasai betul karya yang kita
buat dan kita kerjakan dan berusaha secara maksimal mempresentasikan pada ajang
lomba tersebut.
Assalmualikum wr wb. Motivasi diri Bapk sangat kuat, bagaimana dan apa
resepnya?
Jawaban
Bu Iez Lumajng "resep dari
ibu saya " Menang cacak kalah cacak"
dan juga dorongan dan motivasi yang kuat dari istri yang siap mereviuw karya
saya kebetulan istri satu jurusan di Teknologi pembelajaran. kami bersinergi
dengan baik.
Untuk gupres ini berdasarkan ajuan pribadi atau sudah ditunjuk oleh
dinas pendidikan?
Jawaban
Untuk gupres saya mengikuti
seleksi 2 kali tahun 2013 baru juara 2 tingkat kabupaten. Kemudian mengikuti
kembali tahun 2015 yang diajukan oleh
kepala sekolah untuk mengikuti seleksi tingkat kabupaten karena pada tahun
tersebut tidak ada guru di sekolah saya yang mau (sebelumnya digilir pertahun
sudah ditunjuk oleh KS 2 tahun sebelum lomba gupres), sehingga KS saya meminta
saya untuk maju di tahun 2015 dan alhamdullillah saya lebih siap dan lebih
komplit dari tahun 2013 sehingga bisa jadi juara 1 di kabupaten sampai juaran 1
nasional. Lawan di kabupaten th 2015 saya 22 orang guru, di propinsi 5 guru (di
DIY hanya 5 Kabupaten) di Nasional th 2015 ada 33 propinsi.
Slmt malam pak, di luar konteks ini, siapakah orang-orang paling
berpengaruh di balik prestasi bapak? Tks. Yulius Roma_Toraja,
Jawaban :
Makasih bapak atas petanyaannya,
orang yang berpengaruh pada keberhasilan saya : 1. Bapak-ibu saya yang sudah
mempercayai untuk belajar terus walaupun hampir gagal (DO), 2. Istri saya yang
terus memotivasi dan mereview penelitan dan karya saya, 3. Keluarga besar
sekolah saya dari KS, Guru dan siswa yang membebaskan saya untuk selalu
bereksprerimen dan berinovasi, dan dinas Dikpora baik propinsi maupun kabupaten yang memberi kesempatan kepada saya
untuk berbagi ilmu.
Untuk ikut lomba harus menyiapkan portofolio 8 th. Secara otomatis
bapak memang sdh menyiapkn waktu sangat
panjang. Apa yg membuat anda memilih mengikuti lomba dg hrs siapkn berkas
selama 8 tahun. Siti Fatimah.
Jawaban :
Terima kasih ibu siti fatimah: Gupres sebenarnya bukan pilihan
bu... namun itu semua merupakan rekam jejak saya selama mengajar, berinovasi,
dan juga melakukan penelitian. Hal itu karena dorongan bapak ibu saya agar
selalu disiplin untuk naik pangkat setiap 2 tahun sekali dan saya pernah
membantu ibu saya saat saya masih kuliah pemberkasan ke IV b ibu, sehingga saya
mengikuti jejak beliau untuk menyimpan hampir semua arsip yang penting dan
ternyata dapat dimanfaatkan di kemudian hari tepatnya tahun 2013 dan 2015 bisa
saya gunakan.
Assalaamu'alaikum pak, saya mau tanya tentang karya tulis ilmiah
misalnya PTK... ketika saya ingin membuat PTK tentang metode pembelajaran dan
diterapkan ke siswa saya hasilnya selalu sesuai yang saya harapkan sehingga
saya merasa gagal.Akibatnya tdk mungkin dibuat laporan PTK. saya lihat
kebanyakan teman-teman jg data nilai siswa tdk ada yg asli. mohon bantuan
sarannya pak, apa yang harus saya lakukan untuk bisa mendapatkan data asli
seperti harapan saya? Sri Indyani
Jawaban :
Makasih pertanyaannya bu: untuk
PTK seharusnya yang benar adalah yang ibu lakukan sesuai dengan apa adanya
bukan dibuat-buat nilanya. sehingga ibu buat aja laporannya sehingga bisa
digunakan untuk dupak dan pengembangan diri.
Saya ari rumbini dari purbalingga
ingin bertanya apakah untuk
mengikuti seleksi gupres(
memiliki buku dan karya sastra lain)dibutuhkan dalam seleksi ?
Jawaban :
Tidak bu, buku dan karya sastra
hanya sebagian kecil dari Karya ilmiah maupun publikasi ilmiah. Pada saat saya
mengikuti seleksi gupres tahun 2015 saya tidak mempunyai buku maupun karya
sastra namun saya menggunakan berbagai artikel yang saya tulis di blog saya di
ciget.info, sedangkan untuk hal yang menonjol yang memang kekuatan paling besar
saya adalah di bidang TIK dan karya saya yang paling banyak adalah media
pembelajaran : http://ciget.info/wp-content/uploads/2016/04/3.pdf
Assalaamu 'alaikum ww. Terima kasih materi malam ini yang sangat bagus.
Alhmdulillaah, berkah dari membuat buku ,saya kemarin( 2019) juga juara 1 Gupres
Tingkat Kabupaten. Namun di Propinsi belum berhasil, karena termasuk
persiapan belum maksimal. Yang saya tanyakan
bagaimana cara membuat power point yang baik? Berhubungan dengan materi nggih
pak? Apakah power point satu halaman/ lembar? Etik Wahyuni Purbalingga
Jawaban :
Mantap Bu... di Purbalingga saya
kenal teman lama Pak Wahyudi guru "Matematika" jika ibu kenal salam
buat beliau. Oh iya untuk membuat power point harus kita siasati dengan melihat
waktu presentasi sehingga biasanya 10 menit, maka untuk mensiasasi penting
untuk belajar infografis sehingga informasi yang kita buat bisa menampilkan
hampir semua karya kita dengan sedikit slide. biasanya yang dibuat slide hanya
di bab 1, bab III, IV, dan V.
Selamat malam..pak, bapak pernah menulis 9 tahun baru selesai..kenapa
bisa begitu ? Tolong bagi kisahnya. Andy Muhtadin
Jawaban :
Terima kasih pak karya yang saya
buat bersama istri ini berupa cerpen hanya 10 judul, namun cerpen ini
mengisahkan perjalan anak saya yang pertama Muhammad Yunus Baskara, dari kecil
sampai besar setiap ada pertanyaan yang menggelitik dan susah untuk dijawab
oleh saya maupun istri akhirnya jadi cerpen dan itupun butuh waktu yang lama
dari bayi sampai dia berumur 10 tahun. Sehingga karya tersebut benar-benar saya
jiwai dan saat presensi pada saat desiminasi tingkat nasional bisa menjadi
salah satu yang terbaik, karena penjiwaan dan
penguasaan karya.
Assalamu'alaikum pertanyaan sy
utk Pak Sigit:
1. Sy mau bertanya terutama berkaitan dgn
Pembatik/DRB karena Bapak juga sebagai DRB Nasional. Mohon dijelaskan tips2
agar bisa menjadi pemenang DRB?
2. Tadi pak Sigit menjelaskan bahwa untuk
menjadi Gupres harus memberikan evaluasi diri. Adakah contoh naskahnya, Pak? Dari
Amali (Bantul).
Jawaban :
Terima kasih. Wassalam Oke terima kasih: untuk menjadi DRB maka tip
yang harus dilakukan adalah dengan cara mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar
melalui web simpatik.belajar.kemdikbud.go.id selanjutnya mengikuti seleksi tiap
level dari level 1 sampai level 4, dan jangan lupa kita tulis semua aktivitas
dan kegiatan kita saat mengikuti seleksi tiap level tersebut di web/ blog kita,
selanjutnya kita kita melakukan sosialisasi ke sekolah kita dan beberapa
sekolah yang ada di sekitar kita jangan lupa tetap di catat dan ditulis serta
ada foto ataupun video yang kita buat
dan di publish di web / blog. itu akan berguna saat kita terpilih menjadi DRB
karena akan ada seleksi kembali untuk memilih yang terbaik, terinovatif maupun
terkreatif. saya mendapatkan yang terinovatif pada saat itu karena semua
kegiatan yang saya lakukan tercatat dan bisa ditampilkan pada panitia seleksi
DRB. untuk naskah berpractice nanti saya upload berikan linknya
Bagaimana cara menghadapi pertanyaan dari juri yang tidak bisa kita
prediksi? Budi Artopo
Jawaban :
Improvisasi Pak, pertanyaan juri yang tidak kita prediksi maka
kita harus tetap tenang dan fokus, serta berusaha menjawab sebaik mungkin
pertanyaan juri tersebut dengan jujur.
Tertarik dengan cerita bapak, ternyata memang benar pepatah Kegagalan
adalah sukses yang tertunda. Kegagalan menjadi cambuk buat kita menjadi lebih
semangat. Mohon maaf ketika Bapak berhasil gurpres, jika ada biayanya, apakah
dinas terkait membantu Bapak untuk persiapan ke tingkat selanjutnya dalam hal
pendanaan ? Ataukah biaya sendiri ? (Enny Kota Tangerang)
Jawaban :
Semua biaya sendiri Bu, tahun
2015 saat juara 1 kabuaten tidak ada penghargaan dalam bentuk rupiah. Saya
menerima penghargaan dalam bentuk plakat saja, dan diberi baju batik. Sementara saat di propinsi saat juara 1 dapat
uang pembinaan 5 juta itupun diterima tidak langsung sehingga saat ke nasional
masih tetap biaya sendiri. Namun saya sudah terbiasa lomba dengan biaya sendiri.
Yang kita butuhkan adalah surat izin, maupun surat tugas dari atasan sehingga
kita legal untuk mengikuti kegiatan berbagai lomba.
Assalamu'alaikum, Pak Sigit, perkenalkan nama saya Winariti dari
Tangerang. Saya mau tanya apakah faktor pendidikan sangat berpengaruh dalam
penilaian gupres, karena th kemarin sy mengikuti lomba gupres tingkat
kabupaten sy dpt juara 2 walaupun nilai sy kata juri paling tinggi
dibanding teman yg juara satu . Kata juri karena faktor pendidikan , sy baru S1
sementara yg juara 1 pendidikannya S2 padahal kata juri nilai ujian tulis,
presentasi makalah nilainya di bawah saya, mohon penjelasannya, terima kasih.
Jawaban :
Tidak bu, pendidikan tidak
terlalu berpengaruh pada gupres walupun nilai untuk S1, S2, maupun S3 berbeda
itu saat penilaian portofolio, namun jika karya kita lebih baik dan lebih
banyak, serta saat presentasi kita lebih baik dari yang memiliki pendiidkan
lebih tinggi, maka kita pun pasti akan jadi juaranya. hal ini saya ketahui
karena saya jari juri untuk seleksi gupres di kabupaten gunungkidul dari tahun
2016-2018. namun beda dareah saya juga tidak bisa menjawab bu mungkin ada
subjektifitas berkaitan dengan pendidikan. namun jika petunjuk peniliaan di
pedoman gupres digunakan selisih pendidikan hanya sedikit dan bisa dikejar
dengan karya dan produk yang lain.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Saya Hidmi Gramatolina, dari
Lombok NTB. Pernah mengikuti Gupres Tingkat Provinsi (Juara 2) tahun 2019.
Mengajar Kimia di SMK. Dari Juknis tahun 2018, 2019, syarat portofolio yg
dikumpulkan dan dinilai hanya 2 tahun terakhir, dan Best Practise. Bapak,
Bagaimana strategi kita, agar menghasilkan BP dalam kurun waktu 1 tahun ini, misalnya
untuk maju kembali tahun berikutnya. Karena tema di BP belum kita ketahui. Sejauh
ini yang saya perhatikan dari lomba tersebut. Jika kita dari SMK harus
berkaitan erat dengan SMK. Bagaimana menurut bapak? Terimakasih, Tema BP saya kemarin Pembelajaran Kimia Berbasis Proyek
untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21.
Jawaban :
Makasih bu, atas pertanyaannya. Untuk
tahun ini saya juga belum tau, Bu. Apakah akan terus dilanjutkan atau
dipending. Namun yang terpenting untuk BP mengacu pada tahun lalu jika belum
ada pedoman gupres tahun ini, dan ibu tinggal menyempurnakan BP tahun yang lalu
dengan inovasi bisa di tampilan, dipresentasi, maupun perbaikan naskah.
Pak Sigit, menurut Bapak seberapa greget sih guru-guru sekarang untuk
berkarya, berinovasi dan berprestasi? Adakah peran KS untuk greget guru dalam
hal tsb? Pengalaman Pak Sigit bagaimana? (Sri Dwi Murwaningsih, Ponjong)
Terima kasih pertanyaannya bu. Saat
ini guru semakin banyak yang berkarya, berinovasi maupun memiliki prestasi yang
baik. Dan menurut saya sendiri peran KS penting. Namun yang lebih utama adalah diri kita sendiri sejauh
mana kita akan maju dan berkembang tentu hal itu dari diri kita sendiri.
Teman-teman yang ada di group ini
ayo kita warnai Rumah Belajar dari teman-teman PGRI dengan mengikuti kegiatan
PembaTIK 2020 siapa tau ada diantara kita next DRB.
Kesimpulan:
Teruslah belajar, berkolaborasi dan berbagi agar ilmu yang dimiliki
bisa dimanfaatkan oleh orang lain. Bekalilah muridmu sesuai dunianya, karena
mereka akan hidup di zaman mereka yang sangat berbeda dengan zamanmu. Dan
jangan lupa Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja ("Rumah Belajar")
Gunungkidul, 20 April 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar