BUKU
DITOLAK PENERBIT
AWAL KESUKSESAN PENULIS TERNAMA
Oleh Eni Indarwati
Buku ditolak penerbit
bukanlah akhir perjalanan seorang OmJay
“Assalamu
alaikum Warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang guru guru hebat Indonesia”
Salam dan sapaan khas kuliah online memulai materi hari ini dengan tema” “Ketika Bukumu Ditolak Penerbit Mayor”
Kisah
nyata tentang ditolaknya buku oleh penerbit mayor dikisahkan oleh Guru Blogger
Ternama, OmJay.
Sedih
rasanya bila buku yang kita tulis ditolak oleh penerbit. Saya sendiri pernah
merasakannya. Makan tak enak, tidurpun tak nyenyak. Sakitnya tuh di sini!
(sambil mengelus dada) hahaha. Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini,
hihihi.
Namun
perlu anda ketahui. Saya termasuk orang yang pantang menyerah. Ketika naskah
buku saya ditolak para penerbit mayor, saya tidak putus asa. Saya akan
menerimanya dengan lapang dada. Saya menerimanya dengan senyuman meskipun
terasa pahit.
Berkali
kita gagal lekas bangkit dan cari akal. Berkali kita jatuh lekas berdiri jangan
mengeluh. Jadilah guru tangguh berhati cahaya. Kegagalan adalah awal dari
sukses yang tertunda. Gembirakan dirimu dengan terus belajar kepada orang-orang
yang telah sukses menerbitkan bukunya.
Saya
perbaiki tulisan saya. Kemudian saya baca kembali. Beberapa teman yang saya
percaya , saya minta untuk memberikan masukan. Hasilnya buku saya menjadi lebih
baik dari sebelumnya dan lebih enak untuk dibaca. Sakit hati ini terasa
terobati.
Ibarat
seorang mahasiswa S1 yang skripsinya dipermak habis sama dosen pembimbingnya.
Ibarat mahasiswa S2 yang tesisnya ditolak promotornya dan ibarat mahasiswa S3
yang ditolak proposal desertasinya.
Saya
sangat berterima kasih kepada para penerbit yang sudah menolak buku yang saya
susun. Dengan begitu buku yang saya
susun menjadi layak jual. Coba kalau seandainya naskah buku saya langsung
diterima, pasti banyak yang tidak laku karena isinya kurang menarik hati
pembaca. Buku saya terbit tapi tidak banyak pembelinya, karena bukunya tidak
menarik hati pembaca.
Saya
jadi banyak belajar semenjak buku ditolak penerbit mayor. Saya perbaiki dan
terus perbaiki sehingga naskah buku menjadi lebih enak dibaca. Butuh waktu lama
mengerjakannya. Saya pantang menyerah. Saya belajar dari penolakan. Saya pergi
ke toko buku dan membaca buku-buku best seller. Dari sanalah saya akhirnya tahu
rahasia buku mereka laris dibaca pembaca.
Saat
itu saya semakin menggebu-gebu semangatnya. Ibarat perahu yang sudah berlayar
tentu pantang untuk kembali ke pelabuhan. Jalan terus sampai tujuan walaupun
akan banyak ombak besar menghadang. Tidak ada nahkoda ulung yang tidak melalui
lautan yang berombak ganas. Justru disitulah keahliannya teruji.
Ketika
bukumu ditolak penerbit, teruslah menulis dan jangan berhenti menulis. Ketika
engkau terus menulis, maka tulisanmu akan semakin tajam dan nendang. Pasti
tulisanmu akan layak jual. Pasti tulisanmu akan banyak dibaca orang. Aha
kuncinya satu mau belajar dan pantang menyerah.
Perbaiki
dan terus perbaiki sehingga penerbit mayor mau menerbitkan bukumu tanpa kamu
keluar uang satu senpun. Kamupun tersenyum ketika royalti bukumu mencapai angka
yang fantastis. Puluhan bahkan ratusan juta rupiah kamu dapatkan bila bukumu
laku keras. Seperti royalty buku yang kami terima saat ini.
OMJAY MENJAWAB
Sebenarnya
apa dasar alasan penerbit menolak tulisan yg kita ingin kita berikan? Dasarnya karena tulisan kita kurang sesuai
dengan standart penerbit, dan biasanya calon penulis baru begitu sangat
menggebu gebu dan sangat yakin bukunya akan laku. Rasa percaya diri itu
dibangun melalui proses terus menerus dan jatuh bangun. Seperti anda belajar
sepeda, awalnya agak susah naik sepeda. Tapi kalau sudah bisa mah enak enak saja, hehehe….
Omjay
waktu dulu langsung menulis buku pelajaran atau menyusun modul? Dulu dua duanya saya lakukan
Apa
dasar utama Omjay memilih untuk jadi penulis? Pekerjaan menulis adalah pekerjaan menuju keabadian. Kita sudah mati
tapi buku kita abadi, contoh karya Buya Hamka
Omjay
apakah pengalaman ini ada Omjay bukukan? Ada dalam catatan harian seorang guru blogger dan di blog Omjay
Bagaimana
cara menerbitkan buku dari kumpulan resume yg telah kita buat? Saya ingin
menerbitkannya, tapi bagaimana caranya? Ditawarkam kepada siapa? Segera kumpulkan dari pertemuan pertama sampai terkhir, gabung dalam
satu file. kemudian lihat buku-buku yang sudah diterbitkan Penerbit Andi,
kemudian tawarkan ke Penerbit Andi Yogya
Bagaimana
caranya supaya kita tidak ragu untuk bisa menulis sampai terbit buku? Fokus untuk menulis buku motivasi dan kisah
inspiratif karena buku ini masih banyak pembelinya.
Untuk
pertama menerbitkan buku yang sudah siap terbit (judul siap, daftar isi, kata
pengantar, isi sudah diedit, boidata penulis) langkah selanjutnya bagaimana,
kirim ke Om Jay lalu ke penerbit? Dulu
saya kirimkan dalam bentuk cetak dan dijilid, setelah itu saya tawarkan ke
penrbit, tapi sekarang penerbit yang cari saya, sehingga saya cukup kirim email
saja ke penerbit.
Bisa
ga kita lakukan sekarang, langsung lewat email? Bisa, kirimkan ke omjaylabs@gmail.com, nanti Omjay bantu ke Penerbit Andi
|
|
Omjay,
kalau menerbitkan buku di penerbit indie dg biaya sendiri apakah ada fasilitas
layout buku layaknya buku yg diterbitkan di penerbit mayor. Soalnya kmrn sy
menerbitkan buku pelajaran di penerbit indie dg biaya sendiri isi materi tdk di
ubah sama sekali tata letaknya shg bukunya tdk menarik. Ada, tapi kita perlu keluar uang, kalau di penerbit mayor kita tinggal
terima beres. Bahkan cover dan layoutnya sangat menarik sekali, sehingga banyak
orang yang beli bukunya.
OmJay
Kalau kita bayar untuk menerbit satu buku berapa? Tergantung penerbitnya, kalau di Penerbit Andi tidak bayar.
Om
Jay bisa ya kita diberi daftar penerbit, agar kita bisa menawarkan tulisan
(buku) ke banyak penerbit. Bisa, kan
kemarin di mataeri Pak Imron ada
Untuk
fokus menulis buku, boleh kah kita hanya monitor saja tidak harus fokus
menyimak dan membuat resume perkuliahan selanjutnya. dan kalau draf bukunya
sudah jadi apakah kita boleh berhubungan langsung dengan penerbit? Silahkan saja, tapi anda tidak berlatih
menulis, padahal menulis itu sebuah keterampilan yang harus terus menerus
diasah setiap hari, ikatlah ilmu dgn cara menuliskannya.
Om
Jay, ane sekedar usul bisa tidak om Jay punya team. Team editor, team
layout seperti di media guru, biar kami
mudah untuk kerja sama untuk menerbitkan buku. Kami sudah punya tim di Penerbit Andi, jauh lebih hebat dari Media Guru.
Bagaimana
ketika buku yang sudah kita susun dengan susah payah ditolak oleh penerbit? Bukan
hanya mayor saja, namun bisa jadi oleh penerbit lain juga. Karena saya yang
artikel beberapa kali ditolak di media cetak saja langsung agak nglokro semangat
nya..padahal baru artikel. Kirim ke Omjay,
nanti kita perbaiki sama-sama.
Bolehkah
berbagi sedikit tips untuk menata hati dan membangun semangat lagi ketika kita
mengalami penolakan itu? DJTIS (Disiplin,
jujur,tulus, ikhlas dan sabar) Itu karakter penulis. Berkali kita gagal, lekas
bangkit dan cari akal, berkali kita jatuh, lekas berdiri jangan mengeluh,
jadilah guru tangguh berhati cahaya.
Alhamdulillah
omjay terimakasih sudah mau mengedit seluruh tulisan kami dengan tulus dan
ikhlas. Belajar dari Rasuilullah, sidiq,
tabligh, amanah, dan fathonah. sering
nonton acara kick andy, https://www.youtube.com/watch?v=gOsgzSIAJHw&t=76s
Assalamualaikum,
selamat siang Om Jay... Maaf mengganggu waktunya, saya cuma mau menyampaikan
rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Om Jay yang secara tidak langsung
telah memberikan motivasi yang luar biasa kepada saya untuk mengungkapkan ide
yang dimiliki melalui tulisan.
Berkat
motivasi yang senantiasa Om Jay berikan kepada saya dan teman-teman dalam Group
menulis saya memberanikan diri untuk menuangkan ide yang bertahun terpendam
menjadi sebuah tulisan yang Alhamdulillah sudah menjadi sebuah buku. Sungguh
luar biasa rasanya melihat tulisan kita berwujud sebuah buku, dan lebih luar
biasa lagi saat dikirimi foto buku saya yang masih belum ada apa-apanya berada
tepat di samping buku seorang penulis terkenal seperti Om Jay. (Agak lebay saya
mungkin ya Om Jay), tapi memang seperti ini lah yang saya rasa begitu melihat
buku pertama saya yang insyaAllah akan saya jadikan awal untuk lebih semangat
lagi menghasilkan karya-karya berikutnya. Sekali lagi terimakasih Om Jay,
terimakasih untuk motivasinya selama ini, semoga Om Jay selalu diberi rahmat
kesehatan dan kesempatan untuk senantiasa terus berbagi semangat, berbagi ilmu
dan berbagi kebaikan untuk semua. Aamiin
ya robbal alamiin, kesuksesan seorang guru adalah bila muridnya bisa lebih
pandai dari gurunya.
Kesabaran,
ketelatenan dan kemurahan hati Guru Bloger ini,terhadap peserta dibuktikan
dengan testimoni para peserta, yang menyatakan bahwa sangat terbantu oleh
beliau. Tak segan-segan Omjay juga membagikan buku karyanya yang berjudul “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa
yang Terjadi” Buku Ini terbit
tahun 2012. Berarti sudah sepuluh
tahun yang lalu, luar biasa.
Saran omjay belilah buku ini secara online
ke penerbit andi yogyakarta. Buku terbaru omjay melejitkan keterampilan menulis
siswa.
|
|
|
|
Gunungkidul,
16 Mei 2020




Aamiin ya robbal alamiin
BalasHapusIlmu yang diajarkan dan membawa kemaslahatan insyaAllah amal jariah
BalasHapus