Selasa, 05 Mei 2020

MENULIS DAN MEMBUAT BUKU DIGITAL



MENULIS DAN MEMBUAT BUKU DIGITAL
Oleh Eni Indarwati


Profil Narasumber

Dr. Onno Widodo Purbo adalah salah satu tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi.Beliau juga dikenal sebagai penulis, pendidik, dan pembicara seminar. Beliau juga dikenal sebagai seorang aktivitis dalam memperjuangkan Program Linux di dunia teknologi informasi.
Untuk lebih mengenal beliau dapat mengunjungi di Twitter @onnowpurbo, atau di laman https ://lms.onnocenter.or.id/moodle/ atau dapat juga ke channel youtube Onno Center di https://youtube.com/channel/UCvYfBQdMzsWTbNAsgJEC7Ig.

Kuliah online kali ini bersama narasumber hebat Dr.Onno Widodo. Topik utama yang dibahas adalah “Menulis dan Membuat Buku Digital”. Merupakan topik yang sangat menarik,  di mana kita berada pada era yang semua serba digital.

Perkembangan dan kemajuan dunia dalam hal teknologi kian pesat. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam semua aspek kehidupan manusia. Dengan adanya jaringan internet memberikan manfaat yang luar biasa bagi kerja manusia. Dengan adanya jaringan internet memudahkan manusia untuk melakukan segala kegiatan dan berkarya. Apalagi untuk menemukan berbagai informasi penting yang dibutuhkan.

Sebelumnya informasi yang diperoleh manusia hanya bersifat manual, yaitu dari buku-buku cetak yang ada di perpustakaan-perpustakaan atau toko-toko buku, namun, kini di jaman digital, hampir semua informasi yang dibutuhkan dengan mudah dapat diakses lewat internet. Dan kini pun buku-buku dapat dicari dan didapatkan lewat internet di e-library  yaitu berupa e–book yang sangat beragam , sangat menarik, sangat lengkap, sangat mudah, sangat efektif, sehingga memberikan kenyamanan dan kemanfaatan yang luar biasa bagi pengguna.

Buku digital atau e-book pada dasarnya sama dengan buku konvensional, yang membedakan hanyalah format atau bentuk dari e-book itu sendiri yang dikemas dalam bentuk pdf, sehingga akan memudahkan kita untuk menelusuri sumber-sumber informasi yang lebih jauh dan lebih mendalam .

Fungsi buku digital/e-book

Sesuatu yang sengaja dibuat atau dicipta tentu saja karena ada kegunaannya bagi manusia. Begitu juga dengan buku digital/e-book diciptakan atau dibuat tentu saja ada fungsi dan manfaat yang dapat kita peroleh, kita rasakan. Fungsi buku digital/e-book di antaranya sebagai berikut :

1.  Sebagai media informasi
Buku digital diciptakan atau dibuat dengan maksud dan tujuan agar informasi lebih mudah disebarluaskan dan didapatkan para pengguna jika dikemas dalam bentuk buku digital. Caranya dengan mengakses informasi dari buku-buku yang dibutuhkan di internet, kemudian mengunduhnya agar dapat dipelajari lebih lanjut dan dapat digunakan untuk keperluan kita. Adapun cara menyebarluaskan buku digital dengan mengirim file buku e-book / digital tersebut kepada orang yang membutuhkan.  

2.    Sebagai media pembelajaran
Bagi seorang guru atau pengajar, bahan ajar untuk pembelajaran sangatlah penting guna mendukung kegiatan pembelajaran. Dengan memanfaatkan atau menggunakan  buku digital, maka guru akan mendapatkan materi ajar atau bahan ajar yang dapat disampaikan kepada siswa dengan media yang sangat menarik dan unik. Bahkan dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk lebih giat lagi belajar, lebih termotivasi untuk memperhatikan pembelajaran yang disampaikan oleh guru/pengajar.  

3.    Sebagai media bisnis
Keberadaan buku digital/e-book dapat dijadikan sebagai sarana bisnis secara online. Buku digital ini dapat menjadi alternatif bagi seorang penulis yang mengalami hambatan atau kesulitan dalam menerbitkan karyanya melalui penerbit.  Dengan adanya buku digital/e-book, bagi seorang penulis dapat mempromosikan bukunya lewat media sosial, melalui internet. Walaupun karyanya, bukunya beredar lewat internet, namun tetap akan mendapatkan hak cipta sehingga penulis tidak perlu terlalu merasa khawatir akan keamanan karyanya, menurut sumber di essay.co.id.

Langkah-langkah menerbitkan buku digital :

1.     Mencari dan menemukan tema/topik
Langkah awal bagi seorang penulis sebagai modal untuk menulis, tentunya harus menemukan/mencari tema/topik apa yang akan dituangkan ke dalam tulisan-tulisannya. Ibaratkan orang berjalan, kalau tidak mempunyai tujuan yang pasti , akan kesasar kemana-mana. Jalannyaa atau tujuannya menjadi tidak terarah, bahkan kemungkinan akan tersesat, terjebak di tengah perjalanan. Begitu juga dengan menulis, pertama kali harus ada tema, topik, ide pokok, gagasan utama yang akan dikembangkan menjadi sebuah tulisan.
Untuk mencari tema atau topik sebenarnya mudah, hanya saja karena belum terbiasa menjadi sulit untuk menemukan topik atau tema tersebut. Tema atau topik ini banyak sumbernya mulai dari kegiatan kita sehari-hari, peristiwa-peristiwa yang kita alami, yang kita lihat, kita rasakan, kita baca atau dari pengalaman-pengalaman atau dari berita-berita yang sedang hangat menjadi bahan pembicaraan di  masyarakat, dan banyak lagi sumber ide,  gagasan yang dapat kita peroleh. 
Untuk dapat menulis lancar , kita harus banyak membaca-baca buku, artikel-artikel, koran, majalah, atau yang lain.
Kemudian agar kita dapat menulis secara runtut dan memudahkan kita untuk mengembangkan topik atau ide, dapat dengan rumus 5W+1H yaitu what (apa), why (mengapa), who (siapa),where (dimana), when (kapan) dan how (bagaimana). Langkah-langkah atau rumus-rumus itulah untuk memerpmudah seorang penuis dalam mengembangkan ide-idenya dalam menulis.

2.    Menulis dengan menerjemahkan sumber bacaan asing.
Ketika kita ingin menulis karya ilmiah, kita dapat memulai dengan kegiatan menerjemahkan bahan bacaan asing, demikian pernyataan Dr. Onno Widodo Purbo. Bagaimana caranya? Yaitu dengan mencari artikel–artikel atau bahan bacaan asing lewat internet, mencari di  google scholar. Bisa juga dilakukan dengan mengakses lewat e-library- nya Dr. Onno Widodo Purbo. Cara menterjemahkan bacaan-bacaan asing atau yang oleh Dr. Onno disebut sebagai cara yang sederhana , yaitu :
·Setelah bahan-bahan bacaan terkumpul, kemudian kita terjemahkan, dan dibuat resumenya.
·         Selanjutnya susunlah beberapa paragraf dari hasil terjemahan dengan menuliskannya kembali berdasarkan pemahaman kita sendiri. 
·         Gabungkan paragraf-paragraf tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar membentuk  sebuah tulisan yang runtut , yang enak dibaca dan akan menjadi sebuah buku baru. Dan nantinya buku tersebut bukan sebagai buku terjemahan karena sudah merupakan gabungan dari hasil terjemahan , dan sudah kita tulis dengan pemahaman kita sebagai penulisnya.

3.    Membiasakan mencatat
Bagi seorang penulis harus mulai membangun/membuat catatan-catatan kecil setiap harinya, setiap saat. Karena setiap saat ide-ide akan datang atau muncul secara tiba-tiba, secara tidak sengaja. Maka sebelum ide atau gagasan itu hilang tanpa bekas, kita harus selalu mencatatnya. Untuk itu kita perlu menyiapkan sebuah buku kecil untuk mengarsipkan/mencatat  ide-ide yang datang.  Walau hanya sepotong-sepotong, tetapi nanti saatnya kita perlukan untuk mengembangkan atau melengkapi tulisan kita, akan dengan mudah kita temukan. Jadi mulai sekarang biasakan untuk mencatat hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kita, yang kita rasakan, kita alami, kita baca, kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ide itu datangnya tidak mengenal tempat, tidak mengenal waktu, dan tidak mengenal keadaan atau kondisi.   

Setelah proses penulisan selesai, langkah selanjutnya adalah menerbitkan buku. Dalam menerbitkan buku perlu diperhatikan beberapa hal yaitu draft yang akan dikirim ke sebuah penerbit haruslah draft yang sudah jadi. Artinya harus sesuai dengan aturan-aturan internal sebuah penerbit. Dan draft tersebut harus memenuhi aturan penerbit agar tulisan atau buku kita akan diterima dan bahkan cepat diproses untuk diterbitkan.

Adapun aturan-aturan dari penerbit antara lain berisi :
1.     Halaman judul :
   Untuk desain sampul atau covernya tidak terlalu pentingn karena biasanyan penerbit sudah mempunyai desainer sendiri yang dapat mengaplikasikan apa yang diinginkan penulis.
2.    Kata pengantar:
Biasanya berisi prakata dari orang lain dan boleh lebih dari satu orang, atau kata pengantar dari penulis sendiri.
3.    Daftar isi :
Perlu dibuat karena akan memudahkan pembaca/penerbit untuk mengetahui sistematika isi tulisan buku tersebut.
4.    Isi :
Dalam isi buku diperlukan pemberian gambar-gambar untuk lebih menarik dan memikat perhatian  pembaca. Gambar yang disisipkan usahakan jangan mengambil gambar yang melukiskan hak cipta (copy right). Carilah gambar yang bebas didownload oleh siapapun agar terhindar dari pelanggaran hak cipta.
5.    Tentang penulis :
Sertakan tulisan singkat namun lengkap  tentang diri penulis.
6.    Daftar Pustaka :
Tuliskan sumber-sumber ide penulisan atau daftar pustaka dari mana teori-teori yang dimasukkan dalam tulisan untuk menghindari plagiat.
7.    Sinopsis :
Sinopsis yaitu ringkasan, resume, rangkuman dari isi buku dan disertakan pula tentang keunggulan buku tersebut. Biasanya pembaca terlebih dahulu akan membaca sinopsis. Maka tulislah sinopsis dengan singkat, padat, jelas dan lengkap yang membuat pembaca akan tertarik untuk membaca bahkan membelinya.  
         
Setelah draft naskah lengkap dan sesuai dengan aturan yang ditentukan oleh penerbit, selanjutnya naskah dapat dikirim ke penerbit yang diinginkan. Naskah yang dikirim penulis jika memenuhi kriteria dan aturan yang telah ditetapkan internal sebuah penerbit, maka akan  diterbitkan dan penulis akan dihubungi dengan mengadakan perjanjian-perjanjian. Jika bukunya terbit, maka penulis akan mendapatkan royalty dari penerbit sesuai dengan perjanjian kerja sama antara penerbit dengan penulis.
Selanjutnya, menurut Dr.Onno, untuk  mencetak atau menerbitkan buku digital itu cukup mudah. Yang harus kita lakukan yaitu mengubah file naskah buku ke dalam bentuk word selanjutnya dibuat dalam pdf, Maka buku digital pun sudah berhasil dibuat. Langkah berikutnya kita tinggal menyebarluaskan atau memromosikan buku digital kita melalui internet. Untuk ISBN buku digital tidak harus diperoleh melalui sebuah penerbit, karena sekolahpun dapat mengeluarkan ISBN untuk buku digital. Cara sekolah mengeluarkan ISBN adalah : Sekolah mengajukan buku  dan mengisi formulir melalui https://isbn.perpusnas go.id. lalu dikirimkan ke perpustakaan nasional. Perpustakaan nasional  akan mengeluarkan izin agar sekolah dapat mengeluarkan ISBN, syaratnya setiap kali mau mengeluarkan ISBN, maka sekolah yang bersangkutan harus mengajukan buku yang akan diterbitkan ke perpustakaan nasional agar buku yang akan diterbitkan mendapatkan ISBN.
Inilah salah satu cara atau alternatif baru bagi seorang penulis, agar buku yang  diterbitkan tidak hanya bersifat konvensional tapi juga dapat berupa buku digital. Penerbit dalam hal ini Penerbit Andi Yogyakarta, akan menerbitkan buku bukan karena semata-mata kualitas tulisannya, tetapi karena bukunya dapat laku dijual di pasaran. Penerbit lebih tertarik dan lebih senang untuk menerbitkan buku-buku pegangan siswa terutama SD, karena pembelinya atrau pangsa pasarnya menjanjikan dan banyak, tetapi untuk buku-buku pendidikan harus menyesuaikan dengan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Cara Mencetak Buku Digital

Bagaimana cara mencetak buku digital atau e-book? Caranya sangat mudah dan sederhana. Yaitu save as , pdf saja, kemudian simpan filenya di word atau print as pdf. Dan sudah jadi sebuah buku digital atau e-book .Langkah berikutnya tinggal meng-upload di website atau disebar lewat media facebook, instagram, WhatsAAp atau aplikasi yang lain, maka buku digital kita siap edar, siap dikenal dan siap untuk dinikmati banyak orang. Menurut Dr. Onno, bahwa menulis buku yang dapat laku dijual, tidak harus bukunya bagus, salah satu pemikatnya yaitu karena follower kita banyak di media sosial, dan hal tersebut akan lebih meyakinkan penerbit bahwa buku kita pembacanya banyak.
Dr. Onno mengatakan bahwa sampul buku/cover juga berperan dalam penjualan buku. Dan Penerbit Andi sudah biasa merancang cover buku, dan penulis hanya menyiapkan materi membuat naskahnya saja. Dalam penulisan buku, dapat menggunakan Word di Windows atau Libre Office Writer di Linux.
Proses menerbitkan buku digital dapat menggunakan konten yang berbasis creative commons license yang menyediakan karya kreatif untuk orang yang ingin menulis atau diperuntukkan bagi penulis agar karyanya, tulisannya, bukunya menjadi legal atau sah sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Untuk lisensi atau perizinan atau izin Creative Commons dapat dilihat dan digunakan di alamat https://creativecommons.org.
Demikian resume materi kuliah online dengan topik menulis dan menerbitkan buku digital/e-book, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan tentang dunia tulis menulis.

                                                 Gunungkidul, 27 April 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Portofolio Digital

Selamat datang di Portofolio Digital saya Saya,  Eni Indarwati, M.Pd.  Pengawas Sekolah Dasar di Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Blo...