MENULIS DAN MEMBUAT BUKU DIGITAL
Oleh Eni Indarwati
|
|
Dr. Onno Widodo Purbo adalah salah satu tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi.Beliau juga dikenal sebagai penulis, pendidik, dan pembicara seminar. Beliau juga dikenal sebagai seorang aktivitis dalam memperjuangkan Program Linux di dunia teknologi informasi.
Untuk lebih mengenal beliau dapat mengunjungi di Twitter @onnowpurbo,
atau di laman https ://lms.onnocenter.or.id/moodle/ atau dapat juga ke channel
youtube Onno Center di https://youtube.com/channel/UCvYfBQdMzsWTbNAsgJEC7Ig.
Kuliah online kali ini bersama narasumber hebat Dr.Onno Widodo. Topik
utama yang dibahas adalah “Menulis dan Membuat Buku Digital”. Merupakan topik
yang sangat menarik, di mana kita berada
pada era yang semua serba digital.
Perkembangan
dan kemajuan dunia dalam hal teknologi kian pesat. Hal tersebut sangat
berpengaruh dalam semua aspek kehidupan manusia. Dengan adanya jaringan internet
memberikan manfaat yang luar biasa bagi kerja manusia. Dengan adanya jaringan internet
memudahkan manusia untuk melakukan segala kegiatan dan berkarya. Apalagi untuk
menemukan berbagai informasi penting yang dibutuhkan.
Sebelumnya
informasi yang diperoleh manusia hanya bersifat manual, yaitu dari buku-buku
cetak yang ada di perpustakaan-perpustakaan atau toko-toko buku, namun, kini di
jaman digital, hampir semua informasi yang dibutuhkan dengan mudah dapat
diakses lewat internet. Dan kini pun buku-buku dapat dicari dan didapatkan
lewat internet di e-library
yaitu berupa e–book yang
sangat beragam , sangat menarik, sangat lengkap, sangat mudah, sangat efektif,
sehingga memberikan kenyamanan dan kemanfaatan yang luar biasa bagi pengguna.
Buku digital atau e-book pada dasarnya sama dengan buku konvensional, yang membedakan hanyalah
format atau bentuk dari e-book itu sendiri yang dikemas dalam
bentuk pdf,
sehingga akan memudahkan kita untuk menelusuri sumber-sumber informasi yang
lebih jauh dan lebih mendalam .
Fungsi buku digital/e-book
Sesuatu yang sengaja dibuat atau dicipta tentu saja karena ada kegunaannya bagi manusia. Begitu juga dengan buku digital/e-book diciptakan atau dibuat tentu saja ada fungsi dan manfaat yang dapat kita peroleh, kita rasakan. Fungsi buku digital/e-book di antaranya sebagai berikut :
1. Sebagai media informasi
Buku digital diciptakan atau dibuat
dengan maksud dan tujuan agar informasi lebih mudah disebarluaskan dan
didapatkan para pengguna jika dikemas dalam bentuk buku digital. Caranya dengan mengakses
informasi dari buku-buku yang dibutuhkan di internet, kemudian mengunduhnya
agar dapat dipelajari lebih lanjut dan dapat digunakan untuk keperluan kita. Adapun
cara menyebarluaskan buku digital dengan mengirim file buku e-book / digital tersebut kepada orang yang
membutuhkan.
2.
Sebagai media pembelajaran
Bagi seorang guru atau pengajar, bahan ajar
untuk pembelajaran sangatlah penting guna mendukung kegiatan pembelajaran.
Dengan memanfaatkan atau menggunakan buku digital, maka guru akan
mendapatkan materi ajar atau bahan ajar yang dapat disampaikan kepada siswa
dengan media yang sangat menarik dan unik. Bahkan dapat meningkatkan minat dan
motivasi siswa untuk lebih giat lagi belajar, lebih termotivasi untuk
memperhatikan pembelajaran yang disampaikan oleh guru/pengajar.
3.
Sebagai media bisnis
Keberadaan buku digital/e-book dapat
dijadikan sebagai sarana bisnis secara online. Buku digital ini dapat menjadi
alternatif bagi seorang penulis yang mengalami hambatan atau kesulitan dalam
menerbitkan karyanya melalui penerbit. Dengan adanya buku digital/e-book, bagi seorang penulis dapat
mempromosikan bukunya lewat media sosial, melalui internet. Walaupun karyanya,
bukunya beredar lewat internet, namun tetap akan mendapatkan hak cipta sehingga
penulis tidak perlu terlalu merasa khawatir akan keamanan karyanya, menurut
sumber di essay.co.id.
Langkah-langkah menerbitkan buku
digital :
1.
Mencari dan menemukan tema/topik
Langkah awal bagi seorang penulis sebagai modal
untuk menulis, tentunya harus menemukan/mencari tema/topik apa yang akan
dituangkan ke dalam tulisan-tulisannya. Ibaratkan orang berjalan, kalau tidak
mempunyai tujuan yang pasti , akan kesasar kemana-mana. Jalannyaa atau tujuannya
menjadi tidak terarah, bahkan kemungkinan akan tersesat, terjebak di tengah
perjalanan. Begitu juga dengan menulis, pertama kali harus ada tema, topik, ide
pokok, gagasan utama yang akan dikembangkan menjadi sebuah tulisan.
Untuk mencari tema atau topik sebenarnya mudah,
hanya saja karena belum terbiasa menjadi sulit untuk menemukan topik atau tema
tersebut. Tema atau topik ini banyak sumbernya mulai dari kegiatan kita
sehari-hari, peristiwa-peristiwa yang kita alami, yang kita lihat, kita rasakan,
kita baca atau dari pengalaman-pengalaman atau dari berita-berita yang sedang
hangat menjadi bahan pembicaraan di masyarakat, dan banyak lagi
sumber ide, gagasan yang dapat kita
peroleh.
Untuk dapat menulis lancar , kita harus banyak membaca-baca
buku, artikel-artikel, koran, majalah, atau yang lain.
Kemudian agar kita dapat menulis secara runtut dan memudahkan kita untuk mengembangkan topik atau ide, dapat dengan rumus 5W+1H yaitu what (apa), why (mengapa), who (siapa),where (dimana), when (kapan) dan how (bagaimana). Langkah-langkah atau rumus-rumus itulah untuk memerpmudah seorang penuis dalam mengembangkan ide-idenya dalam menulis.
Kemudian agar kita dapat menulis secara runtut dan memudahkan kita untuk mengembangkan topik atau ide, dapat dengan rumus 5W+1H yaitu what (apa), why (mengapa), who (siapa),where (dimana), when (kapan) dan how (bagaimana). Langkah-langkah atau rumus-rumus itulah untuk memerpmudah seorang penuis dalam mengembangkan ide-idenya dalam menulis.
2.
Menulis dengan menerjemahkan sumber
bacaan asing.
Ketika kita ingin menulis karya ilmiah, kita
dapat memulai dengan kegiatan menerjemahkan bahan bacaan asing, demikian
pernyataan Dr. Onno Widodo Purbo. Bagaimana caranya? Yaitu dengan mencari
artikel–artikel atau bahan bacaan asing lewat internet, mencari di google scholar.
Bisa juga dilakukan dengan mengakses lewat e-library- nya
Dr. Onno Widodo Purbo. Cara menterjemahkan bacaan-bacaan asing atau yang oleh
Dr. Onno disebut sebagai cara yang sederhana , yaitu :
·Setelah bahan-bahan bacaan terkumpul, kemudian
kita terjemahkan, dan dibuat resumenya.
·
Selanjutnya susunlah beberapa paragraf dari
hasil terjemahan dengan menuliskannya kembali berdasarkan pemahaman kita
sendiri.
·
Gabungkan paragraf-paragraf tersebut. Hal ini
perlu dilakukan agar membentuk sebuah tulisan yang runtut , yang enak
dibaca dan akan menjadi sebuah buku baru. Dan nantinya buku tersebut bukan
sebagai buku terjemahan karena sudah merupakan gabungan dari hasil terjemahan ,
dan sudah kita tulis dengan pemahaman kita sebagai penulisnya.
3.
Membiasakan mencatat
Bagi seorang penulis harus mulai membangun/membuat
catatan-catatan kecil setiap harinya, setiap saat. Karena setiap saat ide-ide
akan datang atau muncul secara tiba-tiba, secara tidak sengaja. Maka sebelum
ide atau gagasan itu hilang tanpa bekas, kita harus selalu mencatatnya. Untuk
itu kita perlu menyiapkan sebuah buku kecil untuk mengarsipkan/mencatat ide-ide
yang datang. Walau hanya sepotong-sepotong, tetapi nanti saatnya
kita perlukan untuk mengembangkan atau melengkapi tulisan kita, akan dengan
mudah kita temukan. Jadi mulai sekarang biasakan untuk mencatat hal-hal kecil
yang terjadi di sekitar kita, yang kita rasakan, kita alami, kita baca, kita
dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ide itu datangnya tidak mengenal tempat,
tidak mengenal waktu, dan tidak mengenal keadaan atau kondisi.
Setelah proses penulisan selesai, langkah selanjutnya adalah menerbitkan buku. Dalam menerbitkan buku perlu diperhatikan beberapa hal yaitu draft yang akan dikirim ke sebuah penerbit haruslah draft yang sudah jadi. Artinya harus sesuai dengan aturan-aturan internal sebuah penerbit. Dan draft tersebut harus memenuhi aturan penerbit agar tulisan atau buku kita akan diterima dan bahkan cepat diproses untuk diterbitkan.
Adapun aturan-aturan
dari penerbit antara lain berisi :
1.
Halaman judul :
Untuk desain sampul atau covernya tidak
terlalu pentingn karena biasanyan penerbit sudah mempunyai desainer sendiri
yang dapat mengaplikasikan apa yang diinginkan penulis.
2.
Kata pengantar:
Biasanya berisi prakata dari orang lain dan
boleh lebih dari satu orang, atau kata pengantar dari penulis sendiri.
3.
Daftar isi :
Perlu dibuat karena akan memudahkan pembaca/penerbit
untuk mengetahui sistematika isi tulisan buku tersebut.
4.
Isi :
Dalam isi buku diperlukan pemberian
gambar-gambar untuk lebih menarik dan memikat perhatian pembaca. Gambar
yang disisipkan usahakan jangan mengambil gambar yang melukiskan hak cipta (copy right). Carilah gambar yang
bebas didownload oleh siapapun agar terhindar dari pelanggaran hak cipta.
5.
Tentang penulis :
Sertakan tulisan singkat namun
lengkap tentang diri penulis.
6.
Daftar Pustaka :
Tuliskan sumber-sumber ide penulisan atau daftar pustaka dari
mana teori-teori yang dimasukkan dalam tulisan untuk menghindari plagiat.
7.
Sinopsis :
Sinopsis yaitu ringkasan, resume, rangkuman
dari isi buku dan disertakan pula tentang keunggulan buku tersebut. Biasanya
pembaca terlebih dahulu akan membaca sinopsis. Maka tulislah sinopsis dengan
singkat, padat, jelas dan lengkap yang membuat pembaca akan tertarik untuk
membaca bahkan membelinya.
Setelah
draft naskah lengkap dan sesuai dengan aturan yang ditentukan oleh penerbit,
selanjutnya naskah dapat dikirim ke penerbit yang diinginkan. Naskah yang
dikirim penulis jika memenuhi kriteria dan aturan yang telah ditetapkan
internal sebuah penerbit, maka akan diterbitkan dan penulis akan
dihubungi dengan mengadakan perjanjian-perjanjian. Jika bukunya terbit, maka
penulis akan mendapatkan royalty dari penerbit sesuai dengan perjanjian kerja
sama antara penerbit dengan penulis.
Selanjutnya,
menurut Dr.Onno, untuk mencetak atau menerbitkan buku digital itu cukup mudah. Yang
harus kita lakukan yaitu mengubah file naskah buku ke dalam bentuk word selanjutnya dibuat
dalam pdf, Maka buku digital pun sudah berhasil
dibuat. Langkah berikutnya kita tinggal menyebarluaskan atau memromosikan
buku digital kita
melalui internet. Untuk ISBN buku digital tidak harus diperoleh
melalui sebuah penerbit, karena sekolahpun dapat mengeluarkan ISBN untuk buku digital. Cara sekolah
mengeluarkan ISBN adalah
: Sekolah mengajukan buku dan mengisi formulir melalui https://isbn.perpusnas go.id. lalu
dikirimkan ke perpustakaan nasional. Perpustakaan nasional akan
mengeluarkan izin agar sekolah dapat mengeluarkan ISBN, syaratnya setiap kali mau mengeluarkan ISBN, maka sekolah yang bersangkutan
harus mengajukan buku yang akan diterbitkan ke perpustakaan nasional agar buku
yang akan diterbitkan mendapatkan ISBN.
Inilah
salah satu cara atau alternatif baru bagi seorang penulis, agar buku
yang diterbitkan tidak hanya bersifat konvensional tapi juga dapat berupa buku digital. Penerbit
dalam hal ini Penerbit Andi Yogyakarta, akan menerbitkan buku bukan karena
semata-mata kualitas tulisannya, tetapi karena bukunya dapat laku dijual di
pasaran. Penerbit lebih tertarik dan lebih senang untuk menerbitkan buku-buku
pegangan siswa terutama SD, karena pembelinya atrau pangsa pasarnya menjanjikan
dan banyak, tetapi untuk buku-buku pendidikan harus menyesuaikan dengan
keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Cara Mencetak Buku
Digital
Bagaimana
cara mencetak buku digital atau e-book? Caranya sangat mudah dan sederhana.
Yaitu save as , pdf saja, kemudian simpan
filenya di word atau print as pdf. Dan sudah jadi
sebuah buku digital atau
e-book .Langkah berikutnya tinggal meng-upload di website atau disebar lewat media facebook, instagram, WhatsAAp atau aplikasi yang
lain, maka buku digital kita
siap edar, siap dikenal dan siap untuk dinikmati banyak orang. Menurut Dr.
Onno, bahwa menulis buku yang dapat laku dijual, tidak harus bukunya bagus,
salah satu pemikatnya yaitu karena follower kita banyak di media sosial, dan hal tersebut
akan lebih meyakinkan penerbit bahwa buku kita pembacanya banyak.
Dr.
Onno mengatakan bahwa sampul buku/cover juga berperan dalam penjualan buku. Dan
Penerbit Andi sudah biasa merancang cover buku, dan penulis hanya menyiapkan
materi membuat naskahnya saja. Dalam penulisan buku, dapat menggunakan Word di Windows atau Libre Office Writer di Linux.
Proses
menerbitkan buku digital dapat
menggunakan konten yang berbasis creative commons license yang menyediakan karya kreatif
untuk orang yang ingin menulis atau diperuntukkan bagi penulis agar karyanya, tulisannya,
bukunya menjadi legal atau
sah sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Untuk lisensi atau perizinan
atau izin Creative
Commons dapat dilihat dan digunakan di alamat https://creativecommons.org.
Demikian
resume materi kuliah online dengan topik menulis dan menerbitkan buku digital/e-book, semoga
bermanfaat untuk menambah wawasan tentang dunia tulis menulis.
Gunungkidul, 27 April 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar