Jumat, 15 Mei 2020

MENULIS KTI BERSAMA AHLINYA


MENULIS KTI BERSAMA AHLINYA

Oleh : Eni Indarwati
Sebuah keberhasilan harus disertai usaha, semangat serta kerja keras.




                                   
 BIODATA  NARASUMBER
Nama                              : DRA. RAHMI WILANDARI , M.Pd
Tempat, Tanggal Lahir     : Surabaya, 1 Januari 1965
Alamat Rumah                  : Jl. Sutedi Senoputra Gg Cempaka I/2 Karangpilang   
      Surabaya 60221
Alamat Surel                   : rahmi.smadda@yahoo.com
Blogger                           : edukasirahmiwilandari.blogspot.com
Nomor HP                        :  081235192393
Program Studi S-1           :  S1 Pendidikan Ekonomi Tahun Lulus 1988
Program Studi S-2          :  S2 Pendidikan Ekonomi Tahun Lulus 2013
Tempat mengajar            : SMA Negeri 21 Surabaya/ Jawa Timur
 Daftar Karya                  :
1.    Jurnal Pendidikan Ekonomi UNESA Surabaya
“ Pembelajaran Kooperatif Tipe Thik Pair Share dengan Media 3D Topiscape SE ( Student Edition ) untuk Meningkatkan Ketuntasan belajar Siswa ( 2013) “
2.    Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio dan Multimedia (2013)
3.    My Literacy for My Future (Literasiku, Masa Depanku) (2017)
4.  Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match dengan menggunakan Media Kartu Remi (Playing Cards) untuk meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa pada Materi Permintaan dan Penawaran (2018)
5.    Wajib dan Perlukah Pendidikan Kewirausahaan di SMA (Artikel Ilmiah: 2019)
6.  Membangun Karakter Generasi Milenial menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 (2019)

Penghargaan yang pernah diterima :
1.    Juara 3 LKTI Majalah Media (PGRI) Tingkat Jawa Timur tahun 2013
2.  Juara Lomba Guru Menginspirasi (KTI Literasi) Tingkat Nasional  2018 untuk jenjang SMA/MA/SMK diselenggarakan oleh Penerbit PT. Erlangga Jakarta

Selamat siang guru hebat Indonesia”, ini adalah Sapaan khas mederator kuliah online dalam mengawali acara. Materi kali ini tentang menulis di media cetak

Narasumber menyampaikan dan memperkenalkan diri “Nama saya Rahmi Wilandari. Mengajar di SMAN 21 Sby.. Saya juga guru biasa seperti bapak ibu semua,  jd kita bisa sharing saja...Saya pengampu mapel Ekonomi dan Kewirausahaan. Seperti pada umumnya para penulis punya latar belakang pendidikan Bahasa dan Sastra, sedangkan saya latar belakang Pendidikan Ekonomi... Awal saya tertarik untuk menulis segala apa kejadian sehari-hari saya alami saya tulis. Yah...  pada saat berangkat kerja ada kejadian menarik. Setiba di sekolah langsung buka laptop apa yg saya lihat kejadian tadi saya tulis garis besarnya.  Setelah sampai dirumah saya buka lagi laptop utk melanjutkan cerita yang tertunda  siang hari…. Saya juga tidak pandai merangkai kata-kata untuk menjadi sebuah kalimat dan menjadi sebuah paragraf yang enak untuk dibaca.” Begitulah perkenalan singkat narasumber kepada peserta pelatihan menulis online ini.

Utk menulis itu ada macam-macam penulis. Ada Penulid Cerpen,  ada penulis Novel,  ada penulis cerita bersambung ( Cerbung), ada juga penulis Ilmiah. Kategori Penulis Fiksi dan non Fiksi. Penulis artikel pun juga ada macamnya, penulis Umum ada Penulis buku teks.

Janganlah enggan untuk memulai menulis. Beliau menyampaikan kebiasaannya, jika ada waktu luang selalu dihabiskan untuk membaca di perpustakaan. Selain perpustakaannya adem,  tenang untuk membaca dan bisa menginspirasi untuk menulis.

Penulisan KTI atau artikel dibutuhkan wawasan untuk rajin membaca baik buku cetakan atau e-book. Untuk Penelitian ada penelitian Deskriptif. Penelitian eksperimen (penelitian murni)  dan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK). Bagi guru PTK adalah harus bisa melaksanakan dan  sangat mudah krn dari kejadian sehari saat mengajar.

Pertama kali beliau ikut lomba KTI (PTK)  tahun 2013. Saat penelitian dilaksanakan, tidak punya target untuk menang.  Hanya sekedar cari pengalaman. Saat itu gencar-gencarnya workshop-workshop tentang Penulisan PTK dan Karya Ilmiah.  Banyak guru penasaran bagaimana menulis PTK.

Sebuah keberhasilan harus disertai usaha, semangat serta kerja keras.
Terkadang kita lagi mood menulis,  jika penyakit malas kambuh enggan lagi menulis. Mulailah belajar disiplin diri menulis setiap hari. Insya'allah kalau sudah terbiasa akan enak,  dan kecanduan untuk selalu menulis dan menulis.

SESI TANYA JAWAB

Berikut garis besar jawaban narasumber terhadap pertanyaan peserta kuliah online:

Untuk judul PTK dari kegiatan kita mengajar bisa kita jadikan PTK.
Salah satu faktor penghambat kenaikan pangkat guru adalah kekurangmampuan meneliti dan menulis karya ilmiah seperti PTK.
Dalam pembuatan PTK itu awalnya adalah problem dalam kelas yg akan diperbaiki.
Penelitian diskriptif adalah peneliti mampu mengidentifikasi mengapa,  apa, dan bagaimana fenomena sosial. Banyak sekali gejala sosial yang terkadang kita bisa memprediksinya. Tahun 2017 saya dan murid saya tentang layanan non tunai,  dengan tehnik wawancara. Ternyata pelayanan sekarang lbh banyak menggunakan E Money... pernah mengadakan penelitian diskriptif

Menjawab pertanyaan apakah PTK harus 3 siklus, beliau sampaikan bahwa PTK minimal harus 2 siklus,  3 siklus lebih baik. Kalau pakai media pembelajaran  maka PTK ada 3 variabel,  dan harus ada lembar pengamatan penggunaan Media. Yah... Penelitian dari siklus 1 ke siklus 2 dan siklus 3 ya harus ada peningkatan . Guru kan dalang bagaimana menjalankan lakon agar bisa meningkat.

Pandangan yang salah jika membuat PTK karena mau naik pangkat. Usahakan 1 tahun Pelajaran minimal 1 PTK,  jadi pas naik pangkat aman dan tenang karena kita sudah siap, bukan PTK yang dijahitkan. Maksudnya bukan PTK hasil jahitan.

Antara PTK dan Best Practice tidak sama.  Best Practice pengalaman terbaik. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di buku 4 dan buku 5 Pedoman Kenaikan pangkat.
Hasil Penelitian menggabarkan bagaimana hasil penelitian dari siklus 1- 3 disertai data tabel hasil Penelitian. Untuklebi jelasnya narasumber memberikan link https://edukasirahmiwilandari.blogspot.com/2020/05/penerapan-pembelajaran-kooperatif-tipe.html
Cukup jelas dan gamblang meskipun sedikit agak repot utk mengolah data,  grafik dan tabel. Saya ibu setiap menyusun RPP satu semeter, saya sudah merencanakan bab mana yg akan saya buat PTK,  dan kira-kira siswa mengalami kesulitan,  dan pakai metode apa, model pembelajarannya bagaimana jadi betul-betul dipersiapkan.

Menjawab pertanyaan apakah abstrak  di dalam PTK harus menggunakan bahasa inggris, beliau sampaikan bahwa idealnya abstrak itu ada bahasa Indonesia dan ada yang bahasa Inggris.  Dengan membuat  PTK kita bisa  mendapat Jurnal Ilmiah baik cetak atau online. PTK harus diseminarkan,  ada berita Acara,  ada undangan dll. insya'allah nilai 4. Jangan lupa ada bukti Surat Keterangan Penyerahan PTK ke Petugas Perpustakaan pasti lolos kenaikan pangkatnya.

Sebuah tulisan dikatakan menarik atau tidak tergantung kelihaian kita merangkai kata-kata, penggunaan bahasa Indonesia yg baik,  titik,  koma, dan huruf besar dan huruf kecil tepat pengunaannya.

Menulis artikel bisa dari kejadian, peristiwa atau gejala yg ada disekitar kita sehari-hari. Contoh apa dampak Pandemi Covid -19 thd ekonomi masyarakat. Atau dengan adanya Pandemi Covid 19 masalah apa yg dihadapi orangtua peserta didik cukup tulis 500-1000 kata,  ada masalah,  ada bahasan,  ada solusi kirim ke redaksi majalah atau surat kabar, dapat COIN dan POINT. Coin dapat honor,  POINT dapat nilai 2 untuk kenaikan pangkat jika majalah/surat kabar Nasional. Kalau surat kabar dan majalah regional /provinsi nilai 1, 5

Penulis Umum itu bisa menulis buku teks Pembelajaran,  kalau yang khusus menulis buku ilmiah atau buku Motivator

Boleh ibu, utk unsur utama kenaikan pangkat tdk harus PTK,  bisa Artikel Ilmiah yang sudah dipublikasikan di Majalah atau Surat Kabar lokal atau Nasional.

Semakin sering menulis artikel,  dan semakin sering pula dimuat di Surat kabar Regional atau Nasional,  maka semakin banyak tabungan Publikasi Ilmiah. Semakin cepat naik pangkat,  dengan jujur dan bermartabat. Dan bukan sebagai guru Plagiat.

Karya tulis ilmiah tidak harus PTK, Riset and Development juga bisa,  kebetulan saya pengampu mapel PKWU bisa pakai R & D.

Artikel ilmiah hasil penelitian dalam jurnal harus diambil dari laporan hasil penelitian, salah satunya adalah PTK. Artikel sedang antara 1500-2000 kata,  artikel berasal dari fenomena / kejadian disekeliling kita,  ada permasalahan, pembahasan dan kesimpulan tanpa / dengan penelitian
Jurnal adalah ringkasan dari PTK,  yang diringkas menjadi kurang lebih 10-15 halaman,  jika jurnal online kata-kata plagiat dalam jurnal minimal 30% dari keseluruhan kata dalam jurnal.

Kesimpulan :

- Marilah kita membiasakan menulis setiap  hari sedikit demi sedikit lama-lama menjadi Buku
- Untuk PTK minimum 2 siklus,  alangkah lebih baik jika 3 siklus
- Untuk merangkai kata-kata dalam PTK perlu banyak membaca dan latihan
- PTK menggunakan 2 variabel yakni variabel X dan Y. Perlu pakai metode /model. Kalau metode itu metode Ceramah, diskusi kelompok atau pemberian tugas. Kalau model bisa menggunakan Cooperative Learning, PBL atau PJBL. Cooperative Learning  ada Think Pair Share,  Make a Match dll

Untuk menulis artikel di majalah atau surat kabar,  dengan 500- 1000 kata sudah jadi artikel asal dalam paragraf sudah ada latar belakang, permasalahan, dan paragraf berikutnya. Solusi 6-9 paragraf,  paragraf ke 10 adalah kesimpulan.Terkadang tiap penerbit punya aturan dan kriteria yg berbeda.

- Menulis selain bisa menjadi hobi atau kebiasaan jika kita bisa mencoba  mengirim ke Surat kabar / majalah bisa mendapat COIN dan POINT.Semakin sering menulis dan dipublikasikan semakin cepat naik pangkat jujur dan bermartabat. 

Mengkhiri kuliah online narasumber menyampaiakn permohonan maaf jika ada kata atau tulisan yang tidak berkenan. Yang tepenting saling sharing agar bisa menjadi guru yg hebat,  profesional, dan berkompeten.

                                                          Gunungkidul, 15 Mei 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Portofolio Digital

Selamat datang di Portofolio Digital saya Saya,  Eni Indarwati, M.Pd.  Pengawas Sekolah Dasar di Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Blo...