Belajar Menulis Setiap Hari
Oleh Eni Indarwati
BIODATA NARASUMBER
Nama lengkap, Dr. Uswadin, M.Pd, lahir
di Brebes, 15 Maret 1968. Beliau menempuh Pendidikan MP S3 UNJ. Saat ini
bertugas sebagai Kepala SMP Labschool Cibubur, beliau juga Pengembang Labschool
UNJ. Status telah menikah dikarunia 2 anak. Bersama dengan keluarga tercinta
Dr. Uswadin tinggal di Matraman Jakarta Timur.
Email: dinuswa15@gmail.com
Motto Bermanfaatlah
untuk sesama
“ Belajar, Belajar, dan Belajar
Menulis Setiap Hari”
“Jangan menyerah pada saatnya kita
akan tersenyum dengan tulisan kita.”
Dr. Uswadin, dalam hal tulis-menulis mempunyai
trik selalu mencatat/menulis ide-ide yang datang/ muncul dalam sebuah catatan/buku
kecil sebelum ide itu hilang. Catatan-catatan itu nantinya akan dituliskan
menjadi sebuah tulisan yang lengkap. Ide itu akan datang/muncul setiap saat,
kapan saja, di mana saja, oleh karena itu harus selalu sedia buku kecil dan
ballpoin untuk menuliskannya. Selanjutnya jika sudah mendapat poin-poin
penting, sewaktu-waktu kita sudah dalam kondisi/suasana yang tepat, kita
kembangkan menjadi sebuah tulisan yang lebih lengkap. Berikut ini contoh
catatan beliau, ketika menemukan ide untuk menulis.Dari catatan kecil tersebut
akhirnya menjadi sebuah tulisan berikut:
Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah SWT. akan memberikan hikmah di dalamnya. Allah telah berfirman dalam kitab suci yang artinya : Tidak ada sesuatu yang sia-sia dari penciptaan Allah (QS 3: 191). Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ataupun di langit, karena Dia adalah maha berkehendak (QS 85:16). Peristiwa terjadinya Corona Virus di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga menjad wabah pandemik yang dikenal dengan Pandemik Covid-19.
Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah SWT. akan memberikan hikmah di dalamnya. Allah telah berfirman dalam kitab suci yang artinya : Tidak ada sesuatu yang sia-sia dari penciptaan Allah (QS 3: 191). Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ataupun di langit, karena Dia adalah maha berkehendak (QS 85:16). Peristiwa terjadinya Corona Virus di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga menjad wabah pandemik yang dikenal dengan Pandemik Covid-19.
Wabah virus Corona
telah merubah dunia secara mendadak, suasana keramaian yang semula terjadi di
seluruh belahan dunia menjadi kesunyian yang merata, aktivitas sekolah dan
perkantoran di rubah menjadi bekerja dan belajar di rumah, perusahaan dan
industri terpaksa berhenti sesaat, dan beberapa berdampak lahirnya pemutusan
hubungan kerja (PHK), pertumbuhan ekonomi melambat dan berimbas kepada
menurunya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kalangan bawah.
Bahkan aktivitas keagamaan yang sakral pun yang semula dilakukan di tempat
ibadah dilaksanakan di rumah. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan
belajar di rumah (work from home and home learning).
Kebijakan social
distancing dan physical distancing yang diterapkan dengan adanya karantina
wilayah atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah
penularan telah diterapkan di berbagai daerah. Karena pola penyebaran virus ini
sulit dideteksi sehingga menghindari kontak langsung dengan orang lain pada
saat sekarang sangat disarankan. Semua orang mempunyai potensi untuk menularkan
virus ini, karena penyakit ini kadang ditularkan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG)
yang telah berinteraksi dengan orang yang terpapar virus. Penyakit ini memang
tidak memandang strata sosial, pejabat tinggi atau rakyat biasa, ras, negara,
bahkan agama, semua memiliki potensi yang sama terpapar. Negara-negara maju dan
terkenal bersih di Eropa dan Amerika-pun tidak luput dari virus ini. Bahkan
menurut data Worldometer per 24 April 2020 pukul 00:31 GMT, Amerika menjadi
episentrum wabah ini karena korban yang sangat banyak dan jumlah positif
mencapai 879.598 kasus, meninggal 49.812 dan sembuh 85.679
orang.(https://www.worldometers.info/coronavirus/country/us/).
Kebijakan-kebijakan
strategis telah diambil oleh pemerintah negara-negara di dunia, tidak
terkecuali Indonesia untuk dapat menekan penyebaran virus corona dan mengatasi
dampak-dampak yang timbul dari akibat virus. Beberapa langkah tersebut antara
lain menerapkan PSBB, menetapkan Work From Home, belajar di rumah (home
learning), menyiapkan Rumah Sakit Darurat, Pembatasan angkutan umum, keharusan
menggunakan masker, memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak, dan yang
terakhir adalah pelarangan mudik menjelang lebaran yang merupakan tradisi turun
temurun di Indonesia.
Hal-hal di atas
merupakan dampak-dampak yang muncul karena adanya wabah virus Corona ini. Namun
dibalik itu semua ternyata ada dampak-dampak positif yang ditimbulkan oleh
adanya virus corona ini bagi manusia, bumi dan alam semesta. Beberapa dampak
positif atau hikmah yang muncul antara lain:
§
Lahirnya kembali kesadaran akan pentingnya peran
pendidikan di keluarga, bahwa peran orangtua dalam mendidik anak, adalah
kewajiban yang utama dan pertama.
§
Kedekatan dan keakraban keluarga semakin erat, dalam
kondisi biasa, anak-anak kurang mendapat perhatian orangtua karena kesibukan
orangtua di luar rumah untuk mencari penghasilan/ berusaha. Namun dengan work
from home, orang tua dapat menemani anak-anak dan bersama di rumah dalam waktu
yang cukup lama.
§
Kesadaran kebersihan masyarakat semakin membaik dengan
lahirnya kesadaran mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih, bijak pada
saat batuk dan bersin serta adanya kerja bakti membersihkan rumah dan
lingkungan serta penyemprotan disinfektan di lingkungan.
§
Adanya kesadaran dari masyarakat bahwa mendidik anak
ternyata berat, banyak orangtua selama home learning merasa kesulitan
mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Mereka ingin segera kondisi normal
sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah dan belajar di sekolah. Demikian
pula dengan anak-anak yang merasa belajar di sekolah lebih menyenangkan, karena
bisa bertemu dengan kawan-kawan, guru dan lingkungan yang lebih luas.
§
Guru-guru menjadi akrab dengan teknologi untuk
pembelajaran, yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi dan
beberapa tools untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka
sekarang hampir semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada
yang menggunakan aplikasi dari google, ada zoom cloud meeting, web sekolah,
whats app group, email dan lain-lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran
Jarak Jauh (PJJ) selama Belajar dari Rumah (BDR) maka guru mau tidak mau harus
menggunakan TIK dalam pembelajaran.
§
Polusi udara di kota-kota besar dunia menurun dan udara
lebih sehat dan bersih. Beberapa negara di dunia dilaporkan bahwa kualitas
udara dengan kebijakan work from home yang membatasi aktivitas manusia. Menurut
data Satelit Copernicus Sentinel-5P baru-baru ini memetakan polusi udara di
Selruh Eropa serta China mengungkapkan adanya penurunan yang signifikan dalam
konsentrasi nitrogen. (liputan6.com)
§
Bumi semakin menjadi lebih baik karena getaran bumi
semakin berkurang. Dikutip detikINET dari CBS, periset yang memantau pergerakan
Bumi menyebut bahwa disetopnya sistem transportasi, bisnis dan kegiatan manusia
lain berkolerasi dengan getaran Bumi lebih rendah dari biasanya.
§
Menurunnya emisi gas rumah kaca dan perbaikan lapisan
Ozon. Sebagaimana dilansir dari Tehran Times, sejak awal 2020, banyak orang
mengalami hal tak terduga. Untuk pertama kalinya secara berturut-turut, emisi
gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, lalu lintas udara, darat dan laut
secara drastis telah menurun. Keadaan tersebut membuat emisi gas rumah kaca
pada Maret 2020 menjadi sama kondisinya dengan 1990-an, yaitu 30 tahun yang
lalu. Menurut Darvish, menurunnya pergerakan manusia di alam dan lingkungan
luar ruangan secara signifikan mulai mengurangi jumlah polusi suara dan gempa
bumi.
§
Satu hal yang baik dari adanya musibah corona adalah,
munculnya solidaritas sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat. Kesadaran
berbagi kepada yang membutuhkan muncul di berbagai komunitas dan masyarakat.
Ada pesan yang menarik dari peristiwa ini, walaupun fisik berjauhan namun hati
dan perhatian selalu dekat.
§
Kesadaran membantu para petugas kesehatan yang dilakukan
oleh beberapa kalangan masyarakat karena adanya kesadaran bahwa para petugas
kesehatan adalah garda penting dalam mengatasi dan menyembuhkan wabah covid-19.
Bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang semakin mahal harganya karena
terbatasnya persediaan, bantuan masker serta hand sanitizer sampai kepada
bantuan baerupa makanan dan minuman serta buah-buahan untuk mendukung stamina
para petugas kesehatan. Kondisi ini baru terjadi saat adanya wabah virus corona
ini, dan sebelumnya masyarakat sangat jarang membantu petugas kesehatan dalam
kondisi normal.
Demikianlah
beberapa hikmah yang dapat diambil dengan adanya wabah virus corona. Banyak
kejadian yang menyedihkan namun tidak sedikit juga yang memberikan kabar
kegembiraan dan kebaikan bagi kehidupan manusia pada masa mendatang. Yang utama
bagi kita semua sekarang adalah, tetap berpikir positif, menjaga kesehatan,
menggunakan masker jika keluar, jaga jarak dan lebih baik di rumah (stay at
home and keep health), serta peduli dengan masyarakat yang membutuhkan.
Memasuki Ramadhan
1441 H marilah kita perbanyak berdoa kepada Allah swt agar musibah covid-19 ini
dapat segera berlalu dari bumi tercinta, dan kehidupan dapat normal kembali
dengan suasana yang lebih sehat, lebih peduli dan lebih bahagia. Pasti ada
rencana Allah yang indah untuk kehidupan manusia yang akan datang. Inna maal
usri yusro, wa inna maal usri yusro. Bersama kesulitan ada kemudahan dan
bersama kesulitan ada kemudahan.
Luar biasa apa yang dilakukan Dr.
Uswadin. Dengan mencatat hal-hal/poin-poin dalam buku kecil, akhirnya dapat dikembangkan
menjadi sebuah tulisan yang penuh makna, sebuah karya yang bermanfaat yang
layak dinikmati oleh pembaca.
Menurut Dr. Uswadin, tulisan kita
dapat dibagikan ke publik dengan melalui blog yang kita punya atau media sosial
lainnya seperti facebook atau media online yang lain atau ke
media cetak. Kita harus berani untuk mengirimkan tulisan kita ke media cetak
atau media online. Jangan takut tulisan kita ditolak. Jangan pernah menyerah
dan putus asa untuk mengirimkan tulisan kita agar dapat dibaca dan dinikmati
banyak orang. Jika tulisan kita dimuat akan ada kebanggaan dan kebahagiaan
tersendiri di hati kita, apalagi kalau tulisan kita dimuat di surat
kabar yang sudah populer atau berskala nasional.
Tulisan yang kita
upload di media sosial/blog juga akan menjadi sumber informasi bagi diri kita
juga orang lain. Jadi sesuai dengan motto hidup beliau bahwa bermanfaatlah
untuk orang lain. Kalau tidak bisa dengan harta ya dengan tulisan-tulisan kita
yang penuh pelajaran, wawasan atau informasi-informasi yang dibutuhkan orang
lain, itu salah satu cara agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain. “Ancaman
Moralitas di Era Digital” merupakan contoh tulisan beliau yang dimuat di media
cetak.
Catatan
sehari-hari beliau juga dikembangkan menjadi sebuah tulisan dengan judul
“PESANTREN BAITI
JANNATI”
Oleh : Dr. Uswadin
Ada yang menarik di
awal-awal tahun 2020, tahun yang memiliki angka kembar yaitu duapuluh duapuluh.
Peristiwa pulangnya santri dari berbagai pondok pesantren ke rumah
masing-masing, bukan karena akhiru sannah atau akhir tahun, bukan
pula karena libur tengah semester. Pesantren yang memulangkan santrinya pun
bukan hanya satu atau dua pesantren saja, namun semuanya mulai pesantren yang
dikenal di seluruh negeri maupun pesantren biasa.
Pesantren Tebu Ireng, Pesantren
Gontor, Pesantren Assalam, Pesantren Daurut Tauhid, Pesantren Darunnajah,
Pesantren Darul Quran dan deretan nama pesantren lainnya hampir semuanya
memulangkan santrinya ke rumah masing-masing. Pemulangan santri ini dikarenakan
adanya wabah virus corona (covid-19) yang mewabah di seluruh penjuru dunia,
tidak terkecuali Indonesia. Pesantren mengambil kebijakan untuk mencegah
terjadinya penularan dan pencegahan wabah ini maka semua santri dipulangkan.
Hal ini seperti dilakukan sekolah-sekolah yang telah melakukan kegiatan belajar
dari rumah atau home learning dengan model Pembelajaran Jarak Jauh
(PJJ).
Aktifitas pondok
pesantren yang biasanya ramai, sontak menjadi sepi. Kegiatan pengajian yang
biasanya dihadiri oleh para santri dan warga sekitar menjadi sepi,
kegiatan-kegiatan olah raga di lapangan sekitar pesantren pun tidak ada,
aktivitas pondok dengan hiruk pikuknya santri yang berlalu lalang dan membaca
kitab di sudut-sudut pondok juga lenyap, bahkan qiyamullail yang rutin
dilaksanakan bersama-sama dengan ratusan santri menjadi hening seketika. Pondok
pesantren sekarang ditinggali oleh beberapa pengurus yang menjaga dan mengisi
kajian-kajian yang dilakukan secara daring atau online melalui sarana-sarana
yang dimiliki dan dikuasai pesantren seperti media televise,
radio, streaming youtube, facebook, atau
menggunakan zoom dan google meet yang sekarang sedang marak
digunakan oleh orang-orang.
Pulangnya santri dari pondok
pesantren kemungkinan akan berlangsung seiring dengan merebaknya
wabah pandemi corona ini. Kita semua berharap wabah ini tidak berlangsung lama
dan bisa segera hilang dari bumi tercinta ini, khususnya Indonesia. Dengan
adanya para santri kembali ke rumah maka sekarang muncul adanya pesantren baru,
yaitu Pesantren Baiti Jannati.
Pesantren Baiti Jannati adalah
pesantren yang muncul di masa pandemic Covid-19 ini, rumah-rumah yang sangat
jarang dijadikan tempat tarawih pada saat Ramadhan serentak diisi dengan
kegiatan taraweh, hal ini dikarenakan adanya larangan shalat berjamaah di
masjid dan mushola. Suasana shalat wajib menjadi tidak biasa, hampir selama
lima waktu dilakukan oleh orang-orang di rumah dengan berjamaah. Apalagi rumah
yang kedatangan santri dari berbagai macam pondok, maka suasananya akan lebih
berbeda lagi. Kegiatan tadarus dan menghafal quran serta mengkaji kitab-kitab
kuning atau kitab kajian lainnya dilakukan di sudut-sudut rumah atau
kamar-kamar santri/ siswa.
Ayah yang menjadi
kepala keluarga sekarang merangkap menjadi Kyai dan Imam di pesantren Baiti
Jannati, demikian pula dengan Ibu yang sekarang menjadi Nyai di Pesantren yang
sama. Pesantren Baiti Jannati akan lebih semarak apabila dilakukan tadarus
bersama antara anggota keluarga, ceramah singkat dan bersama-sama untuk berlomba
dalam kebaikan apalagi di bulan yang penuh berkah dan ampunan, yaitu Ramadhan
1441 hijriah ini.
Semoga Pesantren Baiti Jannati dapat
dilakukan oleh semua keluarga walaupun dengan situasi dan kondisi yang berbeda.
Mungkin ada yang tidak maksimal karena kendala-kendala yang ada di
masing-masing rumah tangga/ keluarga. Ayah tidak selalu harus menjadi imam,
anak-anak laki-laki yang sudah dewasa atau baligh pun sudah bisa
bergantian menjadi imam. Jika kita memanfaatkan keterbatasan-keterbatasan yang
ada maka kendala apapun bisa diatasi. Tetap semangat dan tetap stay at
home, semoga Covid-19 cepat berlalu dan pesantren-pesantren akan kembali
hidup dan berjalan normal kembali. Sumber: http://uswadinlabschool.blogspot.com/2020/04/pesantren-baiti-jannati.html
Menurut Dr.
Uswadin, kita sebagai seorang guru kalau setiap hari terbiasa menulis, maka
tulisan-tulisan kita akan dapat dijadikan buku-buku pelajaran yang kita ampuh.
Karena setiap hari kita menyampaikan materi-materi/hal-hal pembelajaran kepada
siswa, maka akan lebih mudah menuliskannya menjadi sebuah buku. Dari ide-ide
yang datang/muncul, kita juga dapat menulis syair lagu yang akan menjadi sebuah
lagu yang dapat dinyanyikan. Silahkan dicoba, pasti bisa, imbuhnya memberi
semangat untuk terus menulis.
Menjawab
pertanyaan-pertanyaan dari para peserta yang sangat antusias ingin mendapatkan
tambahan wawasan, pengetahuan, ilmu dan pengalaman dari narasumber yang hebat,
Dr. uswadin mengatakan bahwa hasil sebuah penelitian ilmiah juga dapat
dijadikan sebuah buku populer kalau dilengkapi dengan data dan fakta hasil
penelitian yang sudah valid. Jadi penelitian ilmiah dapat dijadikan tulisan
populer dengan pengemasan tulisan yang lebih mudah dibaca dan
dipahami pembaca. Caranya antara lain sebagai beriku: 1) Mengambil latar belakang dari penelitian ditulis lagi di bagian
pendahuluan dengan bahasa yang simpel saja. Bisa dipecah menjadi 2 bab. 2) Menyampaikan penemuan penting atau ide penting apa dari
penelitian tersebut. Ini bisa di bagi menjadi 3 atau 4 bab. 3) Rekomendasi apa dari penulisan tsb dalam 1 bab. 4) Penutup atau kesimpulan jadikan 1 bab. 5) Tambahkan gambar atau foto atau data yg membuat tulisan menjadi
lebih menarik.
Trik agar tulisan dapat mengalir dan
mempesona, menurut Dr. Uswadin adalah: 1) Menulis, menulis, dan
belajar menulis. 2) Menulis jangan dipaksakan
kalau sedang tidak mood. Suasana batin sangat mempengaruhi dalam menulis. 3) Sebelum diupload minimal
dibaca lagi 3 kali dan nanti kita akan menemukan kekurangannya,
barulah diedit/direvisi. Atau kalau ada kawan yang mau membaca sebelum di upload,
silahkan untuk berkomentar tentang tulisan kita.
§ Strategi yang
dilakukan agar tulisan kita dapat dimuat di media cetak atau diupload di
media online adalah memantas-mantaskan dulu tulisan kita. Jika
sudah dinilai layak maka akan diterima oleh redaksi / penerbit,
karena kita juga bersaing dengan tulisan- tulisan orang lain. Jika tulisan kita
ditolak atau tidak diterima jangan membuat kita putus
harapan.Apalagi jaman sekarang semakin gampang untuk mengirim tulisan yaitu
dapat lewat email.
Cara menuangkan ide
Agar ide mengalir yang ahrus dilakukan yaitu:
- Membuat runtutan dulu dalam konsep-konsep kita.
- Setelah kita anggap runtut baru dituangkan dalam tulisan.
- Setelah tulisan jadi kita baca, baca, dan baca lagi. Kemudian tinggalkan atau diamkan beberapa waktu antar 1 samapi 2 jam, barulah kita ulangi untuk membacanya lagi
Dari pengalaman Dr.
Uswadin, beliau menulis seperti contoh-contoh di atas tadi memerlukan waktu
kurang lebih 4 jam dari konsep menulis, mengkoreksi hingga menjadi sebuah
tulisan. Kemudian proses dari mendapatkan ide agar menjadi sebuah tulisan itu
tergantung komitmen, kesempatan dan kemauan dari diri sendiri untuk segera
menyelesaikannya.
Cara membangun kepercayaan diri dalam
menulis, menurut Dr. Uswadin adalah terus saja menulis dan belajar menulis,
lama-lama akan kita dapatkan kepercayaan diri untuk terus menerus menulis. Untuk
mengatasi blank atau
mengalami jalan buntu atau
kehabisan ide dalam menulis, Dr. Uswadin menyampaikan trik untuk mengatasinya.
- Jika saat menulis nge-blank, maka kita perlu mengistirahatkan diri. Karena otak dan kemampuan kita juga mempunyai keterbatasan jadi perlu istirahat ( rest ) atau rilek dulu. Kalau sudah merasa fresh ( segar kembali ) tinggal melanjutkan menulis. Jangan memaksakan diri menulis kalau lagi nge -blank karena akan membuat stress sendiri.
- Jadikan menulis sebagai hiburan. Untuk konsisten menulis setiap hari memang berat, maka jangan memaksakan diri kalau memang kita belum ada ide. Dan menuliskan hal-hal yang sudah biasa ditulis akan membuat pembaca bosan untuk membacanya.
- Sering-seringlah membaca tulisan orang-orang yang bagus sehingga terpengaruh dan terbawa bagus tulisan yang kita hasilkan.
- Berlatih, berlatih dan berlatih. Minta saran dari orang lain agar tulisan kita menjadi lebih bagus.
- Jangan kalah sebelum mencoba. Kita harus dapat mengambil momen-momen penting sehingga buku kita pas dan diperlukan orang.
- Tetap optimis dan husnudzon kepada Allah, inna maal usri yusro wa inna maal usri yusro.
- Tetaplah berusaha, dan Allah akan menghargai usaha kita dari jalan yang tidak disangka sangka.
- Tetap belajar, belajar dan belajar menulis. Jika terbiasa akan menjadi nikmat.
- Jangan menyerah pada saatnya kita akan tersenyum dengan tulisan kita.
Dr. Uswadin juga
menyampaikan bahwa jika banyak ide datang atau muncul maka itu akan lebih
bagus, artinya akan dapat ditulis menjadi banyak tulisan dengan sudut pandang
tulisan yang berbeda-beda walau idenya hanya satu tema tapi dapat dibuat
menjadi berbagai macam sajian tulisan. Contoh judul-judul buku beliau :
Pada kesempatan ini pula Dr. Uswadin menyarankan dalam membuat
blog dapat memanfaatkan sarana yang lain misalnya menggunakan wordpress untuk
resep-resep, kompasiana untuk cerpen, blog untuk
puisi dan lagu. Namun kendalanya kita harus sering mengunjungi akun-akun
tersebut. Bagi penulis pemula untuk awal-awal cukup satu blog dulu, jika
tulisan-tulisan dalam blog kita menarik maka akan di baca orang. Dari situ kita
akan dapat melihat statistik tulisan kita, berapa yang sudah membaca dan
berkunjung ke blog kita dan darimana saja.
Menulis fiksi itu
perlu kreativitas dan imajinasi yang tinggi. Untuk membuat ending sebuah
cerita atau tulisan ada beberapa pendekatan, yait; 1) Membuat pembaca
penasaran, ini berarti akan ada lahir tulisan berikutnya. 2) Pembaca sampai kesimpulan ini berarti ending bisa
dibuat happy ending atau sad ending atau
normal. 3) Adakah pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca. Tulisan
belum sempurna kalau tidak ada penutupnya.
Untuk menimbulkan
kreativitas kita dalam menulis memang harus banyak membaca tulisan
orang lain dan mencari literatur pendukung
baik text book maupun dari internet. Kemudian kita ramu
sesuai dengan kemampuan kita dan gaya menulis kita.
Trik-trik merangkai suatu kalimat
untuk menulis adalah :
- Harus sesuai kaidah dasar bahasa Indonesia, ada SPO dan adanya keterpaduan dan keruntutan kalimat satu dengan yang lain. Hindari membuat paragraf panjang apalagi sampai satu halaman. Idealnya dalam 1 halaman ada minimal 2 sd 4 paragraf, sehingga pembaca tidak lelah. Dan untuk itu harus dicoba terus dan terus di coba lama-lama akan terbiasa.
- Dalam merangkai kalimat bisa dibantu dengan mengutip pendapat atau dari kitab suci atau dari teorisehingga dapat kita kembangkan lagi. Usahakan ada keruntutan atau kekoherensian antar kalimat, Insya Allah enak dibaca.
Mengakhiri materi
kuliah hari ini Dr. Uswadin menyampaikan pesan kepada peserta kuliah “jangan pernah menyerah untuk dapat menulis
sebagaimana ketika kecil tidak takut jatuh saat belajar berjalan,
dan semoga peserta kuliah Belajar Menulis Online semua
sukses, amiiin ya rabbal
alamiiin.”
Gunungkidul, Rabu 22 April 2020




Teruslah menulis
BalasHapus