Senin, 04 Mei 2020

BELAJAR MENULIS SETIAP HARI


Belajar Menulis Setiap Hari

Oleh Eni Indarwati

BIODATA NARASUMBER

Nama lengkap, Dr. Uswadin, M.Pd, lahir di Brebes, 15 Maret 1968. Beliau menempuh Pendidikan MP S3 UNJ. Saat ini bertugas sebagai Kepala SMP Labschool Cibubur, beliau juga Pengembang Labschool UNJ. Status telah menikah dikarunia 2 anak. Bersama dengan keluarga tercinta Dr. Uswadin tinggal di Matraman Jakarta Timur.
Email: dinuswa15@gmail.com
Motto Bermanfaatlah untuk sesama

“ Belajar, Belajar, dan Belajar Menulis Setiap Hari”
Jangan menyerah pada saatnya kita akan tersenyum dengan tulisan kita.”

Dr. Uswadin, dalam hal tulis-menulis mempunyai trik selalu mencatat/menulis ide-ide yang datang/ muncul dalam sebuah catatan/buku kecil sebelum ide itu hilang. Catatan-catatan itu nantinya akan dituliskan menjadi sebuah tulisan yang lengkap. Ide itu akan datang/muncul setiap saat, kapan saja, di mana saja, oleh karena itu harus selalu sedia buku kecil dan ballpoin untuk menuliskannya. Selanjutnya jika sudah mendapat poin-poin penting, sewaktu-waktu kita sudah dalam kondisi/suasana yang tepat, kita kembangkan menjadi sebuah tulisan yang lebih lengkap. Berikut ini contoh catatan beliau, ketika menemukan ide untuk menulis.Dari catatan kecil tersebut akhirnya menjadi sebuah tulisan berikut:
Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah SWT. akan memberikan hikmah di dalamnya. Allah telah berfirman dalam kitab suci yang artinya : Tidak ada sesuatu yang sia-sia dari penciptaan Allah (QS 3: 191). Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ataupun di langit, karena Dia adalah maha berkehendak (QS 85:16). Peristiwa terjadinya Corona Virus di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga menjad wabah pandemik yang dikenal dengan Pandemik Covid-19.

Wabah virus Corona telah merubah dunia secara mendadak, suasana keramaian yang semula terjadi di seluruh belahan dunia menjadi kesunyian yang merata, aktivitas sekolah dan perkantoran di rubah menjadi bekerja dan belajar di rumah, perusahaan dan industri terpaksa berhenti sesaat, dan beberapa berdampak lahirnya pemutusan hubungan kerja (PHK), pertumbuhan ekonomi melambat dan berimbas kepada menurunya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kalangan bawah. Bahkan aktivitas keagamaan yang sakral pun yang semula dilakukan di tempat ibadah dilaksanakan di rumah. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan belajar di rumah (work from home and home  learning).
Kebijakan social distancing dan physical distancing yang diterapkan dengan adanya karantina wilayah atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah penularan telah diterapkan di berbagai daerah. Karena pola penyebaran virus ini sulit dideteksi sehingga menghindari kontak langsung dengan orang lain pada saat sekarang sangat disarankan. Semua orang mempunyai potensi untuk menularkan virus ini, karena penyakit ini kadang ditularkan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah berinteraksi dengan orang yang terpapar virus. Penyakit ini memang tidak memandang strata sosial, pejabat tinggi atau rakyat biasa, ras, negara, bahkan agama, semua memiliki potensi yang sama terpapar. Negara-negara maju dan terkenal bersih di Eropa dan Amerika-pun tidak luput dari virus ini. Bahkan menurut data Worldometer per 24 April 2020 pukul 00:31 GMT, Amerika menjadi episentrum wabah ini karena korban yang sangat banyak dan jumlah positif mencapai 879.598 kasus, meninggal 49.812 dan sembuh 85.679 orang.(https://www.worldometers.info/coronavirus/country/us/).
Kebijakan-kebijakan strategis telah diambil oleh pemerintah negara-negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia untuk dapat menekan penyebaran virus corona dan mengatasi dampak-dampak yang timbul dari akibat virus. Beberapa langkah tersebut antara lain menerapkan PSBB, menetapkan Work From Home, belajar di rumah (home learning), menyiapkan Rumah Sakit Darurat, Pembatasan angkutan umum, keharusan menggunakan masker, memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak, dan yang terakhir adalah pelarangan mudik menjelang lebaran yang merupakan tradisi turun temurun di Indonesia.
Hal-hal di atas merupakan dampak-dampak yang muncul karena adanya wabah virus Corona ini. Namun dibalik itu semua ternyata ada dampak-dampak positif yang ditimbulkan oleh adanya virus corona ini bagi manusia, bumi dan alam semesta. Beberapa dampak positif atau hikmah yang muncul antara lain:
§   Lahirnya kembali kesadaran akan pentingnya peran pendidikan di keluarga, bahwa peran orangtua dalam mendidik anak, adalah kewajiban yang utama dan pertama.
§   Kedekatan dan keakraban keluarga semakin erat, dalam kondisi biasa, anak-anak kurang mendapat perhatian orangtua karena kesibukan orangtua di luar rumah untuk mencari penghasilan/ berusaha. Namun dengan work from home, orang tua dapat menemani anak-anak dan bersama di rumah dalam waktu yang cukup lama.
§   Kesadaran kebersihan masyarakat semakin membaik dengan lahirnya kesadaran mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih, bijak pada saat batuk dan bersin serta adanya kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan serta penyemprotan disinfektan di lingkungan.
§   Adanya kesadaran dari masyarakat bahwa mendidik anak ternyata berat, banyak orangtua selama home learning merasa kesulitan mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Mereka ingin segera kondisi normal sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah dan belajar di sekolah. Demikian pula dengan anak-anak yang merasa belajar di sekolah lebih menyenangkan, karena bisa bertemu dengan kawan-kawan, guru dan lingkungan yang lebih luas.
§   Guru-guru menjadi akrab dengan teknologi untuk pembelajaran, yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi dan beberapa tools untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka sekarang hampir semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada yang menggunakan aplikasi dari google, ada zoom cloud meeting, web sekolah, whats app group, email dan lain-lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama Belajar dari Rumah (BDR) maka guru mau tidak mau harus menggunakan TIK dalam pembelajaran.
§   Polusi udara di kota-kota besar dunia menurun dan udara lebih sehat dan bersih. Beberapa negara di dunia dilaporkan bahwa kualitas udara dengan kebijakan work from home yang membatasi aktivitas manusia. Menurut data Satelit Copernicus Sentinel-5P baru-baru ini memetakan polusi udara di Selruh Eropa serta China mengungkapkan adanya penurunan yang signifikan dalam konsentrasi nitrogen. (liputan6.com)
§   Bumi semakin menjadi lebih baik karena getaran bumi semakin berkurang. Dikutip detikINET dari CBS, periset yang memantau pergerakan Bumi menyebut bahwa disetopnya sistem transportasi, bisnis dan kegiatan manusia lain berkolerasi dengan getaran Bumi lebih rendah dari biasanya.
§   Menurunnya emisi gas rumah kaca dan perbaikan lapisan Ozon. Sebagaimana dilansir dari Tehran Times, sejak awal 2020, banyak orang mengalami hal tak terduga. Untuk pertama kalinya secara berturut-turut, emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, lalu lintas udara, darat dan laut secara drastis telah menurun. Keadaan tersebut membuat emisi gas rumah kaca pada Maret 2020 menjadi sama kondisinya dengan 1990-an, yaitu 30 tahun yang lalu. Menurut Darvish, menurunnya pergerakan manusia di alam dan lingkungan luar ruangan secara signifikan mulai mengurangi jumlah polusi suara dan gempa bumi.
§   Satu hal yang baik dari adanya musibah corona adalah, munculnya solidaritas sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat. Kesadaran berbagi kepada yang membutuhkan muncul di berbagai komunitas dan masyarakat. Ada pesan yang menarik dari peristiwa ini, walaupun fisik berjauhan namun hati dan perhatian selalu dekat.
§   Kesadaran membantu para petugas kesehatan yang dilakukan oleh beberapa kalangan masyarakat karena adanya kesadaran bahwa para petugas kesehatan adalah garda penting dalam mengatasi dan menyembuhkan wabah covid-19. Bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang semakin mahal harganya karena terbatasnya persediaan, bantuan masker serta hand sanitizer sampai kepada bantuan baerupa makanan dan minuman serta buah-buahan untuk mendukung stamina para petugas kesehatan. Kondisi ini baru terjadi saat adanya wabah virus corona ini, dan sebelumnya masyarakat sangat jarang membantu petugas kesehatan dalam kondisi normal.

Demikianlah beberapa hikmah yang dapat diambil dengan adanya wabah virus corona. Banyak kejadian yang menyedihkan namun tidak sedikit juga yang memberikan kabar kegembiraan dan kebaikan bagi kehidupan manusia pada masa mendatang. Yang utama bagi kita semua sekarang adalah, tetap berpikir positif, menjaga kesehatan, menggunakan masker jika keluar, jaga jarak dan lebih baik di rumah (stay at home and keep health), serta peduli dengan masyarakat yang membutuhkan.
Memasuki Ramadhan 1441 H marilah kita perbanyak berdoa kepada Allah swt agar musibah covid-19 ini dapat segera berlalu dari bumi tercinta, dan kehidupan dapat normal kembali dengan suasana yang lebih sehat, lebih peduli dan lebih bahagia. Pasti ada rencana Allah yang indah untuk kehidupan manusia yang akan datang. Inna maal usri yusro, wa inna maal usri yusro. Bersama kesulitan ada kemudahan dan bersama kesulitan ada kemudahan.

Luar biasa apa yang dilakukan Dr. Uswadin. Dengan mencatat hal-hal/poin-poin dalam buku kecil, akhirnya dapat dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang penuh makna, sebuah karya yang bermanfaat yang layak dinikmati oleh pembaca.

Menurut Dr. Uswadin, tulisan kita dapat dibagikan ke publik dengan melalui blog yang kita punya atau media sosial lainnya seperti facebook atau media online yang lain atau ke media cetak. Kita harus berani untuk mengirimkan tulisan kita ke media cetak atau media online. Jangan takut tulisan kita ditolak. Jangan pernah menyerah dan putus asa untuk mengirimkan tulisan kita agar dapat dibaca dan dinikmati banyak orang. Jika tulisan kita dimuat akan ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri di hati kita,  apalagi kalau tulisan kita dimuat di surat kabar yang sudah populer atau berskala nasional.
Tulisan yang kita upload di media sosial/blog juga akan menjadi sumber informasi bagi diri kita juga orang lain. Jadi sesuai dengan motto hidup beliau bahwa bermanfaatlah untuk orang lain. Kalau tidak bisa dengan harta ya dengan tulisan-tulisan kita yang penuh pelajaran, wawasan atau informasi-informasi yang dibutuhkan orang lain, itu salah satu cara agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain. “Ancaman Moralitas di Era Digital” merupakan contoh tulisan beliau yang dimuat di media cetak.



Catatan sehari-hari beliau juga dikembangkan menjadi sebuah tulisan dengan judul
“PESANTREN BAITI JANNATI”
Oleh : Dr. Uswadin

Ada yang menarik di awal-awal tahun 2020, tahun yang memiliki angka kembar yaitu duapuluh duapuluh. Peristiwa pulangnya santri dari berbagai pondok pesantren ke rumah masing-masing, bukan karena akhiru sannah atau akhir tahun, bukan pula karena libur tengah semester. Pesantren yang memulangkan santrinya pun bukan hanya satu atau dua pesantren saja, namun semuanya mulai pesantren yang dikenal di seluruh negeri maupun pesantren biasa.
Pesantren Tebu Ireng, Pesantren Gontor, Pesantren Assalam, Pesantren Daurut Tauhid, Pesantren Darunnajah, Pesantren Darul Quran dan deretan nama pesantren lainnya hampir semuanya memulangkan santrinya ke rumah masing-masing. Pemulangan santri ini dikarenakan adanya wabah virus corona (covid-19) yang mewabah di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pesantren mengambil kebijakan untuk mencegah terjadinya penularan dan pencegahan wabah ini maka semua santri dipulangkan. Hal ini seperti dilakukan sekolah-sekolah yang telah melakukan kegiatan belajar dari rumah atau home learning dengan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Aktifitas pondok pesantren yang biasanya ramai, sontak menjadi sepi. Kegiatan pengajian yang biasanya dihadiri oleh para santri dan warga sekitar menjadi sepi, kegiatan-kegiatan olah raga di lapangan sekitar pesantren pun tidak ada, aktivitas pondok dengan hiruk pikuknya santri yang berlalu lalang dan membaca kitab di sudut-sudut pondok juga lenyap, bahkan qiyamullail yang rutin dilaksanakan bersama-sama dengan ratusan santri menjadi hening seketika. Pondok pesantren sekarang ditinggali oleh beberapa pengurus yang menjaga dan mengisi kajian-kajian yang dilakukan secara daring atau online melalui sarana-sarana yang dimiliki dan dikuasai pesantren seperti media televise, radio, streaming youtube, facebook, atau menggunakan zoom dan google meet yang sekarang sedang marak digunakan oleh orang-orang.
Pulangnya santri dari pondok pesantren  kemungkinan akan berlangsung seiring dengan merebaknya wabah pandemi corona ini. Kita semua berharap wabah ini tidak berlangsung lama dan bisa segera hilang dari bumi tercinta ini, khususnya Indonesia. Dengan adanya para santri kembali ke rumah maka sekarang muncul adanya pesantren baru, yaitu Pesantren Baiti Jannati.
Pesantren Baiti Jannati adalah pesantren yang muncul di masa pandemic Covid-19 ini, rumah-rumah yang sangat jarang dijadikan tempat tarawih pada saat Ramadhan serentak diisi dengan kegiatan taraweh, hal ini dikarenakan adanya larangan shalat berjamaah di masjid dan mushola. Suasana shalat wajib menjadi tidak biasa, hampir selama lima waktu dilakukan oleh orang-orang di rumah dengan berjamaah. Apalagi rumah yang kedatangan santri dari berbagai macam pondok, maka suasananya akan lebih berbeda lagi. Kegiatan tadarus dan menghafal quran serta mengkaji kitab-kitab kuning atau kitab kajian lainnya dilakukan di sudut-sudut rumah atau kamar-kamar santri/ siswa.
Ayah yang menjadi kepala keluarga sekarang merangkap menjadi Kyai dan Imam di pesantren Baiti Jannati, demikian pula dengan Ibu yang sekarang menjadi Nyai di Pesantren yang sama. Pesantren Baiti Jannati akan lebih semarak apabila dilakukan tadarus bersama antara anggota keluarga, ceramah singkat dan bersama-sama untuk berlomba dalam kebaikan apalagi di bulan yang penuh berkah dan ampunan, yaitu Ramadhan 1441 hijriah ini.
Semoga Pesantren Baiti Jannati dapat dilakukan oleh semua keluarga walaupun dengan situasi dan kondisi yang berbeda. Mungkin ada yang tidak maksimal karena kendala-kendala yang ada di masing-masing rumah tangga/ keluarga. Ayah tidak selalu harus menjadi imam, anak-anak laki-laki yang sudah dewasa atau baligh pun sudah bisa bergantian menjadi imam. Jika kita memanfaatkan keterbatasan-keterbatasan yang ada maka kendala apapun bisa diatasi. Tetap semangat dan tetap stay at home, semoga Covid-19 cepat berlalu dan pesantren-pesantren akan kembali hidup dan berjalan normal kembali. Sumber: http://uswadinlabschool.blogspot.com/2020/04/pesantren-baiti-jannati.html

Menurut Dr. Uswadin, kita sebagai seorang guru kalau setiap hari terbiasa menulis, maka tulisan-tulisan kita akan dapat dijadikan buku-buku pelajaran yang kita ampuh. Karena setiap hari kita menyampaikan materi-materi/hal-hal pembelajaran kepada siswa, maka akan lebih mudah menuliskannya menjadi sebuah buku. Dari ide-ide yang datang/muncul, kita juga dapat menulis syair lagu yang akan menjadi sebuah lagu yang dapat dinyanyikan. Silahkan dicoba, pasti bisa, imbuhnya memberi semangat untuk terus menulis.
Menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para peserta yang sangat antusias ingin mendapatkan tambahan wawasan, pengetahuan, ilmu dan pengalaman dari narasumber yang hebat, Dr. uswadin mengatakan bahwa hasil sebuah penelitian ilmiah juga dapat dijadikan sebuah buku populer kalau dilengkapi dengan data dan fakta hasil penelitian yang sudah valid. Jadi penelitian ilmiah dapat dijadikan tulisan populer dengan pengemasan tulisan  yang lebih mudah dibaca dan dipahami pembaca. Caranya antara lain sebagai beriku: 1) Mengambil latar belakang dari penelitian ditulis lagi di bagian pendahuluan dengan bahasa yang simpel saja. Bisa dipecah menjadi 2 bab. 2) Menyampaikan penemuan penting atau ide penting apa dari penelitian tersebut. Ini bisa di bagi menjadi 3 atau 4 bab. 3) Rekomendasi apa dari penulisan tsb dalam 1 bab. 4)  Penutup atau kesimpulan jadikan 1 bab. 5) Tambahkan gambar atau foto atau data yg membuat tulisan menjadi lebih menarik.

Trik agar tulisan dapat mengalir dan mempesona, menurut Dr. Uswadin adalah: 1) Menulis, menulis, dan belajar menulis. 2) Menulis jangan dipaksakan kalau sedang tidak mood. Suasana batin sangat mempengaruhi dalam menulis. 3) Sebelum diupload minimal dibaca lagi 3 kali  dan nanti kita akan menemukan kekurangannya, barulah diedit/direvisi. Atau kalau ada kawan yang mau membaca sebelum di upload, silahkan untuk berkomentar tentang tulisan kita.

§     Strategi yang dilakukan agar tulisan kita dapat dimuat di media cetak atau diupload di media online adalah memantas-mantaskan dulu tulisan kita. Jika sudah  dinilai layak maka akan diterima oleh redaksi / penerbit, karena kita juga bersaing dengan tulisan- tulisan orang lain. Jika tulisan kita ditolak atau tidak diterima jangan  membuat kita putus harapan.Apalagi jaman sekarang semakin gampang untuk mengirim tulisan yaitu dapat lewat email.

 Cara menuangkan ide
Agar ide mengalir yang ahrus dilakukan yaitu:
  • Membuat runtutan dulu dalam konsep-konsep  kita.
  • Setelah kita anggap runtut baru dituangkan dalam tulisan.
  • Setelah tulisan jadi kita baca, baca, dan baca lagi. Kemudian tinggalkan atau diamkan beberapa waktu antar 1 samapi 2 jam, barulah kita ulangi untuk membacanya lagi

Dari pengalaman Dr. Uswadin, beliau menulis seperti contoh-contoh di atas tadi memerlukan waktu kurang lebih 4 jam dari konsep menulis, mengkoreksi hingga menjadi sebuah tulisan. Kemudian proses dari mendapatkan ide agar menjadi sebuah tulisan itu tergantung komitmen, kesempatan dan kemauan dari diri sendiri untuk segera menyelesaikannya.

Cara membangun kepercayaan diri dalam menulis, menurut Dr. Uswadin adalah terus saja menulis dan belajar menulis, lama-lama akan kita dapatkan kepercayaan diri untuk terus menerus menulis. Untuk mengatasi blank atau  mengalami jalan buntu  atau kehabisan ide dalam menulis, Dr. Uswadin menyampaikan trik untuk mengatasinya.
  • Jika saat menulis nge-blank, maka kita perlu mengistirahatkan diri. Karena otak dan kemampuan kita juga mempunyai keterbatasan jadi perlu istirahat ( rest ) atau rilek dulu. Kalau sudah merasa fresh ( segar kembali ) tinggal melanjutkan menulis. Jangan memaksakan diri menulis kalau lagi nge -blank karena akan membuat stress sendiri. 
  • Jadikan menulis sebagai hiburan. Untuk konsisten menulis setiap hari  memang berat, maka jangan memaksakan diri kalau memang kita belum ada ide. Dan  menuliskan hal-hal yang sudah biasa ditulis akan  membuat pembaca bosan untuk membacanya.
  • Sering-seringlah membaca tulisan orang-orang yang bagus sehingga terpengaruh dan terbawa bagus tulisan yang kita hasilkan.
  • Berlatih, berlatih dan berlatih.  Minta saran dari orang lain agar tulisan kita menjadi lebih bagus.
  • Jangan kalah sebelum mencoba. Kita harus dapat mengambil momen-momen penting sehingga buku kita pas dan diperlukan orang. 
  • Tetap optimis dan husnudzon kepada Allah, inna maal usri yusro wa inna maal usri yusro.
  • Tetaplah berusaha, dan Allah akan menghargai usaha kita dari jalan yang tidak disangka sangka.
  • Tetap belajar, belajar dan belajar menulis. Jika terbiasa  akan menjadi nikmat.
  • Jangan menyerah pada saatnya kita akan tersenyum dengan tulisan kita.


Dr. Uswadin juga menyampaikan bahwa jika banyak ide datang atau muncul maka itu akan lebih bagus, artinya akan dapat ditulis menjadi banyak tulisan dengan sudut pandang tulisan yang berbeda-beda walau idenya hanya satu tema tapi dapat dibuat menjadi berbagai macam sajian tulisan. Contoh judul-judul buku beliau :
Pada kesempatan ini pula Dr. Uswadin menyarankan dalam membuat blog dapat memanfaatkan sarana yang lain misalnya menggunakan wordpress untuk resep-resep, kompasiana untuk cerpen, blog untuk puisi dan lagu. Namun kendalanya kita harus sering mengunjungi akun-akun tersebut. Bagi penulis pemula untuk awal-awal cukup  satu blog dulu,  jika tulisan-tulisan dalam blog kita menarik maka akan di baca orang. Dari situ kita akan dapat melihat statistik tulisan kita, berapa yang sudah membaca dan berkunjung ke blog kita dan darimana saja.
Menulis fiksi itu perlu kreativitas dan imajinasi yang tinggi. Untuk membuat ending sebuah cerita atau tulisan ada beberapa pendekatan, yait; 1) Membuat  pembaca penasaran, ini berarti akan ada lahir tulisan berikutnya. 2)  Pembaca sampai kesimpulan ini berarti ending bisa dibuat happy ending atau sad ending atau normal. 3) Adakah pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca. Tulisan belum sempurna kalau tidak ada penutupnya.

Untuk menimbulkan kreativitas kita dalam menulis memang  harus banyak membaca tulisan orang lain dan mencari literatur pendukung baik text book maupun dari internet. Kemudian kita ramu sesuai dengan kemampuan kita dan gaya menulis kita.

Trik-trik merangkai suatu kalimat untuk menulis adalah :
  • Harus sesuai kaidah dasar bahasa Indonesia, ada SPO dan adanya keterpaduan dan keruntutan kalimat satu dengan yang lain. Hindari membuat paragraf panjang apalagi sampai satu halaman. Idealnya dalam 1 halaman ada minimal 2 sd 4 paragraf, sehingga pembaca tidak lelah. Dan untuk itu harus  dicoba terus dan terus di coba lama-lama  akan terbiasa.
  • Dalam merangkai kalimat bisa dibantu dengan mengutip pendapat atau dari kitab suci atau dari teorisehingga dapat kita kembangkan lagi. Usahakan ada keruntutan atau kekoherensian antar kalimat, Insya Allah enak dibaca.


Mengakhiri materi kuliah hari ini Dr. Uswadin menyampaikan pesan kepada peserta kuliah “jangan pernah menyerah untuk dapat menulis sebagaimana ketika kecil tidak takut jatuh saat belajar berjalan, dan  semoga peserta kuliah Belajar Menulis Online  semua sukses, amiiin ya rabbal alamiiin.”
                                 
                                   Gunungkidul, Rabu 22 April 2020



1 komentar:

Portofolio Digital

Selamat datang di Portofolio Digital saya Saya,  Eni Indarwati, M.Pd.  Pengawas Sekolah Dasar di Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Blo...